Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Tetap Menikah


__ADS_3

Bimo, menyunggingkan senyumnya dan duduk di tepi ranjang. Sedangkan Adelia,masih di atas ranjang dan duduk.


"Lalu,apa dia memberitahu kepada mu. Apa tujuannya rujuk kembali, kepada ku?". Tanya Bimo,melirik ke arah belakang.


"Hmmmm.. Katanya sih, tidak masalah kamu gay atau impoten dan tidak memberikan nafkah batin. Karena dia sudah memiliki anak,dari hasil mantan suaminya. Dia bercerai dengan suaminya,karena bangkrut. Dia butuhkan cuman uang, dulu katanya masih bersama mas. Dia tidak pernah kekurangan uang sedikitpun,apa yang dia mau pasti kamu turuti. Sekarang menyesal sudah meninggal mas Bimo,". Jawab Adelia, tersenyum kecil.


"Aku tidak gay atau impoten,aku menikahi mu bukan menuruti surat wasiat bi Jum. Menikahi mu bukan hanya main-main saja,aku ingin membina rumah tangga semestinya. Jangan menolak perjodohan ini,aku mohon". Pinta Bimo, dengan wajah memelas.


"Kenapa harus aku,mas? Banyak wanita diluar sana,jauh lebih cantik dan menarik". Adelia,masih trauma menjalin rumah tangga.


"Katakan padaku Del, kenapa menolak perjodohan ini? Apakah kamu ada niatan untuk rujuk kembali,atau tidak siap menikah dengan ku. Tidak masalah jika kamu belum siap menerimaku,aku akan menunggumu sampai kapan pun. Janji tidak akan menyentuh mu, sebelum kamu menginginkannya atau mengijinkan ku. Tapi,kita tetap menikah setelah masa idah mu selesai. Maaf,aku memaksa mu". Ucap Bimo, keluar dari kamarnya tanpa menoleh ke belakang.


Adelia, terisak dalam tangisnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Dia kebingungan dengan sikap Bimo,belum menjawab pertanyaannya. Tetapi, sudah menghilang di balik pintu kamarnya.


Cukup lama Adelia, mengidamkan dirinya di dalam kamar. Tiba-tiba teringat bi Suriah,yang masih bertempur dengan alat dapurnya.


Langsung beranjak pergi dari kamar,lalu ke arah dapur. Terlihat bi Suriah, menyiapkan makanan di meja.


"Bi,dimana mas Bimo?". Tanya Adelia,karena Bimo tidak ada di rumah.


"Mungkin diluar non, biasa ngerokok". Jawab bi Suriah, tersenyum kecil.


Adelia, mengangguk dan keluar dari rumah. Benar sekali, Bimo tengah berbincang dengan bapak-bapak tetangganya sambil merokok.


Rupanya mas Bimo, sudah akrab dengan orang sekitar.Batin Adelia, mengulum senyumnya. "Mas Bimo,ayo makan". Adelia, memanggilnya.


Terlihat Bimo, mengangguk pelan dan pamit kepada bapak-bapak yang berbincang dengannya tadi.

__ADS_1


Adelia,masuk kedalam dan diikuti Bimo dari belakang. Perasaan aneh menjalar di sekujur tubuhnya, jantungnya berdetak kencang.


Di meja makan sedia ayam goreng dan lalapan. Sangat menggiurkan dan masih panas baru di masak.


**************


Ueekkk.... Ueeekk.....


Yuni, selalu mual-mual membersihkan kotoran ibu mertuanya. selama hamil muda,dia tersiksa dengan morning sickness.


"Heran deh,kamu mual-mual saja. Jijik ibu dengarnya,makan jadi gak selera". Bentak bu Norma, dengan keras.


"Bu,masih untung aku merawat dan membersihkan lainnya. Namanya hamil muda, apa-apa selalu sensitif. Tidak bersyukur sama sekali,". Gerutu Yuni, sekarang dia menyiapkan sarapan untuk ibu mertuanya.


"Ini obat ampuh nak, untuk ibu mertua. Jika dia mengonsumsi obat ini,sering tertidur pulas dan ngantuk. Ada kandungan racun, lama-lama mengonsumsi obat ini akan mati. Apa lagi sering tidur,jarang makan dan gerak. Semakin cepat racunnya menyebar". Ibu kandungnya Yuni, memberikan obat ini.


Yuni, tersenyum sumringah dan ingin menyingkirkan ibu mertuanya. Tak lupa obat tersebut, mencampurkan ke makanan bu Norma.


Waw... Obatnya manjur sekali ,baru 3 suapan dan sudah tepar.Batin Yuni, tersenyum dan meninggalkan ibu mertuanya sudah ngorok.


"Ibu, ngapain di dalam?". Tanya Alfan,baru datang dan mengejutkan Yuni baru keluar dari kamar ibu mertuanya.


"Hussssttttt...Jangan ganggu ibu,mas. Katanya mau tidur dulu, selesai makan tadi. Kasian di ganggu ibu,kita ke kamar yah". Yuni, langsung mencegah suaminya masuk kedalam.


"Males,aku mau tidur sendiri. Jangan ganggu aku, asalkan kamu tahu Yuni. Aku menikahi mu,karena anak itu. Itupun karena nafsu saja, sedikitpun aku tidak pernah menyukai mu. Gara-gara kamu, Semua jadi berantakan. Sekarang aku tidak ada kesempatan untuk memiliki Adelia, menguasai seluruh warisannya". Bentak Alfan, dengan nada tinggi.


Hati Yuni,terasa di remas-remas dan perih. Sungguh tega sang suami, mengatakan seperti itu. Air matanya luruh sudah, mulutnya kelu tak bisa berkata apapun.


***********

__ADS_1


Yuni, menatap jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore. Sudah 4 jam anak dan ibu,kunjung bangun-bangun juga.


Yuni,merasa lega karena banyak santai daripada melayani ibu mertuanya. Padahal Yuni, ingin berleha-leha dulu di kampung halaman orangtuanya. Tetapi,ibu mertuanya tiba-tiba menghubungi Alfan karena tidak ada yang mengurusnya di rumah. Membuat Yuni, sangat murka sekali.


Ketika sampai di rumah, melihat kondisi ibu mertuanya sangat memperihatinkan. Banyak kotoran dimana-mana,bau Pesing juga.


Ada ide cemerlang,dia mual-mual tak sanggup membersihkan ibu mertuanya karena hamil. Terpaksa bekerjasama dengan Alfan, sesekali Alfan memuntahkan isi perutnya.


"Yuni,ibu belum bangun". Tanya Alfan, membuyar lamunannya Yuni.


"Eee..Belum mas,ibu masih tertidur pulas". Jawab Yuni,tanpa menoleh ke arah suaminya.


"Ibu, sudah lama tidurnya Yun. Kenapa gak di bangunin, lama-lama tidur gak baik juga". Alfan,kesal dengan istrinya.


"Mas aja bangunin ibu,aku gak berani. Nanti malah marah-marah kepadaku,mas". Bantah Yuni,kesal mengganggu ketenangannya.


"Aaarghhh....". Gerutu Alfan, langsung menuju ke kamar ibunya. Karena Alfan, sedikit terkejut karena ibunya tak kunjung bangun.


"Ibu,bangun! Bu,bangun bu! sudah sore loh,bangun!". Alfan, beberapa kali mengerakkan ibunya bangun.


"Aduhhh...Kamu apa-apaan sih, Alfan? Ibu, ngantuk tau. Malah di bangunin, menyebalkan sekali". Bentak bu Norma,menepis tangan anaknya.


"Bangun bu, sudah sore loh. 4 jam ibu tidur,jangan tidur lagi". Alfan, mencegah ibunya kembali tidur.


"Apa! 4 jam, Alfan?". Seketika bu Norma, membulatkan bola matanya dan menoleh ke arah Alfan. "Tumben sekali,ibu nyenyak tidurnya. Tolong bangunin ibu,mau duduk". Pinta sang ibu, dengan sigap Alfan membantunya.


"Bu,ada yang gawat darurat. Ini tentang Adelia,bu". Ucap Alfan, ingin menceritakan sesuatu.


"Gawat darurat, maksudnya apa Alfan?". Bu Norma, semakin penasaran. Begitu juga tunjuk, tengah menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Aku ke sana tadi,terus ada pria turun dari mobil bu. Katanya calon suami Adelia,". Ucap Alfan, sontak membuat sang ibu syok mendengarnya.


"Sialan,jangan di biarkan begitu saja Alfan. Pokoknya Adelia,harus jadi milikmu. Enak saja pria itu,mau menikmati seluruh harta warisannya. Jangan kalah dengan pria itu,". Bu Norma, mengepalkan tangannya dengan erat. Rupanya Adelia, diam-diam menjalin hubungan dengan pria lain. "Siapa pria itu, Alfan?". Tanya bu Norma, penasaran dengan pria tersebut.


__ADS_2