
Sebelum cek out dari hotel, Bimo memesan makanan dulu. Lagi-lagi Alfan, mengantar makanan mereka ke kamar.
Alfan,masih setia berdiri di hadapan mereka yang tengah menyantap hidangan yang disajikan.
Sialan, mereka sengaja sok romantis di hadapan ku. Apa tidak menghiraukan keberadaan ku ini,mana makanan untuk ku seperti biasanya.Batin Alfan,masih setia berdiri mengharapkan belas kasian dari Bimo dan Adelia.
"Alfan, silahkan keluar dari kamar ini. Kalau selesai nanti,aku bisa membereskan semua dan menaruhnya di luar". Kata Bimo, kebingungan dengan sikap Alfan tak ada tanda-tanda untuk keluar. Kenapa lagi, bengong gak jelas? Mau liat kami bermesraan gitu,atau lainnya.
"Eee...Iya,pak Bimo. Maaf,saya permisi dulu". Alfan, menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Sialan,aku tidak dapat jatah makanan. Mana Adelia,sok sibuk lagi dan tidak kasian melihatku yang lapar ini. Mana suami Adelia,tipe galak sama orang. Enak banget sih, kehidupan Adelia serba enak sekarang.
Baru beberapa langkah saja, Alfan membalikkan badannya. "Maaf, Adelia bolehkah aku meminjam uang 500 ribu. Uang itu, untuk mengirim kepada ibuku dan sisanya makan sehari-hari sampai gajihan". Pintanya Alfan,tanpa memperdulikan malu lagi.
Adelia, menatap tajam suaminya dan meminta jawaban.
"Aku janji, setelah gajihan bakalan aku bayar di cicil atau aku lunasi". Kata Alfan, berharap mendapatkan uang dari mantan istrinya. Ayolah,uang 500 ribu tidak masalah bagi kalian. Gak di bayar yah,gak papa. lama-kelamaan pasti lupa,mana mungkin kalian menagih utangku. Yang ada bikin malu, iyakan.
Bimo, mengambil dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah. "Baiklah,aku pegang janji mu. Jangan lupa di bayar,kalau gak berhadapan dengan ku langsung". Ancamnya Bimo, memasang wajah datar.
Bimo, meletakkan uang di atas meja dan kembali duduk di samping istrinya.
"Terimakasih, pak Bimo dan Adelia. Aku akan menepati janji ku, permisi dulu". Terlihat jelas Alfan,merasa senang karena mendapatkan pinjaman uang. Sialan,malah ngancam segala lagi. Kurang ajar Adelia, malah tidak berkata apa-apa.
"Aku gak percaya mas,kalau mas Alfan mau ngirim uang kepada ibunya". Kata Adelia.
"Biarkanlah sayang, ini terakhir kalinya meminjamkan uang. Kalau dia memiliki perasaan dan niat, pasti di bayar. Kalau tidak, otomatis aku sudah kecewa berat dengannya". Sahut Bimo, merangkul pinggang istrinya.
"Mas,jangan aneh-aneh dong. Ayo,makan dulu dan setelah itu kita pulang". Adelia, menikmati makan siangnya.
Bimo, mengangguk pelan dan sesekali memberikan suapan kepada istrinya. Awas saja dia,lupa dengan hutangnya.Batinnya Bimo.
*****************
Bimo dan Adelia, keluar dari kamar sambil bergandengan tangan dan cekikikan tertawa. Terlihat jelas bahwa mereka berdua, sangat mesra dan serasi. Membuat iri melihat mereka berdua, berjalan menuju luar.
__ADS_1
Tiba waktunya Bimo, membukakan pintu mobil untuk sang istri. Jadi pusat perhatian orang-orang sekitar,merasa iri dan ingin di perlakukan seperti itu.
"Terimakasih mas". Kata Adelia,masuk kedalam mobil dan di tutup Bimo.
Ketika mobil sudah berjalan, keluarlah para betina yang melihat mereka berdua sangat romantis dan mesra.
Siapa lagi,kalau bukan Wulan, Widya mantan istri Bimo dan Juwita. Mereka masing-masing di pojokan, menatap kepergian Bimo dan istrinya. Sorotan mata memerah manahan amarahnya, ingin sekali mencabik-cabik Adelia yang mampu meluluhkan hati Bimo.
Mereka bertiga ingin pergi menuju ke mobil masing-masing,akan tetapi malah saling bertemu.
Deggg...
Mereka bertiga memang saling kenap satu sama lain, menaruh rasa dendam masing-masing.
"Semua ini gara-gara kamu, Wulan. Kamu sudah memisahkan aku dan Bimo, termasuk kamu Widya. Rupanya kamu, tidak bisa rujuk kembali kepada Bimo". Ejek Juwita, nampak senang.
"Elahh... Kenapa jadi salahku, bukankah kita bersaing secara sehat. Tapi, baguslah kalau gak sama kamu Juwita wanita murahan obral sana sini. Termasuk kamu Widya,mau enak saja". Wulan,tak kalah merendahkan mereka berdua.
"Kurang ajar kamu, lancang mengatai ku ha?". Akhirnya Widya dan Juwita, langsung memberikan pelajaran kepada Wulan.
Plak!
Plak!
Bughhh!
Bughhh!
"Aaaarrgghh....Lepas! Sakit,awas kamu Wulan". Juwita, merasakan rambutnya rontok di tarik paksa oleh Wulan.
"Aaauukk...Sialan kamu Juwita,sini kamu!". Widya, menarik rambut Juwita dan saling menarik.
Mereka bertiga saling menampar dan memukul, menjambak rambut, bahkan menginjak juga. Suara memekik keras, tampilan acak-acakan tak karuan.
__ADS_1
Keadaan parkiran sangat ramai, ketika melihat mereka bertiga berkelahi.Tidak ada yang melerai,pada akhirnya Alfan terpaksa turun tangan.
Namun sayang, Alfan jadi bahan mangsa mereka bertiga. "Tolong! Tolong,saya!". Teriak Alfan,pada akhirnya para security datang dan menangkap mereka masing-masing.
"Lepaskan aku,pak! Aku ingin memberikan pelajaran kepada mereka berdua,sini kalian berdua!" Teriak Widya, sudah marah padam.
"Eee... Wanita murahan kaya kamu, sok-sokan mau dengan Bimo.Cuihh...!". Ejek Wulan,kepada Juwita menghapus darah di sudut bibirnya.
*****************
Sedangkan di tempat lain, Adelia sudah sampai di perkarangan rumah. Bi Suriah, menyambut kedatangan majikan itu.
Adelia, langsung berlarian menuju halaman belakang dan melihat kebunnya ditinggalnya beberapa hari.
Bimo, menyusul istrinya ke belakang yang tengah berdiri tegak. Dia memeluk erat dari belakang,tak lupa membenamkan wajahnya di leher sang istri.
Adelia,merasa senang di pernikahan keduanya. Meskipun pernikahan pertama gagal, tetapi kebahagiaan di kemudian hari pasti ada. Bahkan di ganti beberapa kali lipat,dia harus sabar menjalani kehidupan demi kebaikan yang akan datang.
"Ayo, masuk kedalam rumah. Kebunnya sudah di liat,gak kenapa-kenapa kan? Lihatlah, kebun petai sudah mulai berbuah tinggal menunggu akan panen. Tenang saja, aku akan membantu mu sayang". Kata Bimo, menarik tangan istrinya masuk kedalam.
"Iya, sudah lama juga gak makan petai. Jadi pengen loh,". Kekehnya Adelia, mengikuti langkah suaminya masuk kedalam kamar.
"Istirahat dulu,jangan kemana-mana. Pasti capek di perjalanan tadikan". Bisik Bimo, tangannya sudah masuk kedalam baju sang istri. Apa lagi,kalau ke tempat favorit dan memainkan squishy kembar.
"Mas,gimana mau istirahat loh. Tanganmu malah kelayapan kemana-mana". kata Adelia, menahan rasa malu.
"Nikmatilah sayang, mende-sah lah kalau ingin. Jangan kencang yah,ada bi Suriah di diluar". Bisik Bimo, tangannya masuk kebawah.
Adelia, menggigit bibir bawahnya dan jangan sampai mende-sah keenakan. "Aaahh...Mas, pelan-pelan dong. Aaahh... Ssshhhhttt.. Hhhmmmpptt...!".
Tanpa ba-bi-bu lagi, Bimo melepaskan semua pakaian sang istri. Menelusuri setiap lekukan tubuh Adelia,hingga ke bawah sana.
"Kamu sangat basah, sayang". Bisiknya Bimo, menyukai di bagian bawahnya dan memainkan lidahnya.
__ADS_1
"Massssa... Uughhh.... Aaahh...shhhhht..!". Adelia, menggelinjang kegelian ketika Bimo mengecup bagian kacangnya.