
"Uughhh....!". Adelia,melenguh kecil dan menggerakkan tangannya. Matanya tertuju kepada suaminya di samping,masih terlelap dan ada dengkuran halus. "Ssshhhhttt... Badanku terasa remuk semua, mengerikan sekali mas Bimo sangat kuat dan perkasa". Gumamnya pelan, mencoba duduk dan bersandar.
Wajah Adelia, merah merona mengingat tadi malam. Mereka melakukannya beberapa kali, Bimo cuman memberikan waktu sebentar untuk istirahat. Jiwa dudanya berkobar-kobar, ingin menuntaskan hasratnya yang di tahan beberapa tahun.
"Pinggang ku sakit sekali,mana perih di bagian bawah sana". Gumam Adelia, sudah kebelet ke kamar mandi.
Bimo, merasakan sesuatu yang bergerak dan membuka matanya perlahan.
Bruuukk...
"Auuukk....!". Adelia, meringis perih dan jatuh ke bawah. Bagian kakinya benar-benar lemas, tenaganya terkuras habis tadi malam.
"Adelia,kamu tidak apa-apa?". Bimo,sigap membantu istrinya cuman mengenakan boxer saja.
"Eee...Gak papa mas,aku baik-baik saja". Jawab Adelia, langsung membuang muka karena malu.
Bimo, meletakkan istrinya di atas ranjang kembali. "Lalu,kenapa bisa jatuh?".
"Aku kebelet pipis mas, ketika aku melangkahkan kakiku. Eee... Tiba-tiba lemas,tak mampu menopang tubuh ku". Jawab Adelia, wajahnya merah merona. Aisss....Ini melebihi malam pertama ku dulu,mas Alfan melakukannya cuman dua kali. Itupun durasinya tak lama, tidak seperti mas Bimo.
"Astaga! Kenapa, tidak membangunkan ku sayang? Semua ini gara-gara aku loh,ayo kita ke kemar mandi. Sekalian mandi berdua,kita belum pernah mandi berdua loh". Senyum smrik, terpampang jelas di bibir Bimo. Aku yakin sekali, Adelia terheran-heran dengan keperkasaan ku. Pasti Alfan,kalah dengan ku dan mampu membuat Adelia tak bisa berjalan.
Glekkkk...
Adelia,menelan ludahnya mendengar ucapan sang suami. Keadaannya masih polos,sekuat mungkin menahan selimut jangan sampai jatuh.
"Lepas selimut sayang,gak usah malu. Aku sudah melihat lekukan tubuh mu,ayo lepas". Kata Bimo, mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajahnya. Yah...Tegang lagi,gak papa di dalam kamar mandi main lagi.
"Iya,mas". Jawab Adelia, pasrah karena selimut sudah di tarik Bimo. Terlihat jelas lah, tubuh polosnya dan sigap di angkat Bimo ke kamar mandi.
Bimo, meletakkan istrinya di atas kloset. Dia menjauhkan diri keluar yang berhalat kaca, mengisi air di bathtub untuk istrinya.
Adelia, beranjak berdiri dan ingin keluar mendekati suaminya. Berlahan-lahan dia berjalan, sambil berpegangan pada dinding.
__ADS_1
"Ssshhhhttt... Perihnya,berasa kaya perawan lagi". Gumam Adelia, tersenyum manis. Ketika suaminya memandang ke arahnya, sama-sama polos sudah.
"Ayo, berendamlah di bathtub ini". Bisik Bimo, mengajak istrinya. Tak lupa dia ikut-ikutan,ini adalah momen romantis bagi pengantin baru.
Adelia,duduk membelakangi suaminya. "Aaah...Mas!". Desisnya Adelia,benda tumpul berurat itu. Masuk kedalam miliknya, rupanya Bimo sudah menyiapkan rencananya.
"Mas,apa yang kamu lakukan? Bukankah kita cuman berendam bersama,lalu mandi seperti biasa".
"Kata siapa sayang,mana mungkin aku lewatkan adegan di kamar mandi". Kekehnya Bimo, membenarkan rambut istrinya. Mende-sah lah Adelia,aku sangat senang mendengar suaramu yang indah itu. Apa lagi,kamu menyebut namaku ketika bercinta.
"Aaahh....Aaahh...Mas, aahhh...!". Desah Adelia,ketika Bimo sudah mulai beraksi dan semakin cepat.
Suara desa-han menggema di kamar mandi, Bimo mengangkat tubuh istrinya ke arah shower dan memutar krannya. Membiarkan tubuh mereka basah, sambil bercinta.
Hampir satu jam, akhirnya mereka berdua keluar dan selesai acara mandinya. Itupun Adelia,di angkat Bimo karena tak sanggup lagi untuk berjalan.
"Aku lapar mas, lemas badanku". Rengeknya Adelia, begitu manja. Membiarkan sang suami, mengenakan pakaian untuknya.
"Mas sudah pesan makanan, sebentar lagi akan di antar. Kamu yang sabar yah,". Bimo, mengecup kening istrinya.
"Mulai manja yah,sama mas". Bimo, mencubit hidung mancung istrinya.
"Bukan manja mas,aku lagi pengen di manja aja". Kekehnya Adelia, menahan malu.
"Sebentar sayang,ada telpon dari Reno". Kata Bimo, mengangkat telpon duduk santai di samping istrinya.
Adelia,cukup jelas mendengar percakapan mereka berdua masalah pekerjaan.
Mata Adelia, membulat sempurna karena Nabila banyak mengirim pesan dan beberapa panggilan tak terjawab.
[Mbak Adelia, angkat telpon ku. Mau membicarakan sesuatu, penting sekali].
[Tega yah,mbak. Gak di angkat sama gak balas pesan aku,gak punya hati].
__ADS_1
[Asalkan mbak tau,bang Alfan sudah larut malam tak pulang-pulang. Ibu,di tinggalnya di sini. Tolong, carikan bang Alfan]
[Mbak,bang Alfan gak pulang-pulang. Ini sudah jam berapa? Aku capek mbak,ibu banyak minta macam-macam. Aku tengah hamil besar,jika bang Alfan gak pulang-pulang. Aku dan suamiku, mengantar ibu kerumahnya mbak. Urus ibu mbak,aku capek].
Banyak lagi,pesan dari Nabila. Sampai pada akhirnya, Nabila memang benar kerumahnya mengantar bu Norma.
Sumpah serapah yang di lontarkan Nabila, melalui pesan. Karena Adelia, tidak ada di rumahnya.
Adelia, cekikikan tertawa melihat kesengsaraan mantan adik iparnya itu. Namun dia bingung,kemana Alfan karena tak kunjung pulang?.
"Kamu kenapa ketawa,sayang". Tanya Bimo, keheranan dengan istrinya.
"Baca ini,mas". Adelia, memperlihatkan pesan dari Nabila yang beruntun.
"Hahahaha.. Tapi,kemana Alfan? Aneh yah, merawat ibu sendiri ngeluh". Kata Bimo, menggeleng kepalanya.
"Gak tau mas,aku tanyain yah? Mas Alfan, sudah pulang apa belum". Kata Adelia,mengetik sesuatu dan mengirimkannya ke Nabila.
"Terserah kamu sayang, lebih baik jangan di ladenin apa kata Nabila. Aku tidak mau loh,kamu mengurus mantan ibu mertuamu". Ucap Bimo, mengelus lembut rambut istrinya.
"Tenang saja mas,aku gak mau kok". Jawab Adelia, tersenyum manis.
Baru saja terkirim pesannya, langsung di baca Nabila.
[Gila,kamu mbak! Malam tadi kemana aja? Telpon gak di angkat,pesan gak di balas,di rumah gak ada. Bang Alfan,gak pulang-pulang mbak. Bisa jadi bang Alfan, kabur dan meninggalkan ibu. Pokoknya ibu, bakalan aku antar kerumahnya mbak. Pahami keadaanku mbak,yang tengah hamil besar ini. Ibu, sangat senang mendengar ke tempatnya mbak. Mbak Adelia,juga gak ada kerjaan apapun. Ongkang-ongkang kaki doang,di rumah gak jelas]
Adelia, menggeleng kepalanya karena Nabila tidak ada malu sama sekali.
[Ibu kalian bukan siapa aku lagi, tugasmu mengurus ibumu. Aku sudah Menikah, jelaslah punya pekerjaan dan mengurus suami. Kalau gak mau urus ibu,antar sana ke panti jompo sekalian. Kamu itu, gak punya malu yah Nabila? Mulut di jaga dong,ini sudah sembarangan mengatai orang lain. Ee...Malah minta bantuan,ogah banget ngurus bu Norma].
Adelia,puas membalas pesan dari Nabila. Tidak memperdulikan caci maki pedas, dari Nabila melalui pesan.
Karena memang benar,dia tidak ada sangkut pautnya dengan bu Norma. Kepergian Alfan, baginya jauh lebih bagus dan tidak mengganggu kehidupannya lagi.
__ADS_1
Suara bel berbunyi,pesan makanan mereka sudah datang. Adelia, tidak memperdulikan pesan Nabila lagi.
"Tunggu sebentar,aku suruh dia masuk mengantar ke dalam". Bimo, beranjak berdiri dan menuju pintu kamar hotel.