Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Mengadu


__ADS_3

Wulan,yang menangis tersedu-sedu di rumah orangtuanya. Detik itu juga,dia pulang ke halamannya. Apa lagi kalau bukan mengadu tentang, Adelia.


Wulan, tidak percaya dengan pernikahan Bimo dan Adelia. Sebenarnya dia sudah bercerita banyak tentang Bimo,kepada orangtuanya dan memberi semangat untuk berjuang.


Bimo, seorang PNS dan mengajar 1 sekolahnya dengan Wulan. Tentu jelas orangtuanya, langsung setuju dan tak sabar melihat anaknya menikah dengan pria yang di cintainya itu.


Wulan, merasa sakit hati mendengar pernikahan Bimo yang diselenggarakan secara mendadak. Tiba-tiba mendapat kabar dari guru lainnya, sungguh terkejut dan syok berat.


Seharian menangis kesegukan meratapi nasibnya,sang pujaan hati menikah secepat itu.


Bagaimana tidak syok berat,habis berlibur bersama teman. Esok harinya turun mengajar, mendapatkan kabar Bimo sudah menikah. Bagaikan belati tajam menusuk hatinya,air bening langsung mengalir deras.


Sebenarnya Wulan, mengetahui jika Bimo seringkali jalan-jalan dengan wanita lain. Satu persatu Wulan, memberikan ancaman terhadap wanita yang pernah jalan dengan Bimo. Agar wanita itu, tidak terlalu berharap kepada Bimo. Nyatanya nihil sudah, rupanya sang pujaan hati malah menikah dengan Adelia.


"Bagaimana pak? Kurang ajar sekali, keponakan mu itu! Pasti dia sengaja untuk balas dendam, kepada kita dan Wulan". Ucap bu Irni,ibu kandungnya Wulan.


"Besok kita susul Adelia,gak bisa di biarkan ini. Masa Wulan,kalah sama Adelia. Bapak,gak mau kalah dengannya". Sahut pak Ramli, rahangnya berdenyut menahan emosi.


"Hiks...Hiks...Hiks... Adelia,juga menampar wajah ku,pak,bu. Dia benar-benar keterlaluan sekali,masa pria milikku di ambilnya . Aku gak mau bu,pak,jika mereka hidup bahagia. Bimo,cuman milik Wulan seorang". Isak tangisnya Wulan,mengadu.


"Hussssttttt....Besok kita beri pelajaran kepada, Adelia. Enak saja, sudah menampar wajah putri ibu. Besok kita hajar secara bersamaan, ancam sekalian untuk meninggalkan Bimo". Bu Irni, membujuk anaknya.


Wulan, memang terkenal manja dan selalu di bela orangtuanya. Ada senyuman kecil di sudut bibirnya,tak sabar menunggu momen kesengsaraan Adelia.

__ADS_1


"Pokoknya bapak, harus mengancam Adelia. Agar Bimo,bisa lepas dari pernikahan mereka. Nantinya bapak juga enaknya, Bimo orang berduit. Jika aku menikah dengannya, pasti bisa menebus perkebunan teh bapak yang di sita sama juragan Karno". Kata Wulan, membujuk ayahnya.


"Tenang saja, Adelia takut sama bapak. Buktinya dulu,dia malah pergi meninggalkan warisan orangtuanya. Hahahaha....Yah,kau benar Wulan. Pokoknya kamu menikah dengan pria kaya raya,biar kebun teh bisa di tebus kembali". Pak Ramli, menyunggingkan senyumnya. Dia tidak sabar bertemu dengan Keponakannya, sudah bertahun-tahun lamanya.


Rasakan kau Adelia,makanya jangan sok-sokan dulu melawanku. Lihatlah bapakku,akan mengancam mu dan merampas segalanya. Bimo,akan jatuh ke tangan ku dan kamu di buang ke jalanan.Batin Wulan, tersenyum smrik dan mulai berhenti menangis lagi.


"Ibu,mau siap-siap untuk membawa keperluan besok. Sekalian bapak dan ibu, menginap di tempat mu. Mau jalan-jalan juga, hehehehe....". Bu Irni, terbilang glamor dalam penampilannya.


"Tenang saja nak,bapak akan mengurus Adelia. Tidak akan membiarkan dia bahagia,kamu tidak akan kalah dengannya". Kata pak Ramli, tersenyum kecil. kurang ajar sekali Adelia, berani menyakiti anakku. kenapa keberuntungan selalu berpihak kepadanya dan orangtuanya, aaarghhh... Sekarang malah mengganggu anakku,dulu hampir saja aku kehilangan Irni. Gara-gara bapaknya Adelia, terbilang kaya di kampung ini. Cuiihh...Aku akan merampas kebahagiaan anakmu, Ramlan. Ingat itu, bagaimana caraku menghancurkan kehidupan kalian. Lalu, menguasai seluruh harta mu.


"Seperti apa kayanya Bimo, membuat Wulan tergila-gila dengannya. Semoga saja Wulan, menikah dengan pria kaya. Perekonomian saat ini, sudah mulai menurun. Mengharapkan empang lele,cuman beberapa saja. Kebum teh,tak berjalan lagi karena di sita. Uuhh... Menyebalkan sekali,". Gerutu bu Irni,karena penghasilan suaminya sangat menurun.


Mengingat dua tahun silam,dia berlimpah kekayaan dari kebun teh dan hasil empang lele. Karena keserakahan Ramli, merampas harta orangtuanya Adelia. Lambat launnya waktu berjalan, Ramli seringkali berjudi di juragan Karno. Mengakibatkan sertifikat tanah kebun teh di sita, untuk menebus hutang-hutangnya. Dari situlah,bu Irni tidak merasakan kemewahan seperti itu.p


************


"Yakin, sendirian hmmm?". Tanya Bimo,dia memang sibuk tak bisa cuti.


"Iya, sorenya aku pulang kok. Cuman 3 jam di perjalanan,kalau nyampe bakalan aku kabarin". Adelia, berharap sang suami mengizinkannya pergi.


"Oke,tapi sendirian kan? Maksudnya gak sama mantan suamimu,awas kalau sama pria lain". Ancamnya Bimo, walaupun dia mengizinkan istrinya pergi.


"Eee... Makasih mas, sudah mengizinkan ku. Ngapain juga, pergi sama mantan suami. Yang ada aku malah di porotin, anggap saja aku menghindar dari mereka. Pasti mas Alfan, kerumah dan menemui ku. Apa lagi,kalau bukan minta bantuan untuk mengurus ibunya. Kalau aku tidak ada, pasti ke sini mas. Kamu hadapi yah, mereka berdua dengan penuh kesabaran". Kata Adelia, menahan cekikikan tawanya.

__ADS_1


"Eeits...Aku izinkan kamu pergi, tidak percuma loh". Bimo, menyeringai tajam.


Glekkkk...


Adelia,terdiam sejenak karena paham maksud sang suami. "Maaf,aku masih datang bulan mas". Kekehnya Adelia, tersipu malu-malu.


"Berapa hari lagi, perasaan sudah lama loh. Jangan membohongiku,ingat aku suamimu dan wajib melayani suami". Bisik Bimo, membuat Adelia bergidik ngeri.


"Eee...Lusa mas,iya lusa. Janji mas,". Jawab Adelia, sudah menegang saat ini.


"Baguslah,aku tunggu dan siap-siap". Tegas Bimo, langsung meninggalkan Adelia ke kamar.


"Fiuuhhh... Untung selamat,". Gumam Adelia,memusut dadanya. Meneguk segelas air putih, sampai habis.


"Non,tidur di sini apa pulang?". Tanya bi Suriah, mendekati istri majikan itu.


"Eee..Pulang bi,ini mau siap-siap. Makasih banyak makanannya,enak banget". Kekehnya Adelia,memang benar dia dan suaminya terpisah tidur.


Kenapa yah,non dan pak Bimo? Malah pisah tempat tinggal,cuman siang mereka berdua. Bi Suriah, menggeleng kepalanya dan tak ingin ikut campur. Yang jelas rumah tangga majikannya, baik-baik saja.


Tiba keluar rumah, baru sadar karena motornya tidak ada. "Aaarghhh...Aku lupa,tadi ke sini sama mas Bimo". langsung menepuk keningnya.


Jalan satu-satunya adalah memesan ojek online, tidak masalah menunggu sebentar.

__ADS_1


Sedangkan Bimo, cekikikan tertawa mengingat istrinya lupa ke sini sama siapa. Berharap Adelia,menginap dan 1 ranjang bersamanya.


Ketika keluar rumah untuk menemui Adelia, membujuk menginap di sini. Namun sayang, Adelia sudah keburu naik ojek online. Membuat Bimo, semakin kesal dan menendang kursi tamu.


__ADS_2