Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Room service


__ADS_3

Seorang room service, mendorong troli makanan. Masuk kedalam kamar, matanya tertuju pada seorang wanita cantik tengah mengotak-atik ponselnya.


"Adelia". Gumamnya pelan, samar-samar mendengar ucapan room service. Jadi,yang memesan kamar hotel ini adalah mereka berdua. untuk apa mereka menginap di sini? Gak mungkin kan, bulan madu dan usia pernikahan mereka sudah lama.Batin Alfan,yang bekerja sebagai room service.


Deggg...


Adelia, mendongak kepalanya dan terkejut melihat mantan suaminya bekerja di hotel ini. "Mas Alfan, kamu bekerja di sini?". Astaga! Jadi mas Alfan, bekerja menjadi room service. Alhamdulillah,mas kamu mendapatkan pekerjaan yang bagus.


Mendengar ucapan sang istri, Bimo langsung mendekati mereka dan memutuskan panggilan telponnya.


"Waw... Kebetulan sekali yah,kita bertemu di sini". Kata Bimo, merangkul pinggang istrinya. "Maaf,aku tadi tidak tau kalau kamu Fan. Keburu ada orang yang nelpon,jadi aku meminta mu langsung masuk". Sambungnya, langsung di angguki Alfan.


Alfan, mengepalkan tangannya dan menundukkan kepala. "Aku taruh di sini makanannya, selamat menikmati". Kata Alfan, berusaha ramah terhadap tamu di hotel ini."Aku tidak menyangka, rupanya kamu Del sama suamimu yang menginap di hotel ini. Seandainya aku tau, lebih baik menghindarinya". Asalkan kamu tau Adelia, hatiku sangat sakit melihat bersamanya. Begitu teganya dirimu, tidak memberikan kesempatan satu kali. Seburuk itukah,aku di matamu ini.


"Kenapa Alfan,kamu iri yah? Pasti dulu, kamu tidak pernah mengajak Adelia nginap di hotel. Asalkan kamu tau, seorang istri stres tiap hari di rumah. Makanya aku ajak liburan, semangat kerjanya. Jangan memikirkan macam-macam,karena mengantar makanan ke kamar kami". Ejek Bimo, tersenyum smrik. Hahahaha...Puas sekali aku mengejek mantan suami istriku, lihatlah keadaannya jauh berbeda dengan dulu. Ketika dulu, membanggakan diri karena bekerja kantoran. Makanya jangan sombong dulu,takut nyungsep seperti sekarang.


Beruntung sekali Adelia, menikah dengan Bimo. Aku mana pernah,mengajak Adelia sekedar jalan-jalan ke taman. Walaupun dulu, merengek-rengek meminta liburan sebentar. Sekarang aku benar-benar menyesalinya, bahkan sangat malu dengan Adelia.Batin Alfan, berusaha untuk santai. "Terimakasih,pak Bimo. Sudah mengajak Adelia, liburan dan menginap di hotel. Untuk mu Adelia, bersenang-senang lah".

__ADS_1


"Mas, sudahlah jangan mengingat masa lalu. Anggap saja, sebuah pelajaran dan jangan di ulangi lagi. Semoga kamu mendapatkan istri,jauh lebih baik dari ku. Mas, pulanglah ke ibu. Kasian ibu, adikmu mencari keberadaan mu loh. Nabila, terus-terusan menghubungi ku dan mencaci-maki". Kata Adelia,merasa kasian kepada mantan suaminya. Dimana dulu, membanggakan diri karena bekerja kantoran dan memiliki jabatan bagus. Namun dalam sekejap,dia di pecat secara tidak hormat.


"Tidak,aku tidak mau pulang Del. Kemungkinan nanti,aku mengirim uang bulanan ke Nabila. Aku mohon Adelia,jangan beritahu keberadaan ku. Aku capek mengurus ibu,karena tidak bisa kemana-mana. Cukup sudah, bertahun-tahun ibu bersamaku. Waktunya bersama Nabila, anak kesayangannya itu". Alfan,menolak dan meminta untuk di rahasiakan keberadaannya. Jadi Nabila, menghubungi Adelia tadi malam. Kenapa sih, Nabila gak bisa ngalah dan ngerawat ibu? Harus aku juga,mana punya adik ipar laknat lagi.


"Hmmmm....Sayang, jangan ikut campur dalam urusan mereka. Alfan, bagaimana nanti jika adikmu mengantar ibumu ketempat istri ku? Aku tidak membiarkan Adelia, terpuruk terus-terusan dan berkaitan dengan keluarga mu". Tegas Bimo, menatap tajam ke arah Alfan di hadapannya.


"Iya, adikmu benar-benar nekad sekali. Dia mengantar ibumu,malah ketempat ku. Harus kamu ketahui, ibumu bukan tanggung jawab ku lagi". Sambung Adelia, sudah cukup baginya merawat bu Norma.


"Antar saja ke tempat Nabila, biarkanlah dia mengurus. Itu adalah resiko ibu,yang selalu memanjakannya. Aku mohon Adelia dan pak Bimo,jangan beritahu keberadaan ku. Aku ingin menenangkan pikiran dan hati ini,mengumpul uang untuk membuka usaha sendiri". Alfan, memohon kepada mereka berdua. "Maafkan ibuku Adelia, selalu merepotkan dirimu. Ibu, selalu merengek-rengek meminta ku untuk mengantarnya.Padahal kemarin sudah kamu beri pelajaran,tapi tetap saja menginginkan kamu".


"Baiklah,aku akan menjaga keberadaan mu mas". Jawab Adelia, mengulum senyumnya. "Itulah,karena aku dulu bodoh. Selalu menuruti kemauan ibumu, sekarang sudah berbeda dan tak akan aku mengulanginya kebodohan yang sama".


"Terimakasih,pak Bimo. Anda memang baik, pantas bersanding dengan Adelia. Maafkan aku Adelia,dulu sebagai suami tak becus". Alfan, sangat menyesali perbuatannya dulu.


Seandainya waktu bisa berputar kembali,mana mungkin menyia-nyiakan Adelia dan mengkhianatinya.


Adelia, mengangguk pelan dan tersenyum manis. Semoga kamu bahagia mas, berharap kamu menemukan seorang istri yang baik daripada aku.Maafkan aku,jika dulu tak bisa menjadi istri yang sempurna.Batinya menatap kepergian, Alfan.

__ADS_1


"Ayo,kita makan sayang. Siapa tau energi kamu kembali full,kita bisa main lagi". Kekehnya Bimo, dari raut wajahnya tak ada tanda-tanda kelelahan sedikitpun.


Adelia, melotot sempurna mendengar ucapan suaminya. Baru saja melakukan hal itu, kini ingin lagi dan lagi. "Ada-ada saja kamu,mas. Aku ngantuk loh,malam tadi kurang tidur". Sungutnya, memajukan bibir ke depan.


Bimo,malah cekikikan tertawa dan mengelus lembut rambut panjangnya istrinya.


Adelia,sebal dengan suaminya malah mentertawakan dirinya karena kelelahan tak sanggup menyeimbangi sang suami.


"Hmmm...Enak sekali mas, makanannya. Alhamdulillah, rasanya pas di lidah". Kata Adelia, menyantap ayam bakar madu dan lainnya.


"Alhamdulillah,kamu suka sayang. Senang sekali aku mendengar ucapan mu". Bimo, mencubit hidung mancung istrinya.


Bimo, menyuapkan makanan ke mulut Adelia. Dengan senang hati, Adelia membuka mulutnya.Merasa senang sekali,di perhatikan seperti ini.


Sedangkan di tempat lain, Alfan menyantap makanan yang di berikan Bimo. Kebetulan sekali,pagi ini dia belum sarapan sama sekali. Air matanya menetes, menyantap makanan enak.


"Kamu sangat baik Adelia, tidak pernah membenciku. Apa lagi memanfaatkan diriku ini,aku memang bodoh menyia-nyiakan dirimu. Kamu adalah istri yang sempurna Adelia, aku sangat menyesal sudah kehilangan mu". Kata Alfan,dalam isak tangisnya. "Aku berharap kamu selalu bahagia, Adelia. selamat sudah mendapatkan pria yang sempurna, sudah menggantikan posisi ku dalam hati mu. Aku memang buruk di matamu, bahkan dulu ketika menjadi suamimu. Aku benar-benar malu Adelia,malu bertemu dengan mu".

__ADS_1


Alfan,masih terngiang-ngiang dimana dirinya memarahi Adelia. Dimana dirinya tak adil dalam materi, bahkan berselingkuh dan menikah diam-diam di belakang. Sedangkan Adelia, susah payah dan penuh kesabaran merawat sang ibu. Memikirkan uang bulanan,harus cukup dan tidak kekurangan. Wajar saja Adelia,tak mau kembali kepadanya


__ADS_2