
Adelia, merasa badannya mulai enak. Selepas Bimo, berangkat kerja. Dia harus pulang ke rumah, memikirkan perkebunannya di belakang rumah.
Tak lupa membawa sarapan,yang di masak bi Suriah tadi.
Setelah selesai, menyirami tanaman sayurannya. Lalu, berlanjut untuk membersihkan rumah dan halaman.
"Akhirnya beres semua,hmmm... Sudah tidak ada lagi, daun-daunan yang berserakan dimana-mana". Gumam Adelia, matanya tertuju sebuah mobil berhenti di perkarangan rumahnya.
Mata Adelia, membulat sempurna karena yang datang adalah mantan suami dan ibunya.
Rupanya Alfan, menggantikan mobilnya lebih kecil. Kemungkinan perekonomian mereka, sudah menipis saja.
"Eee...Gak tau malu yah,mantan suami dan ibunya. Sudah gak ada hubungan apa-apa,tetap aja meminta bantuan kepada mu. Ck, memalukan". Ejek tetangga sebelah,baru saja turun bu Norma sudah mendapatkan ejekkan.
"Aduhhh....Urat malunya sudah putus bu, bukankah beberapa hari yang lalu. Mencaci maki Adelia, tau-taunya malah balik lagi". Sindir ibu, lainnya.
Alfan dan bu Norma, sangat geram kepada Adelia. Cuman diam, membiarkan tetangganya ngomong aneh-aneh.
"Iya,gak malu banget sih? Padahal yah, Adelia sudah menikah. Tetap aja,mantan suaminya ganggu. Idihh...". Sahut yang lainnya.
"Adelia, mendingan kamu tutup aja pintu rumah mu. Biar benalu gak bisa masuk,heran deh".
"Ck, jangan dengerin apa perkataan orang. Yang penting Adrian,gak masalah ngurus ibu". Kata bu Norma,
Alfan, mendorong kursi roda ibunya dan mendekati Adelia.
"Mas Alfan,ibu,kalian berdua tidak malu? Apa yang mereka bicarakan,sadar diri dong. Aku sudah gak mau jaga ibumu,kalian bukan siapa-siapa aku". Adelia, mendengus dingin memandang ke arah mantan suaminya.
"Adelia,kamu kenapa sih? Seharusnya,kami yang marah sama kamu. Mentang-mentang kemarin liburan,tanpa memikirkan bagaimana keadaan kami ha? Alfan, tidak bisa bekerja kalau kamu gak ngurus ibu". Bentak bu Norma, membuat Adelia pusing aja.
Adelia, cepat-cepat mengunci pintu rumahnya. Agar mereka tidak bisa masuk, seperti rumah sendiri.
"Loh,kenapa di kunci Adelia? Aku mau bawa ibu masuk kedalam,tolong jaga ibu. Mas mau bekerja cari uang, pahami keadaan kami". Alfan, sudah risih lama-lama berada di sini. Apa lagi ocehan para tetangganya Adelia,tentu dia merasa sangat malu.
__ADS_1
"Enak saja,aku mau pergi. Sana bawa ibumu mas,aku tidak perduli dengan beliau. Kalau gak sanggup ngurus ibumu,bawa aja ke panti jompo". Tegas Adelia,malah melenggang pergi ke rumah tetangganya.
"Sini aja, Del. Biar mereka tau rasa, emangnya kamu sebodoh itu. Mau mengurus mantan ibu mertuamu,mana gak ada sopan santunnya". Gerutu tetangganya.
"Adelia, pulang dan buka pintunya sekarang!". Teriak Alfan, rahangnya mengeras seketika. Kurang ajar sekali Adelia,aku taruh kemana ibu? Nabila,mana mau ngurus dan jaga ibu.
"Alfan,bawa aja kerumah adikmu. Bukankah adikmu, anak kandungnya bu Norma. Masa jaga ibunya gak mau,dasar anak durhaka". Ucap ibu-ibu lainnya.
"Adelia,ibu cuman menginginkan kamu saja. Tolong bantu ibu,nak. Maafkan ibu, kemarin-kemarin sudah membentak mu". Bu Norma, berusaha membujuk Adelia.
Lagi-lagi Adelia,acuh saja dan asyik dengan ibu-ibu lainnya. Alfan, semakin murka kepada mantan istrinya.
"Auukk...lepas,mas!". Adelia,menghempas cengkraman mantan suaminya.
Plakkkk...
Adelia, menampar wajah mantan suaminya. Karena sudah berani menyentuhnya,lalu memaksa untuk pulang ke rumah.
Alfan, mengusap wajahnya dengan kasar. Berlalu pergi masuk kedalam mobil, meninggalkan ibunya yang berteriak-teriak memanggil Alfan.
Adelia, tersenyum smrik karena Alfan menelantarkan ibunya sendiri.
"Pergilah mas,sejauh mungkin yang kamu mau. Asalkan kamu tau,ibumu biar mati aku tidak masalah. Biarkanlah ibumu, kelaparan, kedinginan, kehujanan sekalipun. Aku tidak perduli, paham!". Teriak Adelia, sebelum mobil Alfan semakin jauh.
"Alfaaaaaaan...! Mau kemana kamu, Alfan! Jangan tinggalkan ibu, Alfan!". Bu Norma, gelabakan karena anaknya pergi begitu saja.
Adelia,membuka pintu rumah dan mau membersihkan diri. Bu Norma, tersenyum sumringah melihat Adelia membuka pintu. Sudah pasti dirinya akan di bawa masuk,lalu di urus oleh mantan mantunya itu.
"Adelia,dorong ibu nak. Makasih banyak, sudah mau mengurus ibu". Kata bu Norma, tersenyum semanis mungkin.
"Apa,bu? Aku mengurus ibu, seperti dulu lagi. Oh,maaf yah. Aku tidak mau, terserah ibu mau ngapain di halaman rumah ku". Ucap Adelia, langsung menutup pintu rumahnya.
Para tetangga Adelia, tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. Membiarkan bu Norma, sendirian di luar rumah.
__ADS_1
Bu Norma,menangis kesegukan meratapi nasibnya sendiri. Begitu teganya kah, Adelia kepadanya.
Karena Adelia,muak melihat tingkah Alfan. Sudah berjam-jam tidak kembali dan membiarkan ibunya di luar sana.
[Nabila,ibumu berada di luar rumah ku. Aku sudah tidak ada di rumah, pergi jalan-jalan. Mas Alfan, menelantarkan ibu kalian di luar. Kasian di tinggal berjam-jam, pasti kelelahan duduk terlalu lama dan kelaparan]. Adelia, mengirim pesan kepada Nabila. Mantan adik iparnya dulu,yang sok belagu sekali.
[Mbak Adelia,emang gak ada otak yah. Sudah tau,bang Alfan pergi. Malah meninggalkan ibu di luar rumah, cepat pulang mbak. Jangan sampai ibu kami kenapa-kenapa, harus tanggung jawab dong].
Adelia,mengepal erat membaca pesan dari Nabila. [Aku tidak tau,abangmu yang mengantar ibumu di halaman rumah ku. Bodo amat mau mati apa gaknya, itukan ibu kalian. Siapa suruh di antar ke sini, sudah pasti aku pergi kemana. Apa lagi sekarang aku sudah menikah,urus ibu kalian sana].
Cukup lama pesan terkirim,tak kunjung di balas Nabila. Dia sudah membaca pesan, berharap Nabila menjemput ibunya.
*************
Adelia, terbangun dari tidurnya. Ketika mendengar suara gedor-gedor pintu rumah, dia melonjak terkejut dan bangkit dari ranjang.
Ceklekk...
"Ada apa lagi,bikin keributan aja". Gerutu Adelia, rupanya Nabila datang bersama suaminya. "Oh,kalian datang rupanya. Baguslah kalau begitu, bawa ibumu dan jangan lupa jasa beliau dulu".
Braakkkk...
Nabila, mendobrak pintu rumah Adelia dengan tatapan tajam. "Gak punya hati kamu,mbak. Lihatlah ibuku, sudah lemah karena kehausan dan tidak memberikan makan".
"Aku memang sengaja gak ngasih apa-apa,sama ibu kalian. Toh,anggap saja memberikan pelajaran kepadamu agar mendatangi ibumu". Kata Adelia, dengan santainya.
"Minggir,mbak! Aku mau masuk,bawa ibuku". Bentak Nabila, lumayan keras.
Plakkkk...
Adelia, menampar wajah Nabila yang tidak tau diri itu. "Lancang sekali kamu, ingin nyelonong masuk kedalam rumah ku ha! Bawa sana ibu kalian, tidak tau malu!". Bentak Adelia,cukup keras.
Nabila, terdiam membisu sesekali melirik suaminya yang diam saja. Bu Norma,nampak lelah dan letih, bibirnya sudah kering.
__ADS_1