Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Membalas


__ADS_3

"Semua ini gara-gara kamu,mas. Aku kehilangan pekerjaan,". Devi, mendorong tubuh Alfan. Mereka berdua masih cekcok mulut,di parkiran kantor.


"Ck,kau yang salah Devi. sudah berani memfitnah diriku,atas penggelapan uang di perusahaan ini". Bentak Alfan, dengan lantangnya.


"Bukan aku mas, tetapi Reno dan Sella. Mereka berdua pelakunya, memanfaatkan kebaikan ku selama ini". Bantah Devi, langsung.


"Apa! Kurang ajar sekali,aku tidak terima atas perlakuan mereka. Kita harus membalasnya dengan kejam,agar mereka berdua keluar dari perusahaan ini". Alfan,tidak tinggal diam saja.


"Ayo,kita bekerjasama menyingkirkan mereka berdua". Devi, tersenyum sumringah dan mengajak mantan suaminya itu.


Alfan, mengangguk kepalanya dan langsung percaya begitu saja.


Devi, menyusun rencananya untuk balas dendam. Alfan, manggut-manggut mendengarnya dan tak sabar melihat mereka berdua akan di pecat juga.


Devi dan Alfan, sampai di apartemen Riko. Karena Devi,masih menyimpan kunci cadangan apartemen temannya itu.


Devi dan Alfan, diam-diam masuk kedalam dan memasang cctv. Tak lupa memberikan obat perangsang, setiap minuman dalam kulkas.


Karena sudah selesai, sesuai yang di rencanakan mereka berdua.


"Ayo,kita pulang sekarang juga. Setelah Riko, berangkat bekerja besok. Baru kita mengambil cctv ini,agar Riko tidak mendapatkan bukti apapun". Kata Devi,kepada mantan suaminya.


"Baiklah, aku ikut saja. Semoga rencana kita benar-benar berhasil, biar tau rasa Riko dan Sella". Alfan, benar-benar membenci mereka berdua.


Devi dan Alfan, sampai di sebuah taman dan meredakan emosi masing-masing.


"Jadi,kamu sudah menikah dengan Yuni?". Devi, terkejut mendengar cerita Alfan.


"Iya,aku khilaf waktu itu. Mau tidak mau,aku menikahinya". Kata Alfan, menggerutu dirinya sendiri.


"Maafkan aku,yah. Gara-gara aku membawa Yuni,jadi bertambah masalah". Devi, menepuk pundak Alfan."Aku benar-benar mencintaimu mas, makanya nekat melakukan apapun untuk mendapatkan mu. Bahkan tak sadar aku, jampi-jampi sihir agar mas suka dengan ku. Nyatanya tidak bertahan lama". Devi, menundukkan kepalanya.


"Tidak apa,aku minta maaf juga. Kemungkinan besar dari kesalahan ku, sehingga kamu nekat". Alfan, tidak membesarkan masalah itu lagi.


"Aku kangen sama kamu mas". Bisik Devi, merapatkan tubuhnya kepada Alfan.

__ADS_1


Entah kenapa, Alfan seperti tersihir menatap bibir mantan istrinya. Mereka berdua saling pandang,lalu berciuman dengan mesra.


Tanpa seseorang yang melihat, mereka berdua saling menumpahkan rasa kehangatan.


Devi dan Alfan, sudah terburai oleh nafsu yang tidak tertahankan lagi.


"Aaahh... Sshhhttt... Terus,mas... Hmmmmpt.... Sshhhttt...". Des-ah Devi, mereka bercinta di bangku taman yang sepi.


Alfan, merem melek menikmati permainan Devi. Tidak memikirkan perasaan istrinya,yang di rumah.


**************


Adelia,menghela nafas panjang. Semoga Alfan,mau mendatangani surat perceraiannya. Karena dia diam-diam mengurusnya,apa lagi mau menikah dengan Bimo.


Dia serahkan semuanya kepada Yuni, semoga berhasil. "Biar aku urus Adelia, lebih cepat lebih baik kamu nikah". Ketusnya.


Adelia, tidak masuk ke dalam rumah. Dia meminta Yuni, untuk tidak memberitahu kepada bu Norma.


[Surat Perceraian sudah ditandatangani oleh mas Alfan,besok ambil yah]. Yuni.


[Kok bisa secepat itu,apa mas Alfan tidak membacanya]. Tanya Adelia, penasaran sekali.


[Mas Alfan, pulang mabuk Del. Jadi mudah sekali meminta tandatangannya].


"Mas Alfan,mabuk? Sejak kapan mas Alfan,bisa minum-minuman keras. Aneh sekali". Gumam Adelia, terkejut mengetahui mantan suaminya bisa minum alkohol.


"Bodo amat,yang penting aku bebas dari jeratan mas Alfan. Lalu, bagaimana dengan mas Bimo? Aaaarrgghh....". Gerutu Adelia,memukul bantal guling.


Malam semakin larut, Adelia memejamkan matanya. Pagi harinya ada janji dengan Bimo,ada yang di bicarakan katanya.


**************


"Mau kemana?". Tanya Bimo, sekitar jam 7 pagi. Dia sudah datang di kediaman Adelia,baru sampai. Tetapi Adelia,mau pergi entah kemana.


"Mau ambil surat perceraian itu,yang sudah di tandatangani oleh mas Alfan". Jawabnya, sambil berlalu pergi menggunakan motor metiknya.

__ADS_1


Cuman berhalat beberapa rumah, akhirnya Adelia sampai dan mengambil surat perceraian itu. Yuni, meletakkan di bawah vas bunga sudah di janjikannya.


Samar-samar mendengar suara Alfan,tengah marah-marah kepada Yuni.


"Mas, lipstik siapa di bajumu? Malam-malam datang,malah mabuk. Apa kamu selingkuh,mas?". Tanya Yuni, lumayan keras.


"Aku mabuk,atau lipstik siapa? Bukan urusanmu Yuni,aku selingkuh gak masalah. Sejak kapan kamu,aku anggap istri ha?". Tanya Alfan, sorotan mata tajam. "Kalau kamu tidak hamil,jangan harap aku menikahi mu. Paham!".


"Mas,kamu tidak bisa seperti ini. Apa kurangnya aku mas? Setiap hari menemani ibumu, mengurusnya dan mengerjakan tugas rumah". Yuni, menghapus air matanya dengan kasar.


"Kalau kamu tidak betah tinggal di sini, pergilah ke rumah orangtuamu di kampung sana. Semenjak aku bertemu denganmu, apa-apa sial. Yang aku harapkan cuman Adelia,bukan kamu. Ancam kan itu, Yuni!". Alfan, menunjukkan jarinya ke wajah sang istri. "Kamu pembawa sial,sama dengan anak yang di dalam kandungan mu itu. Aku di pecat secara tidak hormat,di perusahaan. Semuanya gara-gara kamu,pembawa sial. Aaaarrgghh....". Alfan,yang sudah di kuasa emosi. Dia mendorong tubuh Yuni, dengan keras.


Mendengar ucapan Alfan, Adelia menutup mulutnya dengan tangan. Dia terkejut karena Alfan,di pecat secara tidak hormat. Entah kesalahan apa yang di buat,mantan suaminya itu.


"Aaakkhh.... Sakkiiiiiit mas, tolooong... Sakiiitttt, perutku, sakiiitttt...!". Yuni, meringis kesakitan karena perutnya terbentur meja.


"Astagfirullah,mas Alfan!". Pekik Adelia, langsung masuk ke dalam dan membantu Yuni.


"Ck, to perlu di tolong Adelia. Dia memang ratu drama,". Alfan, ingin menarik lengan Adelia. Namun Adelia, langsung menepisnya kasar.


"Astagfirullah mas, lihatlah darah mas. Darah!". Adelia,syok melihat darah segar mengalir deras di ************ Yuni.


"Aaakkhh... sakiiitttt Adelia, anakku. Sakiiitttt...". Yuni, meraung-raung kesakitan. Alfan,mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu, mengangkat tubuh istrinya ke keluar dan masuk kedalam mobil.


Alfan,yang gelabakan dan ketakutan melihat Yuni tak sadarkan diri.


Bu Norma, mendengarnya langsung syok berat. Tidak menduga anaknya, memperlakukan istrinya seperti itu.


"Ayo,kita pergi. Ngapain kamu, kerumah ini lagi". Bimo, akhirnya menyusul Adelia yang tak kunjung datang.


"Mas, kamu jangan salah paham yah. Tadi, ada sesuatu yang aku ambil karena...".


"Cukup, Adelia! Kamu selesaikan masalah mu dulu,kita tidak jadi pergi". Akhirnya Bimo, pergi meninggalkan Adelia dengan perasaan kecewa berat.


Adelia, terperangah mendengar ucapan Bimo dan mobilnya semakin jauh dari pandangannya. Dia tidak bisa pergi,karena menunggu bu Norma sendirian.

__ADS_1


"Maafkan aku mas, pasti kamu kecewa dengan sikap ku. Maaf,". Gumam Adelia, perasaannya tiba-tiba tidak enak jadinya. Ingin sekali menyusul Bimo, tetapi sudah janji menunggu mantan ibu mertuanya.


__ADS_2