Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Mau,mas


__ADS_3

Bimo, manggut-manggut menjelaskan semuanya. Sekarang dia paham,dan meminta maaf kepada Adelia.


Sedangkan di balik pintu,dua temannya tengah menajamkan kuping mereka berdua.


Bi Suriah, menggeleng kepalanya melihat kelakuan teman Bimo.


"Lalu, apa selanjutnya?". Tanya Bimo, walaupun dia paham maksud Adelia.


"Begini, kemungkinan besar mantan suamiku datang ke rumah dan mencari ku. Bolehkah, aku nginap malam ini saja?". Pinta Adelia, mengigit bibir bawahnya.


"Apa kata orang lain, Adelia? Sedangkan aku berpangkat PNS,masa dirumah ini ada wanita menginap. Sama saja,mencoreng nama baikku. Di luar sana,ada temanku lagi". Sebenarnya Bimo, senang jika Adelia bermalam di sini. Ucapannya cuman akal-akalan saja,agar masuk ke dalam perangkapnya.


"Begini saja,kamu cari tempat menginap malam ini gimana? Aku carikan deh,". Sambungnya Bimo, melihat Adelia kebingungan.


"Ada cara lain gak,mas?". Tanya Adelia, sebenarnya dia tidak mau kemana-mana. Semoga saja,mas Bimo ngajak nikah sekarang. Agar aku terlepas dari mas Alfan, tidak mengganggu ku lagi.Astagfirullah,aku kaya mengharapkan agar cepat nikah sama mas Bimo dong. Aaarghhh..


Adelia, menggerutu dirinya sendiri dan meremas ujung bajunya.


"Mau cara lain ada sih,gak yakin kamu mau?". kata Bimo,melirik sekilas ke arah Adelia dan menyunggingkan senyumnya.


"Apa mas, katakan saja?". Adelia, penasaran sekali.


"Menikahlah denganku,malam ini juga.Secara agama dulu, besoknya kita mengurus pernikahan di K.U.A. Bagaimana,mau gak? Agar kamu tidak di ganggu mantan suamimu lagi,aku bisa menjagamu". Ucap Bimo, memandang wajah Adelia,masih menundukkan kepalanya.


Bagaimana tidak menunduk kepalanya,dia sangat malu sekali. Walaupun ini adalah harapannya,agar mantan suaminya tidak akan menggangu dirinya lagi. "Aa-Aku mau mas". Jawab Adelia, sontak membuat Bimo tersebut sumringah dan senang mendengarnya.


"Baiklah,kamu tunggu di sini dulu. Aku menyiapkan semuanya, mumpung ada teman cari penghulu". Kata Bimo, sebelum pergi meninggalkan Adelia di dalam.


Jantungnya berdegup kencang, Adelia memegang dadanya. Sungguh tak menyangka,jika dirinya akan menikah secepat kilat."Huuuff... Syukurlah sesuai dengan keinginan ku, setelah aku menikah nanti. pasti mas Alfan dan ibunya, tidak mengganggu ku lagi". Gumamnya,namun gelisah gusar.


*************

__ADS_1


"Alfan! Alfan!". Teriak bu Norma, memanggil anaknya itu.


Akan tetapi, Alfan tak kunjung datang ke dalam kamarnya.


Bruuukk....


Bu Norma,jatuh ke lantai dan kesakitan. "Alfan! Alfan!". Teriaknya lagi,masih sama anaknya tak menjawab panggilannya.


Bu Norma, berusaha menggerakkan tubuhnya dengan ngesot di lantai. "Aaarghhh... Kemana sih, Adelia? Bilangnya cuman sebentar,tapi gak datang-datang. Awas aja, kalau sudah jadi mantu bakalan aku marahin habis-habisan. Semua harta warisannya,harus jatuh ke tanganku". Kata bu Norma,masih saja memikirkan harta kekayaan. Sedangkan dirinya, tidak sehat seperti dulu lagi.


"Alfan! Alfan! Aaarghhh..kemana sih, anak itu?". Akhirnya bu Norma, keluar dari kamar dan menuju ke kamar anaknya. Susah payah ngesot di lantai, sangat lelah dan berkeringat.


"Suara apa itu, kenapa Alfan mende-sah? Dia,dia sama siapa? Bukankah Yuni,masih di rumah sakit. Apa jangan-jangan bersama, Adelia? Aa...Yang benar saja, akhirnya tercapai sudah keinginan ku selama ini". Gumam bu Norma,mengintip sedikit demi sedikit.


Bola matanya membulat sempurna, hampir keluar semua. Bagaimana tidak syok berat, Devi tengah berkuda di atas tubuh anaknya. Mereka berdua saling mende-sah keenakan,tanpa mengunci pintu kamar.


"Alfaaaaaaan...!". Teriak bu Norma,syok berat melihat kelakuan sang anak.


"Kurang ajar sekali kamu, Alfan. Devi,kamu memang wanita murahan ha! Apa yang kalian lakukan? Kamu emang bodoh Alfan, bodoh!". Teriak bu Norma, dadanya terasa sesak dan ambruk seketika.


"Ibu..!". Pekik Alfan, langsung mengangkat tubuh ibunya. Tak lupa Devi, bergegas berpakaian untuk ikut. Tetapi Alfan, menghentikannya jangan ikut nanti bisa bermasalah besar.


Alfan, membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. Dimana Yuni,di rawat juga. Sepanjang perjalanan Alfan, menggerutu dirinya sendiri karena tergoda dengan Devi. Awalnya terkejut kedatangan Devi, katanya mau memperlihatkan video panas Sella dan Riko. Namun Ujung-ujungnya,malah dia bergairah dan melempiaskn nafsu kepada Devi.Untung saja Adelia, belum datang dan tidak melihat dirinya tengah bercinta dengan Devi. Bisa gawat darurat, Adelia tidak mau lagi mengurus ibunya.


Devi, tersenyum sumringah karena Alfan meninggalkannya di rumah. Segera mungkin mengirim video panas Alfan kepada Yuni.


"Yuni, Yuni, sekarang kamu tengah keguguran dan mengetahui perselingkuhan suamimu. Makanya jadi orang tau diri,suami teman di embat juga.Rasakan pembalasan ku,Yuni". Devi, tersenyum kemenangan. Tidak sabar melihat reaksi Yuni,ketika suaminya bercinta dengan wanita lain. Tugas Devi, sudah selesai dan segera menyusun rencana untuk mendapatkan seorang pria yang di tabraknya. Siapa lagi,kalau bukan Bimo.


**************


Sahh...!

__ADS_1


Sahhh..!


Akhirnya Adelia dan Bimo,sah menjadi sepasang suami-istri.


Adelia,menyeka air matanya mengalir di pipinya. Ini adalah pernikahan ke duanya, lumayan cepat. Berharap ini adalah pernikahan terakhirnya, lambat laun berjalan cinta akan tumbuh nantinya.


Adelia, mencium punggung tangan Bimo baru beberapa detik sudah sah menjadi suaminya.


Bimo, mencium kening Adelia dan merasakan gugup sekali.


Terasa hangat benda kenyal, menyentuh kening Adelia. Jantungnya berdegup kencang, meremas baju kebayanya.


Bimo, mengadakan acara selamatan sedikit saja. Mengundang orang-orang sekitar, lumayan sederhana. Dia memberikan mahar uang kepada, Adelia. Senilai 50 juta,satu set perhiasan emas.


Sungguh Adelia, tidak percaya dengan mahar fantastis baginya.Karena Bimo, tidak memberitahu berapa mahar yang di berikan kepadanya. Seandainya tau, dia akan menolaknya atu mengubah mahar tersebut.


Malam semakin larut,acara sudah selesai dan ruamh nampak sepi. "Ini kamarmu, sebelahnya kamarku. Kalau ada apa-apa,tinggal ketuk saja. Aku tau,kamu masih tidak siap menikah". Kata Bimo, berdiri di samping Adelia.


"Kenapa kita berpisah tidurnya,mas? ". Tanya Adelia, kebingungan dengan sikap Bimo.


"Aku pria normal Adelia,mana sanggup seorang wanita sudah sah jadi istriku dan berbaring di samping. Sudah pasti aku akan menerkamnya". Ucap Bimo, menyunggingkan senyumnya.


Adelia, menegang saat mendengar ucapan suaminya. Memang benar,dia belum siap memberikan nafkah batinnya.


"Makanya dari itu,aku memberikan waktu sampai akhirnya sah di mata negara". Bisik Bimo, di telinga istrinya yang membeku. "Selesai mengurus di K.U.A. Siap-siaplah melayani kewajiban sebagai istri,". Lanjutnya lagi.


Susah payah meneguk air liurnya, jantungnya berdegup kencang. Adelia, merasakan Bimo memeluknya dari belakang. Sekujur tubuhnya bergetar, merasakan sesuatu yang tidak biasanya.


"Tidurlah yang nyenyak,apa mau aku yang meniduri mu". Bisiknya lagi, melepaskan pelukannya.


"Gak mas,aku masuk dulu". Adelia, bergegas masuk kedalam karena ketakutan.

__ADS_1


Bimo, cengar-cengir tidak jelas. Melihat tingkah lakunya Adelia, sangat menggemaskan baginya.


__ADS_2