Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Wanita Lain


__ADS_3

"Assalamualaikum, Wulan. Ada apa?". Tanya Bimo, mengangkat panggilan Wulan.


Tak lupa Bimo, melakukan pengeras suara. Agar Adelia, mendengar percakapan mereka berdua dan tidak ada sembunyi-sembunyi.


Adelia, tersenyum kecil karena suaminya tidak mengangkat telpon lalu pergi agak jauh.


(Wa'alaikum salam, Bim. Kamu sibuk,gak?).


Tanya Wulan, suaranya terdengar lemah lembut dan halus sekali. Entah kenapa, ada rasa gemuruh dihatinya.


Kenapa aku tidak suka, melihat mas Bimo mengangkat telpon wanita lain? Apakah aku cemburu,sial mana mungkin.Batin Adelia,masih menyantap makanannya.


"Gak kok,kenapa emangnya". Tanya Bimo,lagi dan semakin erat merangkul pinggang istrinya. Tersenyum kecil, ketika Adelia menoleh kenya.


(Aku bosen Bim,kita jalan-jalan yuk. Temanin aku nonton,atau apa kek). Rengeknya Wulan, dengan manja. Sudah pasti Wulan, wanita sangat cantik dan menarik.


"Wahh...Maaf, Wulan. Karyanya gak bisa deh, soalnya beda dulu dan sekarang". Tolak Bimo, melirik sekilas ke arah istrinya.


(Kenapa, tidak bisa Bim? Dulu kamu selalu mau aja,masa sudah nikah gak bisa. Kamu pake alasan apa kek,kita cuman temanan doang). Wulan, langsung memaksa Bimo agar mau.


Adelia, semakin erat menggenggam sendoknya. Hatinya memanas mendengar ucapan, Wulan. "Ck,". Deis Adelia, terdengar oleh suaminya.


"Bedalah dulu dan sekarang, Wulan. Sekarang aku punya istri, sebagai suaminya tidak boleh berbohong. Takutnya istriku balas dendam,lalu berbohong kepadaku karena kesalahanku sendiri.Lantas, siapa yang salah duluan?Kamu cari yang lain aja,sorry yah". Kekehnya Bimo, menolak secara halus.


(Gak mau, Bim.Cuman kamu kok,teman priaku. Pliss...Mau yah,kita jalan-jalan mall dan nonton doang. Alasan apa kek, pasti istri mu tidak mengetahuinya. Percayalah kepada ku, kita sudah temanan sejak lama loh. Masa memilih istrimu,yang baru kenal). Rengeknya Wulan, membuat Adelia kesal dan mengakhiri makannya


"Pergilah mas,nanti aku di katai temanmu. Selalu mengurus mu, tidak boleh kemana-mana dan selalu memarahi mu nongrong dengan teman-teman mu". Akhirnya Adelia, beranjak berdiri dan membersihkan sisa-sisa makanan tadi.


"Aku tutup dulu telponnya, Wulan. Intinya aku tidak bisa seperti dulu,paham!". Tegas Bimo, langsung mematikan panggilannya.


Adelia,mencuci piring di Wastafel dan Bimo memeluknya dari belakang.


"Maafkan aku, mereka tidak akab aku biarkan. Jika mengatai mu, yang bukan-bukan". Bimo, berusaha membujuk Adelia.

__ADS_1


Adelia,menghela nafas beratnya dan mengangguk pelan.


Cup...


Lagi-lagi Bimo, membuat Adelia mati kutu. Mendapatkan kecupan di pucuk kepalanya,sikap Bimo sulit di tebak dan tiba-tiba mencium langsung.


Bimo, meninggalkan Adelia ke ruang tamu. Membiarkan istrinya membereskan meja makan,tinggal sedikit lagi mau selesai.


Tak berselang lama, Adelia menemui suaminya dan duduk agak jauh dari Bimo.


"Sini, kenapa jauh sekali duduknya?". Bimo, menepuk sofa di sampingnya itu.


Adelia, menggeser posisi duduknya sedikit demi sedikit. Karena lama sekali, Bimo langsung mengubah duduknya agar lebih dekat.


"Aku tau kamu gugup,ketika sedekat ini dengan ku". Bimo,membelai lembut rambut panjangnya Adelia. Namun sang empunya,diam dan membisu.


Bimo, mengangkat dagu Adelia agar memandang wajahnya. "Manis". Gumam Bimo, sambil membelai bibir bawahnya sang istri.


"Mas,". Lirih Adelia,merasa tidak nyaman dengan posisi mereka berdua. Sangat intim sekali, bahkan jarak antara wajah mereka sangat dekat.


Bimo, berlahan-lahan mengecup bibir istrinya dengan lembut. Namun, tidak ada respon terhadap ciumannya oleh Adelia.


Bimo, kesal kepada Adelia tidak membuka mulutnya. Sedikit mengigit bibir istrinya, agar terbuka dan di kuasai olehnya.


Karena sakit di gigit sang suami, Adelia membuka bibirnya.Membuat Bimo, semakin memperdalam ciuman mereka dan menekan tengkuk leher belakang.


Bimo, sangat rakus berciuman dan memainkan lidahnya. Walaupun Adelia,diam tak bergerak sedikitpun.


"Hmmmpptt...Mas,". Ciuman mereka berdua, terhenti seketika. Adelia, kehabisan nafas dan mendorong tubuh kekar sang suami. Meraup nafas dalam-dalam, sebelum Bimo mencium bibirnya kembali.


Sekarang ciuman mereka berdua, semakin panas. Tangan Bimo,menyusup ke dalam baju Adelia.


"Hmmmpptt..". Lenguhan Adelia, ketika suaminya meremas 1 gundukkan miliknya

__ADS_1


Mas Bimo,kenapa seganas ini? Aaahh..Dia meremas milikku,apa sekarang dia meminta haknya.Batin Adelia, pikirannya berkecamuk kemana-mana.


Braakkkk...


"Apa yang kalian lakukan,ha?". Teriak Alfan, tiba-tiba mendobrak pintu rumah Adelia sangat keras. Alfan dan bu Norma,syok berat melihat dua sejoli tengah berciuman mesra.


Adelia, gelabakan karena ketahuan sedang apa. Seakan-akan di pergoki,1 kampung oleh warga. Dia segera mungkin, merapikan penampilannya acak-acakan.


Sedangkan Bimo, tersenyum sumringah dan bangkit dari duduknya. Mulai melangkah kakinya, mendekati mantan suami istrinya itu.


"Kami tengah berciuman mesra,kenapa memangnya?". Tanya Bimo, tersenyum kecil.


"Adelia, ibu kecewa dengan mu. Apa ini kelakuan mu,ha? Ketika di rumah ini sendirian, inikah alasannya kamu tidak bisa menjenguk ibu?". Bentak bu Norma, langsung.


"Aku benar-benar kecewa kepada mu, Adelia. Kamu seperti wanita ****** diluar sana,demi mendapatkan uang menjaja tubuhmu ha!". Sambung Alfan, membuat Adelia marah padam.


Buughhh....


"Alfaaaaaaan..!". Teriak bu Norma,ketika anaknya di tampar oleh Bimo.


Bogem mentah mendarat di wajah Alfan,karena Bimo tidak terima atas perkataannya.


"Mas Bimo". Pekik Adelia, menutup mulutnya karena terkejut atas perlakuannya. Mendekati suaminya, memusut punggung belakang dan menenangkannya.


"Lancang sekali kamu, mengatai Adelia seperti itu ha!". Bentak keras Bimo, sorotan matanya memerah manahan amarah.


"Adelia,kenapa kamu mendekati dia? Aku yang di tamparnya, seharusnya kamu membantuku". Pinta Alfan,dia terjatuh ke lantai. Karena tamparan Bimo, sangat keras. Belum lagi tubuhnya,masih tidak stabil. Masih merasa sakit di bagian lobang pantatnya, rupanya Riko dan Sella. Benar-benar menjual dirinya, belum lagi mendapatkan kekerasan dari pria berhidung belang.


"Puas kamu Adelia, memperlakukan kami seperti ini. Usir pria itu, sebelum kami meneriaki dan memanggil para warga. Mau di permalukan oleh kami,ha? Cuman Alfan,yang mau menerima seorang wanita seperti dirimu yang tidak memiliki harga diri". Ucap bu Norma, dengan tatapan nyalangnya.


"Ini rumahku bu, seharusnya kalian yang pergi. Tidak pantas di rumah ini, apa lagi mengusir suamiku. Lagipula para tetangga dan orang sekitar, mengetahuinya kami sudah menikah". Kata Adelia, dengan lantangnya.


"Apa?". Ucap Alfan dan ibunya bersamaan.

__ADS_1


"Jadi,benar kalian sudah menikah? Tapi, kapan Adelia ha? Asal kamu tahu,aku tidak akan mendatangani surat perceraian kita. Paham kamu,!". Teriak Alfan, hatinya terasa teriris-iris mendengar mantan sang istri telah menikah tanpa sepengetahuan darinya.


Pesan suara tadi, Alfan dan bu Norma masih tidak percaya sama sekali. Bisa jadi, akal-akalan Adelia saja. Namun kali ini, membuat Alfan syok berat dan masih tak terima.


__ADS_2