Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Makan Malam


__ADS_3

Adelia, menyiapkan makan malam bersama suaminya. Menata di meja makan,aroma masakan menggoda.


"Gimana,tubuh kamu sudah sehat?". Tanya Bimo,duduk di sebelah Adelia. Kalau lihat-lihat tubuhnya, sudah baikan. Gak kaya kemarin, baguslah kalau sehat kembali.


Degggg....


Tangan Adelia, sempat terhenti ingin mengambil sayur untuk suaminya. Apa mas Bimo, meminta haknya? Baiklah,aku istrinya yang wajib melayani suami.Batinnya Adelia, mengangguk pelan.


"Alhamdulillah,kalau sudah sehat. Aku khawatir dengan keadaan mu,". Bimo, mengelus lembut rambut istrinya. Dia gugup sekali,apa jangan-jangan memikirkan hakku.Hmmmm....Aku tau,kamu tidak akan melupakan kewajiban sebagai istri.


Adelia, menahan rasa malu. Wajahnya sudah merah merona,sigap meletakkan nasi,sayur,ikan di piring sang suami.


"Ayo,kita makan mas". Kata Adelia, merasa senang makan bersama dengan suaminya. Duhh... Tatapan mas Bimo,aku sudah menebaknya. Apa jangan-jangan, malam ini dia menagihnya. Huuuff...Belum apa-apa, sudah panas dingin badanku.


Ting...


Sebuah pesan masuk di ponselnya Bimo, tertera nama Wulan.


[Bimo,boleh minum uang 30 juta gak? 3 hari bakalan aku bayarin,kamu percayakan sama aku. Jangan beritahu Adelia, takutnya dia mempengaruhi pikiran mu macam-macam. Aku gak suka dengannya, pasti dia sudah menjelekkan perilaku ku]. Wulan.


"Dari siapa mas?". Tanya Adelia, penasaran sekali.


"Wulan,dia mau meminjam uang 30 juta. 3 hari bakalan di kembalikan katanya,tapi aku gak percaya begitu saja". Jawab Bimo, menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Atau jangan-jangan,mau menebus sertifikat kebun teh. Kan paman Ramli, menggadaikan sertifikat itu kepada juragan Karno. Jangan mau mas, percaya sama aku". Cegah Adelia, menyentuh lengan suaminya. Kenapa aku tidak suka,ketika Wulan mengirim pesan kepada mas Bimo. Tapi,aku percaya mas Bimo tidak main-main dengan pernikahan ini. Astagfirullah,aku kenapa berpikir macam-macam.


"Iya, aku gak bakalan pinjamkan uang kepada Wulan. Mendingan kasih ke kamu, untuk istriku shopping, perawatan dan lainnya". Kekeh Bimo, sontak membuat sang istri tersipu malu-malu.


[Banyak sekali 30 juta, Wulan. Bukannya aku gak percaya sama kamu,tapi aku ragu. Kamu minjam sama Dolly,dia naik jabatan di perusahaan tempatnya bekerja. Bukankah kamu sering kali,jalan sama dia juga]. Balas Bimo, cengengesan.


[Dia gak ada uang sebanyak itu, katanya Bim. Pliss... Bantuin aku yah,3 hari bakalan aku kembalikan kok. Apa jangan-jangan Adelia, melarang mu untuk meminjamkan uang kepada ku? Kamu jangan percaya dengan ucapannya,dia cemburu melihat kamu perduli dengan ku] Wulan.

__ADS_1


[Uangku gak ada 30 juta, Wulan. Aku sudah membeli lahan kosong, membuka usaha baru. Jangan menuduh istriku macam-macam,ingat itu! Mendingan kamu jangan ganggu aku, itu jauh lebih baik].


Ini adalah terakhir membalas pesan, Wulan. Melanjutkan acara makan bersama,sang istri.


[Aku mohon Bimo, bantulah aku. Orangtuaku ingin menebus tanah yang di gadaikan, setelahnya baru di jual. Uang yang aku pinjam, bakalan aku kembalikan. Apa perlu aku lebihkan 5 juta,kasian orangtuaku. Tambak ikan di belakang rumah,semua ikan pada mati. Aku mohon Bimo, cuman kamu bisa menolong ku] Wulan.


Adelia, membaca pesan wulan dari ponsel suaminya. Karena Bimo,enggan untuk membuka pesan masuk itu. Dia malah menikmati masakan sang istri, rasanya sangat enak dan pas di lidahnya.


"Boleh gak,aku balas pesannya Wulan?". Adelia, meminta izin dulu dari suaminya.


"Boleh, silahkan kamu lakukan. Tidak perlu meminta izin dulu,kamu istriku Adelia. Apapun milikku,sama milikmu juga". Jawab Bimo, tersenyum sumringah.


Adelia, mengangguk pelan dan beruntung sekali memiliki Bimo. Dulu,ketika masih istrinya Alfan. Jangankan mencek ponselnya, menyentuh saja di marahi Alfan. Katanya privasi, tidak boleh mengotak-atik ponselnya.


Perlakuan Bimo, sangat jauh berbeda dengan Alfan sok belagu terhadapnya.


"Makasih mas,". Kekehnya Adelia, tersenyum manis dan mendapatkan colekan di hidung dari suaminya.


Dengan semangat Adelia,membalas pesan dari Wulan. [Waduh...Coba tanyakan dulu, sertifikat kebun teh itu. Masih di tangan juragan Karno,atau tidak? Takutnya tidak ada,sakit tak berdarah nanti]


[Pasti kamu Adelia,yah? Berikan ponselnya dengan Bimo,aku tidak ada urusan dengan mu. Dasar perusak hubungan orang lain aja, berikan ponselnya!] Wulan.


"Ck,sok belagu rupanya mereka. Bagaimana reaksi mereka, mengetahui sertifikat itu. Namun,ada di tanganku sekarang". Kata Adelia, meletakkan ponsel suaminya.


"Palingan ke sini lagi, mereka menagih sertifikat itu. Jangan takut yah, aku selalu ada untukmu". Sahut Bimo,dia sudah selesai makannya.


"Hehehehe....Aku bisa kok,mas. Menghadapi mereka semua,jangan khawatir". Kekehnya Adelia, menyelipkan rambut di telinganya.


Acara makan malam bersama, sudah selesai. Adelia, membereskan semua dan mencuci piring bekas mereka berdua.


Bimo, membantu istrinya membereskan meja makan dan menyimpan sisa lauk tadi.

__ADS_1


"Mau teh,atau kopi mas?". Tanya Adelia, pasti suaminya santai di ruang tamu.


"Nanti saja,aku masih kenyang". Jawab Bimo, melenggang pergi menuju ruang tamu.


Beres dengan pekerjaannya, Adelia menyusul suaminya yang santai menonton televisi.


"Mas, tidur disini gak?". Tanya Adelia,duduk di samping Bimo.


Bimo, menoleh ke arah istrinya. "Kamu mengusir ku,".


"Eee...Gak mas,bukan maksudku apa-apa. cuman mau ganti sprei,kalau mas tidur di sini. Sudah beberapa hari,gak ganti kok. Takutnya bau sprei nya dan mengganggu ketenangan tidur mas,nanti". Jawab Adelia,salah tingkah jadinya.


Bimo, melirik jam tangannya dan manggut-manggut tak jelas. "Mendingan aku pulang saja,besok pagi-pagi mau pergi. Ada acara di sekolahan,takut kesiangan tidur sama kamu. Kaya kemarin,lupa waktu bangun. Hehehehe....!".


Mendengar ucapan Bimo,ada merasa lega dan sedikit kecewa. Kenapa dengan perasaanku,ketika Bimo mengatakan ingin pulang? Astaga, apa yang kamu pikirkan Adelia.Batinnya, menepuk keningnya pelan.


"kamu kenapa, Adelia? Kamu marah, aku pulang". Tanya Bimo, menyentuh jemari tangan istrinya.


"Eee...Gak mas,aku gak papa kok. Aku sangat paham dengan mu,besok pagi mau ke pasar juga. Bahan sayur dan ikan,mau habis". Alibinya Adelia,jadi salah tingkah karena tatapan suaminya.


"Adelia". Lirih pelan Bimo, merapatkan tubuhnya dan mengangkat dagu sang istri.


Cup...


Kecupan lembut, berubah menjadi ciuman panas. Berlahan Adelia,membalas ciuman suaminya. Tangannya mencekram lengan Bimo,ketika suaminya memperdalam ciuman mereka berdua.


"Uughhh...!". Lenguh pelan, Adelia. Ketika Bimo, mencium seluruh lehernya.


Cup...


Bimo, mengakhiri ciumannya dan terakhir mencium kening istrinya. "Malam semakin larut,aku pulang dulu. Besok jam 7 malam,aku jemput kamu dan makan malam di luar. Harus mau yah, jangan menolak ajakan ku". Bimo, mencolek hidung mancung istrinya.

__ADS_1


Adelia, tersenyum manis dan mengangguk pelan. "Hati-hati mas, pulangnya. Iya,aku mau kok. Mana bisa,aku menolak ajakan suami sendiri". Jawab Adelia,meremas tangannya.


Bimo, pamit pulang dulu dan membiarkan istrinya bebas malam ini. Mobilnya semakin jauh,dari pandangan Adelia.


__ADS_2