Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Memberikan Pelajaran


__ADS_3

Plakkk....


Plakkkk....


"Aaarghhh....sialan kau, Sella! Awas kamu,". Teriak Devi, mulutnya sudah keluar darah segar. Kurang ajar sekali,Sella! Dia benar-benar menampar wajah ku,sial.


Bughhh...


Bughhh....


Riko,memukul perut Devi dan meringis kesakitan.


Aaarghhh.... Sakit sekali perutku,sialan kau Riko.Batin Devi, menahan rasa sakitnya luar biasa.


"Cuiihh....!" Sella,meludah di wajah Devi. "Semua ini gara-gara kamu, Devi! Berani sekali menyebabkan video panas kami. Tersebar kemana-mana, bahkan kami di pecat! Kamu memang pantas mendapatkan tamparan ku,". Teriak Sella, sangat puas memberikan pelajaran kepada temannya itu. Hahaha... Hahahah...Puas sekali aku, menyiksa diri mu Devi.


"Aaarghhh....!". Ringis Devi, rambutnya di tarik paksa oleh Riko. Sialan dia berani sekali meludahi wajah ku,awas kamu Sella. Tidak akan aku memaafkan dirimu, sampai kapan pun. Tunggulah pembalasan ku,ingat itu dan termasuk kamu Riko.


"Ck,dasar ******! Berani sekali kau, bermain-main dengan ku ha! Rupanya ancaman ku, bagaikan mainan saja begitu? Lihatlah dirimu, sudah tak berdaya ini. Aku kehilangan pekerjaan. Cuiihh...!". Riko,juga meludahi wajah Devi. Aku sangat berharap naik jabatan, nyatanya malah di pecat. Brengsek! Inilah pembalasan ku, Devi.


Devi, tidak menduga jika dirinya di hajar habis-habisan oleh Sella dan Riko. Tidak menyangka jika Riko,menjebak dirinya dan menemui sampai ke kontrakan. Tanpa ba-bi-bu lagi, Riko menculiknya ketika tak sadarkan diri.


"Riko,kita rugi besar karena kehilangan pekerjaan. Bagaimana dengan tubuhnya Devi? Sepertinya bisa menghasilkan uang banyak,". Usul Sella, tersenyum smrik. "Aku lihat-lihat tubuhnya sangat indah,pasti mahal harganya". Sella, menyeringai tajam dan melirik ke arah Devi.


"Tidaaaakkkk.... Lepaskan aku,jangan lakukan itu. Aku mohon Sella, Riko! Jangan lakukan itu,". Pinta Devi, memohon-mohon kepada mereka berdua. Kurang ajar sekali, Sella. Dia sampai ingin menjualku,apa belum puas menghajar ku habis-habisan. Aaarghhh...Kemana Alfan? Tolong aku,mas,tolong!. Devi, menjerit-jerit memanggil Alfan di dalam hatinya.


"Benar juga sayang, lumayanlah buat kita uangnya. Anggap saja dia,ganti rugi atas kehilangan pekerjaan kita". Riko, menyetujui ide kekasihnya itu. Pas sekali ide Sella, tidak salahnya aku memilih dia serba bisa. Hahahaha...Sella,kau membuatku kagum kepadamu.


"Tidaaaakkkk....Aku mohon Riko,jangan lakukan itu. Bukankah kamu, mencintaiku di bandingkan Sella! Sella, cuman mainan mu semata!". Teriak Devi, menatap tajam ke arah Riko. "Aaakkhh.... Sakkiiiiiit..." Devil, meringis kesakitan rambutnya di tarik paksa.

__ADS_1


"Apa katamu,******? Riko, cuman memanfaatkan dirimu saja. Ck, wanita yang bersama Riko malam hari itu. Cuman jebakan semata,kamu kira aku perduli dengan perselingkuhan Riko? Asalkan Riko,sayang kepadaku dan perduli. Riko, adalah kekasihku sejak lama dan kami baik-baik saja. Tidak masalah Riko, bermain-main dengan wanita lain. Asalkan jangan meninggalkan ku,". Sella, mengangkat dagu Devi dan tersenyum sumringah.


"Tidak waras kamu, Sella! Bertahan dengan pria bajingan itu,apa karena cinta kamu buta ha! Ck, mau-maunya di bodohi Riko!". Teriak Devi, air matanya mengalir deras."Kamu gila, Sella! Dasar gila!". Teriak Devi, sungguh tak menyangka Sella memang bodoh mau di permainkan oleh Riko penjilat itu.


Plak!


Plak!


"Diam,******! Jangan pernah mengatai kekasihku, nikmatilah kesengsaraan mu. Setelah selesai berurusan dengan mu, barulah kami mencari Alfan". Sella, mencekram dagu Devi dan menampar wajahnya lagi.


Sella, benar-benar murka kepada Devi karena dia kehilangan pekerjaannya.


Apa jangan-jangan Sella, sudah di guna-guna Riko? Sehingga mata hatinya tertutup dan tergila-gila dengan pria brengsek itu. Aaarghhh...sial,sial,kenapa aku percaya begitu saja dengan Riko.Batin Devi, menggerutu dirinya sendiri.


Riko, selesai menelpon seseorang dan mendekati Devi. "Kami pergi dulu, setelah seseorang datang ke sini dan menikmati tubuh mu. Lihatlah mereka mentransfer uang senilai puluhan juta, sanggupkan melayani beberapa pria? Pasti sanggup lah,kau juga menikmatinya". Seringai tajam Riko, membuat Devi semakin ketakutan.


"Tidaaaakkkk... lepaskan aku, Sella. Aku mohon, lepaskan aku. Sella, Riko,aku minta maaf kepada kalian. Tidaaaakkkk....!" Devi, meraung-raung meminta maaf kepada mereka.


"Semua ini gara-gara kalian,jika bukan kalian. Aku tidak akan melakukan hal ini, brengsek,anjing,******, kalian berdua!". Teriak Devi, meronta-ronta.


"Berteriak lah Devi,agar suaramu habis. Sebentar lagi teriakkan mu, berubah menjadi desa-han. Hahahaha.... Hahahhaa...Ayo,kita tinggalkan sayang. Waktunya memberikan pelajaran kepada Alfan,pria brengsek itu. Belum pernah merasakan, bagaimana lobang pantat di masuki senjata tumpul dan berurat". Ucap Riko, tersenyum sumringah. Karena dirinya sudah menjual Alfan, kepada seseorang.


Sebelum di jual dan dinikmati. Riko dan Sella,akan memberikan pelajaran terlebih dahulu.


Sella, mengajak ketemuan di sebuah taman. Tetapi,dia menghubungi melalui ponsel Devi.


Alfan,yang tidak tahu menahu. Dia sudah menunggu Devi,sejak tadi. Karena iming-iming uang, padahal tipu muslihat Riko dan Sella.


*************

__ADS_1


Byurrrrr....


"Uhukkk... Uhuukkk....". Alfan, terbatuk-batuk karena Riko menyiramnya dengan air.


"Aaaarrgghh... Kepalaku,sakit. Kalian siapa, aaaarrgghh...". Alfan, menggeleng kepalanya karena merasa pusing. Terakhir di ingat, dirinya berada di sebuah taman.


Namun tiba-tiba saja, seseorang memukulnya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan, Riko.


"Kalian..!". Alfan, terkejut melihat Sella dan Riko tepat di hadapannya. Sialan,apa mereka berdua mengetahuinya? Tidak mungkin secepat itu,mana Devi? Awas kamu Devi, sampai mengambing hitamkan aku.


"Kenapa pak Alfan, kaget melihat kami. Hemmm... Hahahah, jelaslah kaget". Sella, cekikikan tertawa dan menutup mulutnya.


"Pasti taukan,kami menangkap mu pak Alfan. Pastilah tau,karena kelakuan kau dan Devi. Kami kehilangan pekerjaan,mana mungkin kami tinggal diam!". Riko,menarik kerah baju Alfan.


"Brengseeekk....Kalian yang sudah bermain dengan ku,emang enak di pecat juga ha! Hahahaha... Rasakan itu,puas kalian!". Bentak Alfan,tak lupa di iringi tawanya.


Buughhh...


Buughhh...


Buughhh...


Riko,menghajar Alfan habis-habisan sampai puas. Begitu Sella, menampar wajahnya yang sudah memar dan melampiaskan amarahnya.


"Aaaarrgghh.... lepaskan aku, lepassss...". Alfan, memberontak. Tubuhnya terasa sakit, mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Riko.


"Hahahaha... Tidak semudah itu,pak Alfan kami melepaskanmu". Kata Sella, tersenyum sumringah.


"Benar sekali,kami sudah menjual dirimu kepada pria hidung belang. Sama persis dengan Devi, sekarang dia sudah mende-sah keenakan. Anggap saja,ganti rugi atas kelakuan kalian. Siap-siaplah lobang pantatmu, semakin besar. Hahahaha.... Hahahaha...". Riko, tertawa terbahak-bahak. Puas rasanya memberikan pelajaran kepada Alfan dan Devi.

__ADS_1


"Kurang ajar kalian, sampai kapan pun. Akan aku balas,awas kalian ha! Aku balas kalian, lepaskan aku! Lepas!Sella!Riko! Lepaskan aku! Brengseeekk... Aaarghhh...!". Teriak Alfan,yang tidak di hiraukan oleh Riko dan Sella.


__ADS_2