Cukup Satu Kali

Cukup Satu Kali
Keguguran


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Yuni,mas?". Tanya Adelia,ketika Alfan pulang kerumah sore hari.


"Yuni, keguguran Adelia. Aku malah senang dia keguguran,menikah dengannya cuman membawa sial saja. Dia masih di rumah sakit,ada orangtuanya datang. Aku capek Adelia,mau istirahat dulu yah. Tolong jaga ibu, beberapa hari". Pinta Alfan, dengan tatapan sendu."Kemungkinan besok Yuni, pulang ke rumah ini atau gaknya. Males sekali meladeni keluarganya itu, buang-buang uang". Gerutunya, membuat Adelia menggeleng kepalanya.


"Astagfirullah,jangan berbicara seperti itu.Aku tidak bisa menjaga ibu mu, terlalu lama. Aku juga sibuk, mengurus macam-macam". Adelia,mendengus kesal. Enak saja mau di urus ibunya, sedangkan dirinya enak-enak istirahat. Aku harus keluar dari rumah ini, dengan alasan yang bagus agar Alfan tidak curiga.


"Mengurus apa Adelia? Apa mau mengurus pernikahan mu, astaga dimana letak hati nurani mu. Aku sedang tertimpa masalah besar, rujuk kembali kepada ku saja. Akan aku ceraikan Yuni,demi kamu adelia. Apapun akan aku lakukan, asalkan kita bersama lagi". Ucap Alfan, tersenyum dan ingin meraih tangan mantan istrinya.


Adelia, langsung menghindarinya. Baginya tak sudi di sentuh oleh, Alfan."Aku tidak bisa,mas. Pamit pulang dulu,mau ganti pakaian dan mandi. Baru ke sini lagi,kasian ibumu". Alibi Adelia.


"Baiklah, setelah selesai ke sini lagi. Tolong pahami aku yah,jangan lupa masak makanan kesukaan ku. Sudah lama aku tidak merasakan masakan mu, Del. Mas kangen sekali, dengan mu juga". Alfan, mempercayai ucapan Adelia yang pulang cuman sebentar saja.


"Gampang itu,mas". Jawab Adelia, tersenyum sumringah dan pergi keluar dari rumah.


Tetapi, Adelia akan pergi kediaman Bimo. Lebih baik dia, cepat-cepat menikah dengannya. Daripada terus saja di ganggu Alfan,apa lagi sekarang dia pengangguran.


"Huuu... Akhirnya aku bebas, secepatnya aku pergi dari rumah ini. Semoga saja Bimo, tidak marah besar terhadap ku". Gumam Adelia, harus bergegas membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi.


Sedangkan Alfan, mendekati ibunya yang tengah berbaring di atas ranjang. Menceritakan tentang dirinya, sudah di pecat dari perusahaan.


"Satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita,cuman Adelia yang bisa kita andalkan bu. Aku ingin sekali rujuk kembali,bisa jaga ibu juga". Kata Alfan,mengusap wajahnya dengan kasar.


"Baiklah, ibu setuju dengan idemu. Tapi,kemana Adelia? Apa dia masak nak". Tanya bu Norma,karena tidak mendengar suara Adelia lagi.


"Oh,katanya Adelia pulang dulu bu. Mau membersihkan diri,terus ke sini lagi. Aku tadi menyuruhnya untuk membawa beberapa pakaian,biar gak bolak-balik lagi. Dia setuju kok bu, namanya Adelia pasti nurut dan mau di bodohi". Jawan Alfan, tersenyum merekah.


"Baguslah,kalau lama tidak ke sini. Kamu cepat susul sana,bawa Adelia kesini. Cuman dia yang paham sama ibu,". Bu Norma, tersenyum karena Adelia tidak kemana-mana lagi. Sekarang Yuni, sudah keguguran.


"Bu,aku ingin menceraikan Yuni. Dia pembawa sial bu,". Kata Alfan, langsung di setujui ibunya. Asalkan di gantikan oleh Adelia,yang sudah memiliki segalanya.

__ADS_1


[Aku sudah mengambil cctv di apartemen Riko. Kapan kita ketemu dan menyebarkan video ini. Alfan,kau akan terkejut melihat videonya]. Pesan Devi, masuk di ponselnya Alfan.


Alfan, tersenyum sumringah dan tidak sabaran menjatuhkan Sella dan Riko.


[Besok saja, aku hari ini capek Dev. Gara-gara Yuni, keguguran tadi].


Alfan, langsung membalas pesan mantan istrinya itu. Hingga akhirnya mereka berdua, saling berbalas pesan.


****************


Adelia, sampai di kediaman Bimo. Dia terkejut melihat rumahnya, lumayan besar dan halaman luas. Dia sambut hangat oleh bi Suriah,menjaga rumah Bimo.


"Mas Bimo,ada bi?". Tanya Adelia, masuk kedalam.


"Duduk dulu,non Adelia.Bibi, buatkan minuman yah. Pak Bimo,masih diluar non. Kemungkinan sebentar lagi,akan pulang". Jawab bi Suriah,yang di angguki Adelia.


Adelia, calingukan melihat sekeliling ruangan. Sungguh rumah besar, nyaman,dan tenang.


"Makasih bi,". Kata Adelia, tersenyum kecil."Mas Bimo,tinggal sama bibi saja kah?". Tanya Adelia, basa-basi.


"Tidak,non. Bibi,tinggal di sini sama pak Bimo dan suami. Suami bibi,menjaga kebun di belakang. Alhamdulillah, berkat pak Bimo kami mendapatkan tempat tinggal yang layak. Serta mendapatkan gajih, perbulannya". Jawab bi Suriah, tersenyum.


"Oh, apakah bibi punya anak? Maaf,aku banyak tanya.hehehe...". Kekehnya Adelia, cengir kuda.


"Gak papa non,malah senang ada teman bicara. Bibi, pernah kecelakaan non. Waktu itu, sedang mengandung buah hati kami. Bibi, keguguran dan rahim harus di angkat". Bi Suriah,menyeka air matanya.


"Yang sabar bi,maafkan aku sudah membuat sedih". Adelia,merasa iba mendengar cerita bi Suriah.


"Tidak apa non, semoga pernikahan non dan pak Bimo secepatnya punya momongan. Biar bibi, merasakan bagaimana menggendong anak. Bolehkan non,". Kata bibi Suriah,yang di angguki Adelia.

__ADS_1


"Bi,mas Bimo pernah bertemu mantan istrinya di rumah ini?". Tanya Adelia, mengorek-ngorek informasi sedikit dengan bi Suriah.


"Pernah non,tapi cuman di depan rumah saja. pak Bimo, tidak mau mantan istrinya masuk kedalam. Yah... Tidak tau, kenapa?". Jawabnya bi Suriah.


"Bibi, mendengar apa yang mereka bicara?". Tanya Adelia, kekepoannya meronta-ronta sudah.


"Mantan istrinya,mau minta rujuk non. Tapi,pak Bimo gak mau. Malah di usir langsung, pintu rumah di kunci. Mantan istrinya menggedor-gedor pintu rumah ini,tetap saja pak Bimo tidak menghiraukannya. Mencegah bibi,jangan membuka pintu sebelum mantan istrinya pergi". Jawab bi Suriah, entah kenapa hati Adelia merasa senang mendengarnya.


"Oh, begitu yah bi. Maaf,banyak tanya". Kekehnya Adelia, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mesin mobil terdengar dari luar, samar-samar mendengar pembicaraan seseorang di luar.


Rupanya Bimo dan kedua temannya datang,mata mereka tertuju pada Adelia yang berdiri.


Bimo, mematung seketika dan terkejut melihat di rumahnya ada Adelia. Kedua temannya saling menyenggol dan mengejek.


"Mas,aku...". Kata Adelia,saat Bimo mendekati dirinya.


"Ikut aku,dulu. Kalian berdua duduk dulu,". Perintah Bimo, kepada dua temannya.


Adelia, mengikuti kemana Bimo membawanya dan masuk kedalam kamar. "Mas, kok ke dalam kamar sih?". Tanya Adelia, kebingungan.


"Lalu,kanapa tiba-tiba ke rumah ku? Tidak bisakah, menghubungi ku dulu". Bimo, menatap lekat manik-manik mata calon istrinya itu.


"Aku ingin menjelaskan semuanya mas,pliss... Jangan marah kepadaku,". Pinta Adelia, tersenyum kecil dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Menjelaskan tentang kamu di rumah,mantan suamimu begitu? Aku sudah mengatakan kepada mu, selesaikan dulu masa lalumu". Kata Bimo,duduk di tepi ranjang.


"Dengarkan dulu mas,apa penjelasan ku. Aku mohon mas,". Pinta Adelia, menyentuh lengan Bimo. Membuat Bimo, menghela nafas beratnya dan mengangguk pelan.

__ADS_1


Adelia, tersenyum karena Bimoli mau mendengarkan penjelasannya agar tidak ada salah paham lagi.


__ADS_2