Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Kata Maaf


__ADS_3

"Kesya mau kemana ? ke Ancol, Dreamland, taman, pasar malam, atau mau baju, boneka, coklat, permen ?" tawar Prilly pada Kesya yang masih duduk terdiam dengan wajah tanpa ekspresi. Marah, Kesal, mungkin itulah yang Kesya rasakan sekarang.


"Kamu pikir saya tidak mampu untuk semua itu, bahkan saya bisa memberikannya lebih." jawab Ali dengan nada ketusnya. Sepertinya bukan Kesya saja yang merasa kesal namun Ali pun merasakan hal yang sama.


Prilly berdiri dari posisi berlututnya didepan Kesya, berjalan mendekati Ali dengan wajah yang sedikit memerah,


"Saya tahu saya tidak sesukses dan tak sekaya anda, tapi apa salahnya saya melakukan hal yang saya mampu untuk mendapatkan maaf ? saya tau saya salah, mungkin bagi orang lain kesalahan saya itu masih wajar, tapi entah untuk anda. Saya hanyalah manusia biasa yang tak jauh dari kata lupa dan salah, jadi tolong jangan mengganggu saya untuk mendapatkan kata maaf dari putri anda." balas Prilly tak kalah kesal,


Dalam ruangan yang luas ini hanya terdapat tiga orang, namun suara yang ada melebihi sepuluh orang. Beradu mulut dengan suara yng terbilang keras membuat gadis kecil yang sedari terdiam menjadi terusik.


"Berisikkk..." teriak Kesya membuat Ali dan Prilly terdiam seketika, sepertinya amarah membuat mereka lupa jika masih ada anak kecil yang seharusnya tak pantas untuk mendengar pertengkaran itu.


"Papah sama Kak Pirlly berisik, Kesya sebel."


"Sayang maaf ya, bukan maksud kak Prilly mau berisik di rumah Kesya, kak Prilly mau minta maaf sama Kesya karena kemarin kak Prilly lupa mengantar bunga Kesya. Kak Prilly benar-benar lupa sayang, apa kak Prilly harus membawakan bunga mawar kuning itu sekarang untuk Kesya ? atau kak Prilly harus apa supaya kak Prilly mendapatkan maaf dari Kesya." entah sudah berapa banyak Prilly memberikan penawaran untuk Kesya, namun sepertinya belum ada satupun penawaran yang menarik hati Kesya.


"Sayang jawab dong jangan diam aja, kak Prilly jadi bingung. Kesya jawab kak Prilly harus gimana sekarang biar Kesya maafin kak Prilly?"


"Kesya sebel." hanya itulah kata yang Kesya ucapkan.


"Kesya di sekolah pernah dikasih tau bu guru atau pak guru tentang marah kepada orang lain tidak ?" ucap Prilly membuat Kesya menatap tajam mata Prilly, seolah ingin tau apa maksud ucapannya,


"Marah sama orang itu boleh tapi ada batasnya, apa Kesya tahu berapa batasnya ?",


"3 hari, kalau kita marah sama orang lebih dari 3 hari Allah akan marah sama kita, karena manusia diciptakan untuk saling tolong menolong, saling bersahabat, saling memaafkan bukan untuk bermarahan." jelas Prilly pada Kesya,


"Apa iya ?" tanya Kesya, akhirnya setelah sekian kali Prilly mengajaknya berbicara kini Kesya menjawabnya juga.


"Iya, coba tanya sama papah." ucap Prilly sambol sedikit melirik malas pada Ali,


"Pah apa benar kata kak Pirlly?" tanya Kesya membuat Ali sedikit gugup,


Kini Ali dilanda rasa bingung, ingin menjawab tidak namun Ali tak tega untuk membohongi Kesya apalagi apa yang diucapkan Prilly ada benarnya. Namun jika Ali mengatakan iya itu berarti Kesya akan memaafkan Prilly, Ali tak mau itu terjadi dalam waktu dekat ini. Bagaimana ini ?


"Pah, benar apa tidak?" tanya Kesya lagi dengan tangan menarik ujung kemeja Ali,

__ADS_1


"Eh..egh..iy..iya benar." jawab Ali dengan sedikit gugup membuat Prilly tersenyum kemenangan,


"Tuh kan bener kata kak Prilly, jadi gimana Kesya masih mau marah sama kak Prilly tapi dibenci Allah atau mau maafin kak Prilly?"


"Sebenarnya Kesya masih marah sama kak Pirlly tapi Kesya takut Allah marah sama Kesya, jadi Kesya mau maafin kak Pirlly." ucap Kesya membuat Prilly tersenyum bangga,


"Makasih Kesya sayang." ucap Prilly sambil memeluk tubuh kecil Kesya, namun baru beberapa detik Kesya langsung melepas pelukan Prilly membuat Prilly menatap Kesya bingung.


"Kenapa sayang ?"


"Kesya bakal maafin kak Pirlly kalau kak Pirlly mau ajak Kesya kesuatu tempat."


"Kemana ?" lalu Kesya mendekatkan badannya pada Prilly dan membisikkan sesuatu membuat Prilly tersenyum tipis.


"Itu aja ?"Kesya mengangguk,


"Itu gampang buat kak Prilly." ucap Prilly tersenyum bangga membuat Ali melirik penasaran,


***


"Sayang jangan lari-lari nanti jatuh." teriak Perempuan yang sedang berada dikasir berulang kali, namun tetap saja dihiraukan oleh gadis kecil itu.


"Jangan lari atau kita pulang." ucap laki-laki yang duduk dipojokan dengan nada sedikit kerasnya, membuat gadis kecil yang sedang berlarian menjadi berhenti dan diam tertunduk.


Buru-buru perempuan itu berlari menghampiri gadis kecil itu dan memeluknya hangat, terlihat ada air mata yang menggenang dipelupuk matanya.


"Kau bilang kau tak suka jika ada orang yang membuatnya menangis, tapi sekarang apa ? kau sendiri yang membuatnya menangis." ucap perempuan itu pada laki-laki yang menatap gadis kecil itu dengan tatapan bersalah. Dengan buru-buru laki-laki itu beranjak dari duduknya dan menghampiri gadis kecilnya,


"Kesya, maafin papah ya papah gak marahin Kesya kok, papah cuma pengen Kesya hati-hati jangan lari-larian begitu." ucap Ali dengan lembut pada Kesya yang masih nyaman memeluk erat perut Prilly,


"Papah jahat."


"Jangan buat mood Kesya jadi hancur, hari ini saya memenuhi janji saya untuk mengajak Kesya kesini agar Kesya bahagia dan melupakan masalah kemarin, jadi biarlah Kesya melakukan apapun agar dia bahagia, jika memang anda ingin menegurnya , tegurlah dengan kata-kata dan nada suara yang layak." ketus Prilly pada Ali,


Kemarin Kesya memang marah pada Prilly, namun akhirnya Kesya memaafkan Prilly namun dengan satu syarat yang harus Prilly terima, yaitu Prilly harus mengajak Kesya ketempat yang penuh dengan bunga, dan toko bunganya lah yang menjadi tujuannya.

__ADS_1


Hari ini beda dengan hari sebelumnya, jika kemarin Kesya terlihat acuh kepada Prilly kini berubah drastis, hari ini Kesya malah terlihat akrab sekali dengan Prilly dan mengacuhkan Ali.


"Papah sama kak Pirlly harus baikan." ucap Kesya tiba-tiba membuat Ali dan Prilly saling bertatapan,


"Kesya tidak mau Allah marah sama papah dan kak Pirlly, jadi Kesya mau papah dan kak Pirlly baikan." ucap Kesya lagi,


"Sayang, kak Pirlly sama papah Kesya tidak marah kok sayang, kita baik-baik saja, iya kan Li ?"


"Iya sayang, papah tidak marah kok sama kak Pirlly,"


"Bohong !" ucap Kesya cepat. Sepandai-pandainya Ali Prilly menyimpan kebohongan, pasti akan terlihat juga, apalagi Kesya.


"Okey, papah akan minta maaf sama kak Prilly, papah ngaku salah karena percuma juga papah membohongi Kesya karena Kesya paling susuah untuk dibohongi." akhirnya Ali sadar juga kalau dirinya salah.


Kesya pun yang mengerti langsung melepas pelukannya pada Prilly dan mendorong pelan Prilly kearah Ali, seketika Prilly merasa gugup dengan perlakuan Kesya. Ali mulai mendekat, semakin dekat semakin cepat pula jantung Prilly berdebar, digenggamnya tangan Prilly, ditatapnya mata hazelnya.


"Prill, disini, didepan Kesya aku mau minta maaf. Aku tau kalau aku salah, tidak seharusnya aku memperlakukanmu seperti kemarin apalagi didepan banyak orang. Maaf, kemarin aku terlalu marah padamu, kamu tau sendiri kan Kesya adalah peri kecil kesayanganku, aku tidak mau dia bersedih apalagi sampai menangis seharian seperti kemarin, yang aku mau hanyalah kebahagiaan Kesya, semahal apapun akan aku berikan asal dia bahagia. Entah dari mana sifatku ini bermula, secara spontan aku selalu marah kepada siapapun mereka yang telah membuat Kesya bersedih. Prill, apakah kamu mau memaafkanku ? demi Kesya." ucap Ali dengan tatapan mata yang tak lepas dari mata indah Prilly, sedangkan Prilly yang ditatap kini sedang sibuk mengatus detak jantungnya yang berdetak tak karuan. Jujur, semarah-marahnya ia pada Ali, dalam hati masih ada rasa kagumnya pada Ali tanpa berkurang sedikitpun.


"Bagaimana ?" ucap Ali lagi membuat Prilly tersadar dari lamunannya, kini Prilly kembali terdiam, dalam otaknya ia sedang mencoba merangkai kata demi kata yang akan ia ucapkan didepan Ali.


"Hmm...ak...aku maafin kamu, tapi aku mohon bertindaklah lebih dewasa lagi, jangan suak marah-marah tak jelas apalagi itu bisa menjatuhkan orang lain. Satu lagi, jagalah tingkah laku dan tutur katamu karna apa yang kamu lakukan bisa saja akan Kesya lakukan pula." jawab Prilly dengan detak jantung yang tak beraturan.


Entah apa yang merasuki mereka, sampai-sampai mereka sadar akan kesalahan mereka, apakah cinta mulai ada diantara mereka ? entahlah, biarlah mereka yang menentukan sendiri.


"Terima kasih, Insya Allah akan aku lakukan. Entah apa yang Kesya suka darimu, yang pasti sejak bertemu kamu sepertinya dia merasa nyaman dan bahagia." ucap Ali melepas genggaman tangan Prilly.


"Asyik papah dan Kak Pirlly baikan." Kesya berteriak girang sambil bertepuk tangan membuat Ali dan Prilly tersenyum manis, ternyata sangat mudah membuat gadis kecil itu kembali tertawa seperti ini, namun juga terlalu mudah membuat gadis itu menangis, jadi Prilly harus lebih berhati-hati dalam bertindak agar tidak masuk keluban yang sama lagi.


"Kalau gini kan Allah tidak marah, Allah bakal sayang Kesya, papah, sama kak Pirlly. Terima kasih kak Pirlly udah ajak Kesya ketempat yang penuh bunga-bunga, Kesya seneng banget hari ini." ucap Kesya sambil memeluk erat perut Prilly, lagi-lagi rasa itu muncul lagi setelah sekian lama pergi.


"Sama-sama sayang, sekarang Kesya itu kak Prilly anggap jadi adik kak Prilly, jadi kalau Kesya bahagia kak Prilly pun bakal bahagia. Kesya janji sama kak Prilly kalau Kesya harus rajin belajar, nurut sama papah dan nenek, jangan nakal dan jangan ngamberk-ngambek lagi ya, nanti kak Prilly ajak jalan-jalan ketempat yang bagus deh."


"Makasih kak Pirlly." Kesya semakin erat memeluk Prilly, lalu pelukan itu mulai merenggang dan Kesya mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Prilly yang posisinya lebih tinggi darinya,


"Kalau kak Pirlly jadi mamah Kesya gimana ? Kesya sedih karena Kesya tidak punya mamah yang bisa nganterin Kesya sekolah." ucap Kesya dengan tatapan mata sendu, dan seketika ucapan Kesya membuat Ali Prilly saling bertatapn kaget dengan ucapan Kesya.

__ADS_1


Apa maksudnya ?


__ADS_2