
Dengan hati tak karuan Prilly membawa mobil dengan kecepatan lebih, entah kenapa hati Prilly jadi tidak enak. Sekarang hanya Kesya yang Prilly pikirkya, sepertinya Kesya sudah sangat spesial bagi Prilly.
Perut yang sedari tadi berbunyipun Prilly acuhnya, sekarang Prilly masih ada hutang mengantar bunga untuk Kesya, hati Prilly seolah gak tenang sebelum bunga ini sampai ke tangan Kesya.
Jam sudah menunjukkan 16.41 itu berarti malam hampir tiba, jalanan kota jakarta juga sedikit ramai dari jam" biasa, banyak orang-berlalu-lalang. Saat sedang ingin menambah kecepatan mobilnya tiba-tiba saja lampu lalu merah menyala, mau gak mau Prilly harus menghentikan mobilnya. Prilly merogoh handpone didalam tasnya dan mulai mengetik pesan pada seseorang.
"Maaf toko saya sedang kedatangan stok-stok bunga, saya terlalu sibuk sampai saya benar-benar lupa. Maaaf sekali lagi, 10 menit lagi saya sampai, sampaikan maaf saya kepada Kesya."
Tulis Prilly lalu memasukkan kembali handphonenya kedalam tas, tak lama kemuafian lampu hijau menyala dan Prilly mengemudikan mobilnya ke tempat tujuan.
***
"Sayang besok kita ketoko bunga kak Prilly ya, beli bunga banyak buat mamah. Mau ?" Tawar Ali pada Kesya yang sedari tadi cemberut.
"Tapi bunga Kesya hari ini mana ?"
"Hari ini gak udah dulu ya, kan bunga kemarin masih bagus tuh liat." Tunjuk Ali pada Vad disamping tangga.
"Itu kemarin, bukan sekarang. Kesya maunya sekarang bumga kak Pirly pah."rengek Kesya
"Iya sayang kita ke toko kak Prilly yuk" ajak Ali pada Kesya yang dijawab dengan anggukan semangatt. "Kesya ambil jaket dulu sana, papah juga mau ambil jaket." Perintah Ali, karna mengingat langit sudah hampir gelap.
Tak lama Ali kembali dengan jaket hoddie yang sudah melekat ditubuhnya, disusul Kesya dengan Jaket biru bermotif doraemonnya.
"Ayok pah, nanti keburu malam."
"Ayok sayang," tuntun Ali pada Kesya sambil keluar rumah. Asaat Ali membuka pintu utama, Ali dan Kesya dikejutkan dengan kedatangan seseorang.
"Kak Pirly."teriak Kesya kegirangan sambil memeluk erat perut Prilly.
"Kesya sayang maaf ya kak Prilly telat, tadi kak Prilly sibuk banget. Maaf ya sayang." Prilly mengelus rambut kesya sambil menunduk dan mencium rambut Kesya.
"Kesya nunggu dari tadi,"Kesya melepas pelukannya dan mundur beberapa langkah. Menyilangkan kedua tangannya dan mengerutkan bibirnya. Bukannya takut Prilly malah dibuat gemas dengan tingkah Kesya. "Iya sayang maaf ya, maafin kak Pirly. Ini bunga nya buat Kesya." Sebuah buket bunya cantik Prilly serahkan pada Kesya yang diterima dengan senang hati.
__ADS_1
"Maaf ya Prill jadi merepotkan mu, Kesya memang gitu orangnya. Dia kalau udah nyaman suka kayak gitu. Maaf ya jadi gamggu pekerjaan kamu." Ali bersuara tak enak.
"Enggk kok Pak A....."
"Ali,"sambung Ali memutuskan ucapan Prilly. Memang kadang Prilly masih bingung memanggil nama Ali. Ingin menyebut Pak tapi terlalu tua untuk wajah Ali yang masih muda, ingin memanggil Ali juga takut tidak sopan.
"Eh iya Li gak papa kok,aku juga seneng ketemu Kesya. Ketemu cewek cantik yang super lucu ini." Ucap Prilly sambil mencubit pelan pipi gembul Kesya.
"Sama-sama Li. Aghhh." Ucap Prilly diakhirri erangan pelan sambil memegang perutnya. Tak salah lagi kalau sudah berhubungan dengan perut pasti maag Prilly kambuh, Prilly salah satu orang yang tak bisa namanya telat makan.
"Kenapa Kak Pirly ? Kak Pirly kenapa ?"
"Kenapa Prill ?"
Ali dan Kesya panik, Ali spontan merangkul Prilly dan membawanya masuk. Sedangkan Kesya mengijutinya dibelakang.
Jarak antara Ali dan Prilly sangat dekat, tak ada sela sedikitpun. Tanpa Ali sadari jantung Prilly berdetak kencang, bukan karna sakit yang ditahannya tapi karna dekatnya jarak mereka.
"Sayang temani kak Prilly sebentar ya,"perintah Ali pada Kesya dan pergi meninggalkan mereka diruang tamu.
"Kesya sayang kak Pirly, Kesya mau kak Pirly jadi mamah Kesya." Spontan Kesya memeluk Prilly, Prilly yang mendengar jelas ucapan Dibuat kaget. Apa ? Menjadi ibu Kesya ? Apa aku pantas ? Apa aku bisa ? Batin Prilly bertanya-tanya. Prilly tak menjawab, Prilly hanya mengelus pelan rambut Kesya .
1 menit...
2 menit...
3 menit...
Kesya dan Prilly masih berpelukan tanpa ada sedikit suara, sampai akhirnya terdengar derap langkah semakin dekat.
Ali datang dengan secangkir teh hangat yang disusul Rosi dibelakangnya.
"Prilly kenapa nak ?"tanya Rosi yang membuat Prilly sedikit kaget." Eh tante Prilly gak papa kok, cuma telat makan aja jadi maagnya agak rewel." Jawab Prilly sedikit malu.
__ADS_1
"Ini diminum dulu Prill teh nya mumpung masih hangat."Prilly hanya mengangguk, sedangkan Kesya masih nyaman memeluk Prilly.
"Prilly makan dulu yuk, tante udah masak. Kesya sayang ajak kak Prilly makan ya."perintah Rosa yang diangguki Kesya.
"Gak usah tante, Prilly langsung pulang aja." Prilly merasa tak enak.
"Udah ayo gak usah sungkan - sungkan, anggap saja rumah sendiri, tante siapin dulu ya." Lalu Rosa pergi meninggalkan mereka. Ali menatap lekat wajah Prilly kemudian beralih pada Kesya yang masih nyaman dipelukan Prilly. Dalam hati Ali sangaat tersentuh melihat kedekatan anak gadisny dengan perempuan cantik yang masih sebentar dikenalnya. " Sayang, ajak kak Prilly makan yuk biar kak Prilly cepet sembuh, lepas dulu pelukannya sayang." Perintah Prilly yang langsung dilaksanakan oleh Kesya.
"Ayok kak Prilly kita makan, masakan nenek enak banget loh kak." Kesya berdiri dan menarik Prilly keruang makan. Ali yang melihat itu hanya dapat tersenyum.
***
Malam itu suasana di ruang makan sangat hangan sekali, candaan dilontarkan membuat seiisi ruang makan tertawa bersama. Kesya yang minta disuapi Prilly, Ali yang memarahi Kesya karna mengganggu dan merepotkan Prilly, Rosa yang tak enak hati dengan perlakuan Kesya, dan Prilly yang dengan senang hati memperlakukan Kesya seperti anak sendiri.
Semakin malam semakin dekat mereka, jam sudah menunjukkan pukul 19.43 wib, Prilly yang ingin pamit pulang selalu dihalang - halangi oleh Kesya. Semakin malah semakin dekat dengan Kesya . Hingga akhirnya memberikan 1 syarat yang harus Prilly lakukan sebelum Prilly pulang.
Membacakan dongeng sampai Kesya benar- benar tidur
Syarat itu Prilly terima dengan senang hati, Prilly menceritakan dongen Putri tidur sambil sesekali mengucap perlahan pipi Kesya membuat Kesya merasakan kenyamanan. Tak habis ceritanya kesya sudah terlelap dalam tidurnya, sedangkan Ali duduk menungguinya disofa sudut kamar Kesya.
Ali bangun menghampiri Prilly," Terima kasih ya Prill sudah buat Kesya seneng hari ini, maaf sudah merepotkan mu dan sudah membuat maag kamu kambuh" ucap Ali tak enak hati.
"Bukan salah Kesya kok Li, ini salah aku sendiri kok. Aku juga seneng bisa dekat demgan kesya."
"Terima kasih Prill"
"Sama-sama Li,"
"Kesya bersikap seperti itu mungkin karna dia rindu dengan sosok ibunya, ibu yang seharusnya ada disampingnya, menemani suka duka Kesya tapi harus dengan cepat kembali ke sang Pencipta." Ucap Ali berkaca-kaca.
Prilly mengulurkan tangannya mengusap air mata di sudut mata Ali, " Dia sudah tenang disana, aku gak keberatan dengan sikap Kesya, aku sangat menyayangi Kesya seperti adikku sendiri.
"Terima kasih Prill" ucap Ali yang spontan memeluk erat Prilly. Prilly yang kaget hanya mematung dalam pelukan Ali.
__ADS_1
Apa ini mimpi ?
Perlahan tangan Prilly terangkat dan membalas pelukan Ali, "Li...."