
"Kak Pirlly Kesya mau itu, Kesya suka itu, Kesya belum punya yang itu." rengek Kesya ketika Prilly memamerkan boneka doraemon berukuran besar kepada Kesya, bukan hanya besar, tapi sangat-sangat besar. Untuk membawanya pulang kerumah saja Prilly harus dibantu 3 orang laki-laki penjaga toko.
Prilly dan Kesya adalah dua gadis berbeda umur yang sama-sama menyukai kucing biru dari Jepang itu, hampir semua barang milik Kesya dan Prilly berwarna biru dan bermotif doraemon.
Prilly juga tidak menyangka jika yang dibawa Lia ke rumah sakit adalah boneka doraemon berukuran besar yang sangat langka dijual dipasaran. Lia berkata, saat ingin membeli buah untuk suaminya ia tak sengaja melewati sebuah toko boneka dengan doraemon besar yang dipajang dietalase depan toko. Seketika Lia teringat dengan putri kesayangannya itu, tanpa berpikiran panjang Lia masuk dan membeli boneka itu untuk putri kesayangannya.
"Boneka ini punya kak Prilly, Kesya boleh pinjam tapi jangan diminta ya," goda Prilly, seketika sorotan sendu terpancar dari kedua bola mata Kesya. Walau hanya lewat layar ponsel Prilly bisa jelas melihat mata sendu Kesya.
"Sayang itu punya kak Prilly, Kesya kalau mau besok papah belikan. Ingat kata papah kita tidak boleh mengambil atau meminta yang bukan hak kita." Ali mengelus lembut kepala Kesya,
"Iya pah, Tapi Kesya boleh pinjam kan pah? Kesya suka," tanya Kesya menatap Ali,
"Tanya kak Prilly dong sayang, kan boneka itu milik kak Prilly." Kesya mendekatkan dirinya pada layar laptop Ali,
"Kak Pirlly Kesya boleh pinjem boneka itu ? sebentar aja, boleh ya ?" rayu Kesya dengan wajah yang sangat dekat dengan kamera,
"Kesya pipinya itu, penuh nih ponsel kak Prilly sama pipi Kesya." Prilly tertawa gemas melihat wajah Kesya, bukannya menjawab Kesya malah semakin mendekatkan wajahnya pada layar laptop dan merekapun tertawa bersama.
Akhirnya, setelah sekian lama Ali membujuk Kesya kini Kesya bisa tersenyum kembali. Dan ini yang Ali suka, melihat dua bidadarinya bisa tertawa, bercanda walau hanya lewat layar laptop.
"Kak Pirlly jawab Kesya dong!" Kesya semakin Kesal karna Prilly terus saja tertawa dan menghiraukan ucapan Kesya,
"Boleh dong sayang, besok kalau kak Prilly pulang kak Prilly ajak Kesya main doraemon di rumah kak Prilly."
"Yeee, besok kak Pirlly pulang." ucap Kesya girang,
"Bukan besok sayang, kak Prilly masih lama disini. Kak Prilly mau main ke rumah upin ipin dulu." ucap Prilly yang diakhiri dengan tawa,
"Yah... Kesya kangen kak Prilly, kapan Kesya dapat bunga dari kak Prilly lagi ? ."
"Sabar ya sayang, disini ayah kak Prilly lagi sakit. Kak Prilly harus jaga ayah kak Prilly sampai sembuh, karna kak Prilly sayang sama ayah. Kalau Kesya kan bisa setiap hari ketemu papah, kalau kak Prilly harus nunggu lama buat ketemu ayah kak Prilly. Jad... "
__ADS_1
"Tapi Kesya gak bisa ketemu mamah." ucap Kesya cepat,
Seketika suasana menjadi hening, Ali dan Prilly saling bertatapan walau hanya dari layar.
"Sayang... " Ali mengelus lembut pipi Kesya,
"Mamah sudah bahagia di Surga, Kesya jangan sedih karna Kesya tidak bisa bertemu mamah. Kesya tidak boleh menyalahkan siapapun, ingat ini semua sudah kehendak Allah. Kesya tidak bisa bertemu mamah, tapi Kesya selalu dijaga, selalu ditemani oleh mamah. Setiap saat mamah ada disamping Kesya, jangan iri dengan orang lain."
"Dengar kata papah sayang. Maaf sayang, bukan maksud kak Prilly untuk iri sama Kesya. Kesya sudah besar, Kesya pasti akan paham dengan ucapan kak Prilly. Semangatt sayang, kirim doa terus untuk mamah di Surga."
"Iya kak Prilly."
"Sekarang Kesya bobok, ini sudah malam. Besok lagi video call nya , okey ?"
"Okey kak Pirlly, Kesya tunggu kak Pirlly pulang."
"Okey sayang, selamat malah gadis cantik, mimpi indah dan jangan lupa berdoa."
"Kesya sayang kak Pirlly,"
"Papah juga sayang Kesya, sayang kak Prilly juga." ucap Ali membuat Prilly tersipu malu,
Setelah berpamitan akhirnya Kesya meninggalkan kamar Ali dan bergegas menuju kamarnya. Kini hanya tinggl 2 orang yang masih terjaga dengan jarak dan waktu yang memisahkan.
"Jaga kesehatan disana, makan yang teratur, kalau pergi-pergi pakai masker."
"Siap pak bos, kamu juga jangan lembur malam-malam, jangan lupa jaga kesehatan juga, jaga Kesya , dan jaga sholatnya." ucap Prilly dari seberang sana,
"Kesya, sholat, dan kamu yang selalu aku utamakan."
"Utamakan itu cuma satu bukan tiga," tawa Prilly pecah,
"Pertama sholat, karena sholat adalah kewajiban umat islam. Sesibuk-sibuknya kita harus bisa meluangkan sedikit waktu untuk sholat. Kedua, Kesya dan Ibu. Mereka adalah bidadari-bidadari ku, mereka cintaku, aku akan menjaga mereka sebisa ku. Dan kamu yang ketiga saat ini, tapi suatu saat nanti kamu pasti akam menjadi yang paling utama buat aku."
__ADS_1
"Eh eh, itu dari awal omongannya sudah bagus gitu, bijaksana banget. Tapi, pas terakhir-terakhir kok gak jelas gitu ya, ngelantur omongannya. Hahaha, "
"Haha, jangan bahas cinta aku lemah soal cinta."
"Bahas apa dong sekarang ?"
"Gak ada yang perlu dibahas sekarang, sekarang waktunya tidur. Ini sudah hampir tengah malam, besok aku harus kerja."
"Okey pak bos, semangat selalu kerjanya. Jaga mata, jaga hati disana." ucap Prilly sambil mengedipkan matanya,
"Kamu juga, ingat ada hati yang harus dijaga."
"Sudah-sudah ayo tidur, semakin malah semakin tidak jelas omongannya."
"Ayo sayang," goda Ali,
"Ih sayang, sayang aku ya ? sayang banget apa sayang aja ?"
"Dulu sayang aja, sekarang sayang banget."
"Ululuh sayangnya aku," Prilly bersuara seperti anak kecil,
"Ayo tidur Prilly, besok lagi video callnya."
"Okey Ali, selamat malam, selamat tidur, semoga mimpi indah."
"Selamat malam juga Prillyku, Semoga mimpi aku."
Dengan sama-sama tersenyum video call itu sudah terputus, sepertinya baru sebentar mereka sama-sama bercanda, tertawa bersama. Tapi ternyata, malam sudah semakin larut. Mungkin jika esok hari mereka tidak sama-sama memiliki kegiatan, mereka akan mengahabiskan waktu bersama sampai pagi.
Semakin hari, semakin dekat. Semakin hari, semakin hilang rasa canggung dan rasa malu mereka. Saling perhatian dan saling terbuka.
"Ya Allah, jika memang dia engakau datangkan untuk hamba, dekatkanlah ya Allah. Buat di merasa nyaman denganku, buat hamba menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk nya. Jadikan hamba imam baginya." ucap Ali dalam hati,
__ADS_1
Sepertinya Prilly lah orang kedua yang berhasil membuka hati Ali yang sudah lama terkunci. Dulu mendiang istrinya yang berhasil membuatnya luluh, namun semenjak kepergian sang istri hati Ali kembali tertutup rapat. Hingga akhirnya perlaham Prilly bisa membuka hati Ali kembali.