Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Ada apa ?


__ADS_3

Udara pagi berhembus semilir lembut, terasa sejuk saat membelai kulit. Sinar matahari pun terasa hangat saat menyentuh kulit. Jam kira-kira menunjukkan angka 7.32 menit. Sudah banyak orang berlalu-lalang memenuhi jalanan, namun beda dengan Prilly yang masih duduk santai di depan teras rumahnya. Dengan susu hangat ditangannya, ia menikmati udara pagi yang berhembus sambil sesekali menyesap susu itu.


"Nikmat banget ya hidup gue." ucap Prilly dengan tawanya,


"Loh Prill belum berangkat ?" tanya Lia yang tak lain adalah ibu Prilly dengan beberapa plastik hitam ditangannya,


"Belum bu, nungguin ibu pulang dari belanja." Prilly beranjak dari duduknya dan membantu mengambil alih plastik-plastik yang ada ditangan ibunya dan menaruhnya diatas meja.


"Oh gitu." Lia berucap sambil mendaratkan pantatnya dikursi samping Prilly duduk,


Prilly berdiri sambil menyambar jaket yang ia taruh disandaran kursi, mencium kedua pipi Lia dan pamit untuk pergi ke toko.


Dengan mobil mewahnya Prilly membelah jalanan yang sudah lumayan sepi menuju toko bunga, dengan musik yang menggema didalam mobil Prilly mengamati jalanan didepannya. Bahkan, sesekali mulutnya ikut bersenandung mengikuti musik itu.


Tak butuh waktu lama kini mobil mewahnya sudah terparkir rapi pada tempat khusus di depan toko yang memang ia sediakan untuk menyimpan mobil kesayangannya selama bekerja. Dengan kaca mata yang bertengger dikepalanya Prilly melenggang masuk ke dalam toko. Baru saja ia membuka pintu kaca itu, Prilly sudah disambut dengan wanginya bunga-bunga didalamnya. Terlihat juga beberapa pelanggan yang sedang memilih-milih bunga bahkan juga ada yang berfoto-foto. Prilly hanya diam membiarkan mereka berfoto-foto asal mereka tidak merusak.


"Pagi Dilla." sapa Prilly pada Dilla yang sedang asyik memasukkan uang dimesin kasir.


"Pagi bu bos, tumben jam segini baru dateng ?" tanya Dilla, pasalnya Prilly selalu datang lebih pagi dan ikut membantu karyawan-karyawannya mengantarkan bunga kepelanggan.


"Mulai sekarang aku memutuskan untuk berdiam aja di toko. Lama-lama kelayapan di jalanan capek juga ya, panas banget. " ucap Prilly yang diakhiri dengan tawa,


"Beneran ?"


"Iya lah, ngapain bohong. Bohong dosa tau."


"Eh kemarin ada yang nyariin bu bos lo."


"Siapa ? Ali ?" jawab Prilly cepat.


"Iya, siapa dia ? kok jawabnya cepet banget." tanya Dilla dengan senyum devilnya, sedangkan Prilly menatap Dilla aneh.


"Ya pelanggan lah Dilla cantik, masa iya mantan aku."


"Kok jawabnya cepet gitu ?"


"Ya emang masalah ? kan aku tau orangnya, kalau aku nggak tau pasti aku jawabnya lama. Bener nggak ?"


"Hehe iya juga ya." jawab Dilla cengengesan.


"Dah ah aku mau siapin bunga dulu buat Kesya."Prilly berucap sambil beranjang dari kursi dan pergi meninggalkan Dilla. Saat Prilly pergi, Prilly sedikit mendengar teriakan Dilla namun Prilly tetap diam mengacuhkan.

__ADS_1


Prilly berjalan menyusuri rak-rak yang berisi berbagai macam bunga, matanya tak pernah lepas dari bunga-bunga cantik yang tertata rapi disampingnya. Ini lah yang membuat Prilly sangat mencintai pekerjaannya, menata dan merawat bunga adalah hobbynya.


Langkah Prilly terhenti pada rak dipojok toko, rak yang dipenuhi berbagai macam warna bunga mawar. Mawar merah, putih, kuning, merah muda, dan ungu tertata rapi dirak bercat abu-abu itu. Wanginya sangat menyengat, membuat orang yang menciumnya ingin berlama-lama disitu. Prilly mengulurkan tangannya dan mengambil 2 tangkai mawar kuning serta merah dari tempatnya, menarik kursi kecil dan duduk disana. Diraihnya gunting khusus yang tergeletak disamping rak, memotong ujung tangkai mawar itu satu per satu agar terlihat rapi. Setelah semua tangkai mawar itu rapi, Prilly meletakkan kembali gunting itu pada tempat semula.


Prilly beranjak dari duduknya dan membawa 4 tangkai mawar itu pergi. Berjalan melenggang menuju almari kecil tempat dimana plastik dan solatip itu disimpan. Diambilnya 1 buah solatip, 4 lempar plastik bermotip bunga serta gunting kecil. Prilly kembali menuju kasir dan duduk disana, terlihat kasir itu sepi tak ada orang, kemana Dilla ? Prilly membatin.


Dengan tangan lihainya Prilly mulai memasang plastik bermotif itu mengelilingi tangkai bunga, melipat ujung plastic sebelum ia memberi solatip. Setelah plastik itu tertata rapi mengelilingi tangkai bunga, tak lupa Prilly menempelkan pita kecil disana. Prilly juga kembali memasang plastik itu pada 3 tangkai bunga lainnya.


Tanpa membutuhkan waktu lama, bunga mawar itu sudah tertata rapi didepannya. Bagi sebagian orang, menghias bunga itu pasti sulit dan membutuhkan waktu lama, namun tidak dengan Prilly. Bahkan Prilly terlihat sangat mudah menghias bunga-bunga itu.


"Dilla..."teriak Prilly memanggil Dilla yang sedang sibuk merapikan bunga yang baru datang.


"Iya bu bos, kenapa ?"tanya Dilla menghampiri Prilly dengan tangan yang penuh dengan bunga.


"Ada motor? Aku mau anter bunga nih."Prilly berucap sambil memperlihatkan 4 tangkai bunga itu ditangannya.


Dilla berpikir sejenak lalu berkata, "Motor nggak ada bos, udah dipakai semua. Kan kata bu bos mau diam aja di toko, jadi ya saya suruh aja Asep pakai motornya."


"Hmm... yaudah deh nggak papa, aku pakai mobil aja. Jagain toko ya."ucap Prilly lalu pergi meninggalkan toko.


"Lah aneh sekali bu bos, katanya mau diam di toko ? lah sekarang malah mau anter bunga. Aneh sekali."guman Dilla sambil menatap punggung Prilly yang mulai menghilang.


***


"Wah bonekanya banyak sekali sayang."ucap Rosa yang tak lain adalah nenek Kesya. Rosa yang baru datang dengan segelas susu ditangannya.


"Nenek..."gadis itu menoleh kearah asal suara.


"Kesya betah banget mainnya, nggak mau masuk kedalam ?"tanya Rosa seraya meletakkan segelas susu itu disamping Kesya.


"Bentar nek, Kesya beresin dulu."ucap Kesya sambil memasukkan satu per satu bonekanya kedalam keranjang kecil khusus ia membawa bonekanya.


"Nek, papah kemana ?"


"Papah Kesya lagi kerja kan, emang kenapa sayang ?"


"Oiya Kesya lupa, hehe."


Setelah membereskan semua mainannya, Kesya dan Rosa masuk ke dalam rumah. Kini nenek dan cucu itu memasuki ruang keluarga, sebelum Kesya menikmati acara tv kesukaannya Kesya terlebih dulu memasukkan kembali mainannya ke kamar. Selagi menunggu Kesya, Rosa pergi ke dapur untuk menyiapkan cemilan, cemilan kesukaan Kesya. Kesya yang baru saja menaruh mainannya lalu berlari ke ruang keluarga. Menyalakan televisi lalu berlari dan naik kesalah satu sofa yang ada. Dengan tangan mungilnya ia memencet-mencet tombol remote untuk mencari kartun doraemon kesayangan. Setelah mendapatkannya Kesya menaruh kembali remote itu dan fokus pada televisi di depannya.


Terdengar tawa nyaring Kesya saat ia melihat tanyangan dengan adegan lucu, Rosa yang datang dari dapurpun tersenyum saat melihat tawa cucu kesayangannya tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Kesya sayang ini nenek bawa cemilan kesukaan Kesya , dimakan ya sayang."ucap Rosa yang dibalas anggukan oleh Kesya.


Setelah menaruh cemilan Kesya dimeja Rosa berjalan mendekati Kesya dan duduk disampingnya. Membelai lembut rambut panjang Kesya dengan tangannya yang sudah mulai mengkriput. Cucu yang dulu selalu digendongnya kini sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat menggemaskan.


Saat sedang asyik menonton acara televis bersama Kesya, terdengar beberapa kali bel berbunyi. Dengan perlahan Rosa beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu. Ditariknya pintu besar itu kedalam , setelah pintu itu terbuka lebar terlihat seorang gadis cantik yang sedang berdiri disana dengan senyum manisnya.


"Selamat siang bu."sapa Prilly dengan senyum ramahnya kepada Rosa.


"Selamat siang juga."balas Rosa.


"Saya Prilly mau mengantar bunga untuk Kesya bu, apa Kesyanya ada ?"tanya Prilly dengan ramah.


"Ada kok, sebentar ya."Rosa sedikit membalikkan badannya dan membelakangi Prilly lalu berteriak memanggil cucu kesayangannya,"Kesya..."teriak rosa memanggil Kesya. Tanpa mengulang penggilan itu, Kesya sudah terlebih dahulu datang.


"Kak Pirlly..." teriak Kesya heboh saat melihat Prilly.


"Hai sayang, kakak bawa bunga nih buat Kesya."ucap Prilly sambil memperlihatkan 2 jenis bunga mawar ditangannya.


"Asyikkk, Kesya dapat bunga lagi." Teriak Kesya kegirangan sambil menatap Rosa.


"Ini bunga kuning seperti yang Kesya mau, dan ini bunga merah dari kak Prilly untuk Kesya."jelas Prilly sambil menyerahkan 4 tangkai bunga mawar itu kepada Kesya.


"Makasih kak Pirlly."ucap Kesya dengan mata yang berbinar. Tanpa diduga tiba-tiba Kesya mendekatkan dirinya kepada Prilly dan memeluk erat perut Prilly, Prilly yang merasa kaget dengan pelukan tiba-tiba dari Kesyapun langsung membalas pelukan Kesya. Sama dengan Prilly, Rosa juga terlihat kaget dengan gerakan spontan Kesya.


"Sama-sama sayang, "ucap Prilly sambil mengusap punggung Kesya yang masih betah memeluknya. Setalah puas memeluk Prilly, akhirnya Kesya melepaskan pelukan Prilly. Dari dalam lubuk hati Prilly, ia merasakan sedikit rasa aneh pada Kesya.


"Sayang, kalau begitu kak Prilly pamit pergi dulu ya sayang."pamit Prilly sambil merapikan poni Kesya yang sedikit berantakan.


"Kok cepet sih kak, kak Pirlly nggak mau masuk dulu ke rumah Kesya? Kesya punya boneka banyak lo."tanya Kesya dengan tatapan yang sedikit sendu, seperti ada sorot kesedihan dari bola mata indahnya.


"Iya nak, nggak masuk dulu ? ibu bikin in minum dulu."tawar Rosa.


Dengan senyum manisnya Prilly berucap,"Makasih sebelumnya bu, tapi saya harus pergi karena masih ada keperluan."ucap Prilly yang merasa tak enak menolak tawaran Rosa dan Kesya.


"Yasudah kalau begitu nggak papa."


Prilly sedikit berjongkok mencoba mensejajarkan badannya dengan badan Kesya,"Kesya sekarang kak Prilly nggak bisa mampir ke rumah Kesya, mungkin lain kali aja ya sayang, kak Prilly masih ada kerjaan soalnya."ucap Prilly pelan dengan tangannya yang mengelus pipi Kesya yang sedikit tembem.


"Yaudah deh nggak papa, tapi janji ya."ucap Kesya sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Prillypun menautkan jari kelingkingnya ke jari kesya,"Iya sayang kak Prilly janji."


"Yasudah bu, Kesya saya permisi dulu ya. "Prilly kembali berdiri seperti posisi tadi."Assalamualaikum."Prilly mengucap salam terlebih dahulu sebelum pergi meningalkan rumah besar milik Ali.

__ADS_1


"Walaikumsalam."balas Kesya dan Rosa bersamaan. Setelah Prilly tak terlihat, Kesya dan Rosa kembali masuk ke dalam rumah mewahnya.


__ADS_2