Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Ya / Tidak ?


__ADS_3

Disebuah café yang dipenuhi hiasan kelap-kelip lampu serta alunan music klasik membuat suasana semakin romantis. Disebuah meja diujung sana sudah duduk sepasang laki-laki dan perempuan, sepasang tapi bukan sepasang kekasih. Dengan gaun hitam yang melekat ditubuh mungilnya membuat sang perempuan sangat cocok dan serasi dengan laki-lakinya yang mengenakan setelan jas berwarna hitam didepannya.


“Kamu mau pesan apa Prill?” tanya Ali pada Prilly yang sejak datang tadi hanya malu-malu kucing.


“Aku ngikut kamu aja Li.”Ali mengangguk dan melambaikan tangan pada pelayan yang berjaga.


Ali menerima buku menu dan membolak-balikkan lembar demi lembar untuk mencari makanan yang pas untuk Prilly dan dirinya, “Mba spageti 2, kentang goreng 1, jamur chrispy 1, sama brokoli goreng 1, minumnya…?”Ali memandangi Prilly dengan tatapan bertanya. “Jus alpukat.”jawab Prilly yang paham dengan maksud tatapan Ali.


“Jus alpukat 2 mba, yang satu jangan pake susu.”pelayan mulai mencatat satu persatu pesanan Ali.”Saya cek dulu ya pak, spageti 2, kentang goreng 1, jamur chrispy 1, brokoli goreng 1 , dan jus alpukat 2 yang satu tidak pakai susu, ada tambahan lain?”


“itu dulu mba, nanti saya panggil jika ada tambahan.”ucap Ali yang diangguki oleh pelayan.


Sepeninggal pelayan suasana kembali hening, hanya lantunan lagu dan suara ramai pelanggan lain yang terdengar. Ali belum ada topic pembicaraan dengan Prilly, begitupun sebaliknya. Tak lama satu persatu  pesanan Ali mulai diantarkan, dan dengan senyum manisnya Ali menawarkan agar Prilly menyantap makanannya.


“Dimakan Prill, nanti kalau kurang pesan lagi. Untuk malam ini aku yang traktir.”


“Iya Li makasih banyak ya, wah boleh dong bungkus buat orang rumah, lumayan mumpung gratis. Hahaha .”canda Prilly dengan senyum khasnya.”Wah boleh dong, asal jangan banyak-banyak ya, boros.”canda balik Ali membuat mereka berdua tertawa bersama.


“Terima kasih sudah menerima ajakan makan malamku Prill, bukan maksud apa-apa ini  Cuma sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah mau direpotkan oleh Kesya, udah mau nganterin bunga untuk Kesya, padahal kamu punya banyak kaeyawan tapi semenjak ada Kesya kamu harus turun tangan langsung.”


“Tidak perlu berterima kasih, itu sudah kewajiban aku. Aku berani merintis bisnis aku juga harus berani dengan kesibukan yang aku dapat. Gak semua harus aku alihkan pada karyawan, kalau aku bisa kenapa harus minta bantuab orang lain, karna bagiku kepuasan pelanggan itu nomor satu.”jawabnya dengan senyum manisnya membuat Ali yang melihatnya dibuat salah tingkah serta kagum oleh ucapan Prilly. Gadis semuda dia sudah sukses dengan bisnis bunganya, siapq yang tak bangga coba.


“Prill…”

__ADS_1


“Iya?”


“Hmm...soal ucapan Kesya kemarin aku minta maaf ya, jangan masukin kehati ya. Jujur aku gak tau kalau Kesya bakal berucap seperi itu."Ali berucap tak enak.


“Ucapan Kesya yang mana?”Prilly bertanya seolah-olah lupa dengan ucapan Kesya.”Soal Kesya yang minta kamu jadi mamahnya.”ucap Ali pelan.


“Em…iya Li gak papa kok, aku paham sama kondisi Kesya. Diusianya yang masih sekecil itu sudah harus kehilangan sosok mamahnya. Sekecil itu belum pernah merasakan kasih sayang mamahnya, jadi aku memaklumi tingkah Kesya kok.”


“Diusia Kesya yang segitu, harusnya dia mendapatkan kasih sayang lebih dari orang tuanya, pergi sekolah diantar mamahnya seperti teman-temannya,tapi apa harus buat ? Takdir berkata lain, Tuhan lebih sayang sama mamah Kesya, Tuhan lebih tau mana yang terbaik buat dia dan Kesya.”tanpa sadar dari sudut mata Ali mengalir cairan bening yang buru-buru ditepis oleh Ali, berharap Prilly tak melihatnya menangis.


“Kesya beruntung mendapat papah seperti kamu, punya nenek yang sayang sama Kesya. Kesya tumbuh dan berkembang dengan kasih sayang yang tak kalah dari lainnya. Kesya anak kuat pasti jika sudah waktunya nanti Kesya akan mendapatkan pengganti mamahnya.”ucap Prilly mencoba menguatkan Ali.


“Kamu mau?”ucap Ali spontan membuat Prilly yang sedang memakan kentang tersedak.”Uhuk…”dengan cepat Ali menyodorkan jus alpukat kepada Prilly.”Minum dulu Prill, “ Prilly meneguk jus alpukat itu sedikit demi sedikit.


“Maksud kamu?”tanya Prilly lagi.


Degh… Akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut Ali, kata-kata yang diam-diam selalu ditunggunya, selalu dinantinya. Tapi setelah seperti ini apa yang harus Prilly lakukan ?


“Maaf sebelumnya, kenapa harus aku ? apa kamu tidak ada calon selain aku?”


“Jujur semenjak kepergian istriku aku tidak pernah membuka hati ku untuk siapapun, tapi semenjak kenal kamu, semenjak kamu hadir dalam kehidupanku dan Kesya perlahan hati ini mulai terbuka dengan sendirinya, sepertinya hati ini memilih kamu. Maaf jika aku lancing, maaf jika ak…”


“Apa aku pantas untu Kesya?”ucap Prilly cepat.

__ADS_1


“Kenapa tidak pantas ? apa yang membuat kamu berbicara seperti itu ?”


“Aku belum pengalaman dalam mengurus anak, apalagi seusia Kesya. Aku takut kalau aku tidak pantas untuk Kesya.”


“Itu bukan masalah Prill, aku cuma meminta izin sama kamu. Bolehkan aku serius denganmu ?”kini Ali lebih serius berbicara pada Prilly, menatap tajam kedua bola mata Prilly memperlihatkan bahwa dia benar-benar yakin dengan ucapannya.


“Jujur aku juga ngerasa ada yang aneh saat kenal kamu, hati ini yang dulu tertutup sekarang perlahan-lahan mulai terbuka. Bismillah aku mau Li.”


“Soal Alex?”tiba-tiba pikiran Ali mengingat pada Alex, pasalnya setau Ali Alex pernah mengisi hati Prilly dulu, Ali takut jika kedatangannya mengganggu hubungan mereka berdua.


Bukannya menjawab Prilly malah tertawa pelan,”Kenapa dengan Alex? Alex hanya masalalu aku, kami sudah tidak ada rasa sedikitpun, semejak kejadian dulu kami sama-sama berjanji bahwa kami masih harus berteman, menganggap sahabat, keluarga tanpa boleh mempermainkan hati. Laigian Alex juga sudah punya cewek dan kami bertiga berteman dengan baik, jadi kenapa harus Alex?”


Ali bernafas lega, tapi kemudian berucap kembali,”kamu bilang kenapa harus Alex ? apa ada yang lain ? samai kamu berbicara seperti itu ?”


“Bukan begitu maksudku Li, Intinya jangan pernah berfikir tentang aku dan Alex lagi, kami sudah tidak ada apa-apa.”


Ali mengelus dadanya pelan,”Alhamdulillah, Jadi mulai sekarang kita bisa lebih serius lagi ?”Prilly mengangguk.”Bisa sama-sama membuka hati, mengenal satu sama lain ?”lagi-lagi Prily mengangguk.”Jadi sekarang kita memiliki hubungan lebih?”lagi-lagi Prilly mengangguk malu.


“Bismillah aku menerima keseriusan kamu Li,”Ali tersenyum bangga, merain kedua tangan tangan Prilly kemudian mengcup punggung tangannya pelan.


“Terima kasih Prill, aku tau ini terlalu cepat, tapi aku yakin hati ini gak akan salah.”


“Sama-sama Li, ajari aku jika aku salah, tegur aku jika aku salah.”Ali mengangguk,”Pasti Prill, kita harus sama-sama belajar.”

__ADS_1


Malam ini, di café ini menjadi tempat saksi bisu keseriusan Ali dan Prilly. Tempat dimana Ali berani mengungkapkan isi hatinya, dan Prilly juga mengungkapkan isi hatinya. Kini mereka sudah sama-sama membuka hati, tak perlu lagi memendam dalam hati.


Karena malam yang sudah semakin larut dan besok mereka berdua harus kembali ke aktivitas mereka akhirnya Ali mengajak Prilly pulang. Membawa keluar anak gadis orang sampai larut malam juga tak baik.


__ADS_2