
Dengan senyuman bahagia Prilly melangkahkan kakinya mendekati 2 menara kembar itu. Menara Petronas, salah satu tempat favorite di Malaysia yang wajib dikunjungi.
Berkali-kali Prilly pergi ke Malaysia, namun sayangnya ini pertama kalinya Prilly bisa melihat menara kembar itu secara langsung. Tinggi menara itu lebih tinggi dari yang Prilly bayangkan, tentu saja lebih indah dan cantik dari gambar-gambar yang pernah Prilly lihat.
"Ayah kenapa jahat sama Prilly?" Prilly menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya,
"Jahat kenapa sayang?" dengan bergandengan tangan layaknya pasutri baru, Andi dan Lia menghampiri Prilly yang sedikit jauh dengannya.
"Coba hitung berapa kali Prilly menginjakkan kaki di Malaysia ?"
"Eh... 1, 2, 3, 4, dan ayah lupa."
"Prilly udah berkali-kali kesini tapi belum pernah diajak lihat menara kembar upin ipin ini. Tiap kesini paling diajak ke belanja, makan, jalan-jalanpun dekat-dekat, eh habis itu Prilly pulang."
"Karna ini waktu yang tepat sayang, udah ah jangan cemberut gitu. Liburan itu dinikmati, dibikin bahagia, jangan malah cemberut gitu." ucap Lia,
"Ayah sama ibu jalannya jangan dekat-dekat Prilly pokoknya," ucap Prilly sambil menyilangkan tangan didadanya,
Lia dan Andi saling bertatapan, kenapa dia ?
"Ayah sama ibu gandengan udah kaya pengantin baru aja, Prilly sendiri. Huh... " kesal Prilly,
"Astaga anak ibu cemburu, biarin lah Prilly sudah lama LDRan kita." ucap Lia membuat Andi tertawa pecah,
"Makanya cepet cari pasangan biar bisa kayak Ayah sama Ibu," ujar Andi,
"Prilly sudah punya yah," ucap Lia yang langsung dipeloti oleh Prilly,
"Ups, keceplosan."
"Kenalin keayah dong Prill, ayah juga pengen tau."
"Ayah ibu nyebelin, sana pacaran dulu. Prilly mau keliling-keliling cari bule, siapa tau ketemu juga sama upin-ipin dan kak Rose."
Prilly berbalik badan dan berjalan meninggalkan kedua orang tuanya yang masih menahan tertawa melihat tingkah putri kesayangannya itu.
"Puas-puasin dulu pacarannya, besok kalau sudah di Indonesia giliran aku yang pacaran. Haha... " ucap Prilly pada dirinya sendiri,
Prilly berjalan mendekati bangunan itu, semakin jauh langkahnya semakin jelas pula keindahan menara kembar itu. Menara itu lebih tinggi dari yang Prilly bayangkan, lebih besar dan pastinya lebih indah daripada gambar-gambar yang pernah dilihatnya.
Prilly mengeluarkan ponselnya, mengabadikan moment dengan cara berselfi. Untung saja dia membawa tongsis dalam tasnya, sehingga Prilly tak perlu repot-repot meminta tolong orang untuk memotretnya dalam jarak yang lumayan jauh.
"kalau ada ayah bisa nih minta tolong buat fotoin aku, biar kaya dimedia sosial, jadi remaja yang kekinian banget." gerutu Prilly,
Matahari semakin terik, namun tidak menurungkan niat pada wisatawan untuk tetap menikmati keindahan menara kembar itu. Prilly yang menyerah dengan panasnya matahari di Malaysia, akhirnya menjauh dari kerumunan-kerumunan itu dan berjalan mencari tempat duduk yang sekiranya sedikit teduh.
__ADS_1
"Panasnya sama saja seperti di Indonesia." desis Prilly,
From : Ali
• Selamat siang Prilly, jangan lupa makan siangnya :)
• Hati-hati holidaynya, jangan ceroboh dan tetap nurut sama ayah dan ibu, 🙂
• Rindu dari Kesya, 😊
3 pesan Prilly terima, seketika terukir senyuman manis dari bibir Prilly, pesan dari orang yang didambakannya saat ini.
Sebelum berangkat tadi, Prilly juga sudah berpamitan dengan Ali dan meminta maaf jika Prilly tidak ada waktu untuk Kesya. Dan Ali memahami itu,
**To : Ali
• Jangan lupa makan siangnya, semangat kerjanya papah Ali 🙂
• Rindu juga buat Kesya dari kak Prilly 😘**
"Panas... " walau sudah berada ditempat yang teduh Prilly masih saja merasa kepanasan, mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah untuk menghasilkan angin dan sedikit mengurangi kegerahan pada dirinya.
Sambil berteduh Prilly menikmati berbagai pemandangan didepannya, banyak orang berlalu-lalang yang sejak tadi dipandangnya.
"Gila, betah banget mereka sama panas matahari." guman Prilly mengamati orang-orang disekelilingnya,
"Nenek... " dengan boneka ditangannya Kesya menuruni anak tangga sambil sesekali memanggil neneknya.
"Nek... "
"Nenek dimana ?" semakin Keras Kesya memanggil neneknya.
"Dibelakang sayang," jawab Rosa dari arah taman belakang, dengan rambut yang terurai Kesya berlari menghampiri Rosa yang sedang menyiram tanaman.
"Kenapa sayang?" tanya Rosa ketika Kesya sudah berada dihadapannya,
"Nenek lagi siram apa ?" tanya Kesya,
"Nenek lagi siram bunga baru nenek, kemarin nenek diberi bunga kamboja sama temen nenek." ucap Rosa sambil menyiram tanamana itu bergantian.
"Bunga seperti punya kak Pirlly nenek tidak punya ?"
"Nenek punya sayang, tapi masih kecil. Belum berbunga." tunjuk Rosa pada pot yang ditumbuhi bunga mawar,
"Eh sayang, Kak Prilly kok jarang antar bunga Kesya kenapa ? Kesya sudah bosan sama bunganya ?" tanya Rosa penasaran, pasalnya sudah beberapa hari Rosa tidak pernah melihat Prilly datang lagi ke rumahnya.
__ADS_1
"Kak Pirlly pergi nek, ayah kak Prilly sakit."
"Pergi kemana sayang? sakit apa ?"
"Kesya tidak tahu, kak Pirlly pergi ke rumah upin ipin." jelas Kesya membuat Rosa terkekeh,
Rosa meletakkan gayung serta ember yang sudah kosong ditempat nya, menggandeng Kesya menuju gazebo yang ada ditaman itu.
"Nek, kak Pirlly kapan jadi mamah Kesya." tanya Kesya tiba-tiba sambil memainkan boneka dipangkuannya.
Rosa sedikit terkejut dengan pertanyaan Kesya,
"Hmm... sayang, jika waktunya sudah tepat pasti Kesya bakal punya mamah baru. Kesya berdoa sama Allah, semoga Kesya cepat punya mamah baru yang cantik, yang baik, yang sayang sama Kesya, sama papah. Kesya juga harus bersabar ya sayang."
"Tapi Kesya maunya kak Pirlly jadi mamah baru Kesya." tegas Kesya,
"Iya sayang, Kesya berdoa ya sama Allah."
"Iya nenek."
Rosa merasa kasihan dengan cucu kesayangannya itu, sejak kecil dia tidak merasakan kasih sayang dari ibu kandungnya. Belum sempat Kesya digendong oleh ibunya, ibunya terlebih dahulu pergi untuk kembali ke Surga.
Sebisa mungkin Rosa selalu memberikan semua kasih sayang kepada Kesya, cucu yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.
"Semoga kamu mendapatkan mamah yang berahlak baik, hebat , yang sayang dan perhatian sama kamu dan keluarga, penuh tanggung jawab juga sama Kesya." batin Rosa,
"Nenek ayo kita jalan-jalan, Kesya bosen di rumah terus." ucap Kesya sambil menggoyang-goyangkan bahu Rosa, Rosa yang sedang melamunpun sedikit terlonjak.
"Eh, kemana sayang?"
"Kesya bosan dirumah, Kesya pengen jalan-jalan juga kayak kak Pirlly. Kata papah sekarang kak Pirlly lagi diajak jalan-jalan sama ayahnya. Kesya juga mau jalan-jalan."
"Wah asyik tuh kak Prilly jalan-jalan. Jadi Kesya iri sama kak Prilly ? Kesya pengen jalan-jalan juga ?" goda Rosa sambil menyolek hidung mungil Kesya,
"Bukan iri, tapi Kesya pengen jalan-jalan, Kesya bosan." ucap Kesya cengengesan sambil memperlihatkan barisan gigi putihnya,
"Boleh deh, tapi keliling sini aja ya sayang. Nanti kalau papah pulang gimana kalau jauh ? nenek kan belum minga izin papah."
"Iya nek,"
"Kita jalan-jalan sambil beli ice cream." ucap Rosa membuat Kesya bertepuk kegirangan,
Dengan dituntun Rosa Kesya berjalan mengelilingi komolek dan berhenti disebuah taman kecil. Disana banyak anak-anak yang bermain juga, membuat Kesya semakin antusian untuk ikut bergabung.
Disebuah bangku panjang Rosa duduk menunggui cucu kesayangannya itu bermain, menatap bahagia setiap senyuman sang cucu.
__ADS_1
"Bahagian akan selalu berpihak kepadamu sayang," Lirih Rosa,