
"Anak-anak sekarang kita belajar tentang cita-cita ya."guru dengan rambut sebahu itu mulai membagikan satu-persatu kertas berwarna pada setiap muridnya. "Bu guru kasih 1 anak 1 kertas, nanti kalian tulis apa cita-cita kalian jika sudah besar nanti ya. kalau sudah nanti bu guru tunjuk untuk menceritakan di depan teman-teman ya."ucap guru itu kembali kekursinya,
"Iya bu guru,"jawab semua murid kompak,
satu persatu murid mulai melulis pada kertas berwarna itu. Ada yang sibuk menghias tulisannya, ada yang sibuk mengganggu teman sebangkunya, ada yang sibuk bertanya apa cita-citanya pada teman sebayanya, bahkan ada juga yang diam tak berkutik.
"Sudah anak-anak? yang sudah boleh dikumpulkan di depan ya." perintah guru itu, satu persatu murid dengan kertas ditangannya mulai mengumpulkan di depan.
"Bu guru punya aku cantik kan,"salah satu murid maju dan memperlihatkan tulisannya yang dihiasi dengan bunga-bunga menggunakan pensil berwarna. "Cantik Yaya, bagus. Yaya balik ke kursinya ya nanti bu guru panggil."
Setelah hampir semua kertas itu terkumpul, guru itu mulai mengeceknya satu persatu dan memilih kira-kira siapa yang akan maju untuk menceritakan terlebih dahulu. Guru itu menarik 1 kertas berwarna hiau kemudian memanggil nama yang tertulis pada kertas itu."Putra maju yuk, ceritakan pada teman-teman apa cita-cita Putra."murid yang namaya dipanghil pun dengan lantang maju ke depan menghampiri gurunya. Meraih kembali kertas itu dan berdiri di depan sambil menceritakan cita-citanya kelak.
"Kalau besar nanti Putra mau jadi dokter."ucap laki-laki tampan itu yang langsung dihadiahi tepuk tangan riuh oleh teman-temanya.
"Kenapa Putra mau jadi dokter ?"tanya guru itu,
__ADS_1
"Karena Putra pengen semua orang sehat, sakit itu enggak enak. Jadi kalau besar nanti Putra mau menyembuhkan orang-orang yang sakit biar semua orang sehat selalu. Kalau semua orang sehat pasti semua orang bahagia, iyakah bu guru ?"tanya Putra pada gurunya,
"Wah cita-cita Putra bagus banget ya, ibu guru jamin cita-cita kalian semua bagus-bagus. Untuk Putra terima kasih ya, sekarang Putra boleh duduk."ucap sang guru yang langsung dilaksanakan oleh muridnya.
Sang guru mengambil satu lembar lagi dan membaca nama yang tertera. Kertas merah muda dengan hiasan kupu-kupu disekelilingnya."Kesya maju ke depan yuk, ceritakan cita-cita kesya."dengan senyum manisnya Kesya berjalan maju membuat rambut panjnagnya bergerak tak beraturan karena rambutnya yabg tergerai.
"Kesya ceritakan cita-cita Kesya keteman-teman coba, apa cita-cita Kesya saat besar nanti."
"Baik bu guru."
"Kenapa dokter Kesya ?"tanya sang guru,
"Kesya mau sembuhin orang sakit bu guru, Kesya mau semua orang bisa sehat enggak kaya Kesya yang harus kehilangan mamah Kesya karena sakit. Kesya mau semua orang punya mamah, cukup Kesya aja yang gak punya mamah. Mamah kesya beda sama mamah teman-teman, mamah Kesya ada di Surga. Mamah Kesya pergi karena sakit, om dokter gak bisa tolong mamah Kesya, jadi mamah Kesya pergi. Saat besar nanti Kesya mau jadi dokter, mau sembuhkan semua orang yang sakit, boleh ya bu guru ?"
"Boleh sayang, cita-cita Kesya dan Putra sama-sama bagus. Pesan bu guru nanti kalau kalian besar belajar yang rajin biar apa yang kalian cita-citakan bisa tercapai ya." pesan sang guru.
__ADS_1
"Iya bu guru,"ucap murid bersamaan dengan bel istirahat yang berbunyi.
Satu persati murid mulai beehamburan keluar, ada yang memakan bekalnya didalam kelas, ada yang menghampiri orang tuanya, ada juga yang pergi bermain. Dengan botol doraemonnya kesya berjalan keluar menghampiri sesorang. Bukan Rosa ataupun Ali yang menunggui Kesya melainkan Prilly. Entah karena apa tiba-tiba saja Prilly ingin sekali seharian bersama Prilly, namun harua tetap dengan perizinan dengan Ali. Rosa yang mengetahui kedekatan Ali dan Prilly dengan senang hati mengizinkan, sedangkan Ali awalnya menolak karena tak enak jika harus menggangu pekerjaan Prilly.
"Kak Pirly"Kesya menghampiri Prilly yang sudah menungguinya sejak tadi.
"Halo sayang, gimana pelajarannya ?"tanya Prilly sambil membenarkan helai-helai rambut Kesya yang berantakan karena tertiup angin.
"Kesya tadi maju kedepan, Kesya cerita cita-cita Kesya saat besar nanti sama teman-teman."
"Emang Kesya mau jadi apa saat besar nanti ? Jadi guru ? atau jadi pengusaha kayak papah ?"Kesya menggeleng,"Jadi dokter."ucap Kesya dengan bangganya.
"Wah keren, kak Prilly berdoa semoga cita-cita Kesya tercapai. Sekarang Kesya harus banyak belajar, harus makan yang teratur, nurut sama nenek sama papah juga. Sekarang waktunya makan ya sayang."Prilly mengeluarkan kotak makan Kesya, dibukanya kotak makan itu, terlihat roti lapis yang Rosa siapkan untuk Kesya pagi tadi.
"Wah roti isi, pasti lezat ini. Ayo sayabg dimakan dihabiskan nanti minunnya air putih yang banyak biar sehat dan makin pinter." Prilly menyodorkan roti lapis itu pada Kesya, Kesya menerimanya dan memakannya perlahan. Setelah menghabiskan roti isi dan meneguk air putih Kesya pamit pada Prilly untuk bermain dengan teman-temannya dengan Prilly mengawasinya.
__ADS_1
Tadi saat Kesya sedang belajar Prilly meminta izin pada Ali untuk mengajak Kesya ikut dengannya ke toko sekalian mengambil bunga pesanan Kesya seperti biasa, dan dengan senang hati Ali mengizinkannya. Hitung-hitung bis melihat Prilly hari ini saat menjamput Kesya nanti.