Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Siapa dia ?


__ADS_3

*Disebuah ladang yang sangat luas dengan berbagai macam bunga yang tumbuh disekelilingnya Prilly menengok kekanan kiri mencari orang lain selain dirinya.


"Ini dimana ? ngomong-ngomong bunganya cantik-cantik sekali."Prilly terus menyusuri ladang itu, mencari seseorang sambil sesekali menghirup bunga itu.


Lama Prilly berjalan ia tak menemukan seseorang disana, di ladang yang sangat luas ini hanya dirinya yang ada disana, bagaimana dia bisa keluar dari ladang ini jika tak ada satu orang pun untuk ditanyai dimana jalan keluarnya.


Prilly memetik satu tangkai bunga edelwise disana, Prilly sedikit bingung bunga keabadaian ini seharusnya tumbuh dikaki-kaki gunung itupun tak sebanyak ini dan disana bunga-bunga itu sangat dijaga, bagaimana bisa bunga edelwise ini tumbuh liar dan subur bercampur dengan bunga-bunga lainnya ?


Sambil sesekali mencium bunga edelwise yang dipetiknya tadi Prilly terus berjalan sambil menyibak-nyibak tamgakai bunga yang tumbuh lebat dan lumayan tinggi. Setelah melewati gerombolan bunga melati samar-samar Prilly melihat sebuah gazebo dengan tirai tipis yang mengelilinginya.


"Wah ada gazebo, Bismillah siapa tau ada orang disana."dengan senang Prilly menghampiri gazebo itu, dilihatnya gazebo itu. Gazebo sederhana dengan tirai putih yang menjuntai dari atas dengan lampu kelap-kelip yang menghiasi disekelilingnya.


"Hai... "seseorang menepuk pundak Prilly, Prilly menoleh melihat siapa yang menepuk pundaknya. Dilihatnya orang itu, dari ujung kaki sampai ujung rambut. Satu kata, cantik. Wajahnya cantik, ditambah ada lesung pipit dibagian kiri pipinya, rambutnya panjang terurai dihiasi dengan jepit kecil berwarna abu-abu. Dilihatnya lagi orang itu, memakai gaun putih selutut seperti Prilly, hanya saja beda dalam model, selebihnya sama.


"Siapa kamu ?"Prilly bertanya dengan tatapan bingung,


"Terima kasih sudah menyayangi putriku, terima kasih sudah membuat dia merasakan kasih sayang yang sepatutnya dia dapatkan. Terima kasih banyak, aku percaya padamu."ucap orang itu membuat Prilly mengerutkan alisnya bingung,


"Putrimu ? siapa ? apa aku mengenalnya ?"


"Dia suka kepadamu, dia selalu membanggakanmu, tolong jaga dia, sayangi dia sama seperti kamu menyayangi orang tuamu."lagi-lagi perkataan orang itu membuat Prilly bingung,


"Dia siapa ?"tanya Prilly yang dibalas senyuman manis oleh orang itu, Prilly semakin dibuat berpikir keras.


"Kesya ?"celetuk Prilly yang dihadiahi anggukan pelan orang itu,

__ADS_1


"Aku percaya padamu, jaga dia untuk aku, sayangi dia."


"Siapa kamu ?"tanya Prilly lagi-lagi hanya dibalas senyuman manis oleh orang itu.


"Aku tak bisa berlama-lama disini, sekali lagi aku ucapkan terima kasih padamu. Aku hanya minta sayangi dia, cintai dia, beri dia kasih sayang seperti anak-anak lainnya. Aku percaya padamu."Seseorang itu kembali menepuk pelan pundak Prilly, kemudian tersenyum manis oada Prilly,


"Disana jalan keluarnya,"perempuan itu menunjuk sebuah gerombolan bunga mawar putih disambing kiri gazebo, Prilly menoleh menatap searah dengan jari telunjuk perempuan itu,


"Terima kas... "ucapan Prilly terpotong ketika dia tak mendapati perempuan itu, dimana dia ? siapa sebenarnya dia ? Prilly mengamati sekelilingnya, mencari perempuan itu namun nihil ia tak menemukannya. Dengan cepat Prilly berjalan kearah gerombolan bunga mawar putih itu untuk mencari jalan agar bisa keluar dari tempat ini, tempat yang sangat indah namun terlihat aneh*.


***


"Gue gak tau siapa dia, tapi gue tau maksud dari ucapannya."Prilly menceritakan semua mimpinya pada Dilla, sebuah mimpi yang seperti kejadian nyata.


"Bu bos Dilla bilangin ya, mimpi itu cuma bunga tidur jadi gak usah diambil pusing. Dengerin bos, gak semua mimpi itu berkesinambungan sama dunia nyata, itu hanya bunga tidur."jelas Dilla pada bosnya itu.


"Apa jangan-jangan?"ucap Dilla cepat membuat Prilly menatap Dilla bingung,


"Jangan-jangan itu mamah Kesya ?"


"Mamah Kesya? apa mungkin ? lalu kenapa ?"


"Dinalar dong bos, secara sekarang kan bu bos lagi deket dan sedang menjalin hubungan serius sama pak Ali, terus bu bos juga kan udah deket banget sama Kesya, Kesya juga mau kan bu bos jadi mamah barunya Kesya. Jadi, kemungkinan itu sebuah isyarat baik buat hubungan bu bos."jelas Dilla,


"Maksudnya isyarat baik ?"

__ADS_1


Dilla menepuk jidatnya pelan, "Haduh, gini loh bos. Mungkin dengan cara lewat mimpi mamahnya Kesya menyampaikan. Mungkin mamahnya Kesya menyetujui bu bos untuk jadi mamah barunya Kesya, makanya lewat mimpi dia minta tolong sama bu bos. Ya itu sih pendapat Dilla ya bos,"


Prilly berpikir sejenak, mengingat kembali kata-kata perempuan itu. Terima kasih sudah menyayangi putriku, terima kasih sudah membuat dia merasakan kasih sayang yang sepatutnya dia dapatkan. Terima kasih banyak, aku percaya padamu. Apa mungkin?


"Apa mungkin dia menyetujui aku dengan Ali ?"


"Mungkin saja bos, mungkin mimpi itu menjadi pertanda baik buat hubungan bu bos sama pak Ali."


"Bismillah Dil, semoga saja."ucap Prilly lalu menelungkupkan kepalanya diatas meja.


Dilla menatap bingung,"Kenapa lagi ?"


Prilly mengangkat kepalanya, "Aku belum ngomong sama ibu tentang hubungan ini, apa ibu bisa paham sama aku ? apa ibu bisa menerima status Ali ? apa ibu bisa menerima kehadiran Kesya nantinya ?"


"Bismillah bu bos harus yakin, harus optimis kalau ibu itu tau mana yang terbaik buat anaknya. Seorang ibu pasti gak akan mau anaknya mendapat lelaki yang salah, seorang ibu tidak berhak memilih-milih calom untuk anaknya, tidak harus kaya, mapan, single, semua itu harus dilihat dari hatinya, dari ketulusannua, dari tanggung jawabnya, bukan dari fisik, kekayaan, ataupun statusnya."


"Bener ya Dill, pelan-pelan aku harus ngomong sama ibu. Doakan supaya ibu paham sama aku."


"Amin bos, semoga bu bos langgeng terus sama pak Ali,"


"Amin Dill,"


"By the way pak Ali ganteng banget ya,"ucap Dilla dengan tawa jahilnya.


"Siapa yang ganteng ?"seseorang muncul dari pintu tengah membuat Dilla dan Prilly menoleh bersamaan. Prilly tersenyum manis sedangkan Dilla tersenyum malu.

__ADS_1


"Astaga memalukan sekali."ucap Dilla sambil menepuk jidatnya pelan, membuat seseorang itu dan Prilly tertawa bersama.


__ADS_2