
Seperti janji Ali kepada Kesya, hari ini Ali pulang lebih awal dari kantornya. Sebenarnya tidak masalah jika Ali bebas keluar masuk kantor, karena kantor itu adalah miliknya sendiri. Namun, sebagai atasan ia harus selalu memberi contoh yang baik untuk karyawan-karyawannya.
Sore ini Ali mengajak Kesya pergi untuk menemui mamahnya,wanita yang sangat-sangat Ali dan Kesya cintai bahkan sangat mereka rindukan. Seperti biasa Kesya akan sangat senang sekali jika Ali mengajaknya ke tempat ini, karna ditempat inilah Kesya bisa bertemu, memeluk serta mencium mamahnya walau hanya sebentar.
Disinilah mereka, duduk beralaskan Koran kecil dengan gundukan tanah yang sudah ditumbuhi rerumputan liar lengkap dengan batu nisan di depannya. Ya, kini mereka sedang berada di sebuah makam, makam dengan nisan yang bertuliskan "Natalia Putri". Ini adalah makam mamah Kesya dan yang pastinya makam istri Ali juga. Semenjak Kesya dilahirkan di dunia Kesya belum pernah melihat sosok sang ibu, hingga akhirnya Ali berjanji akan selalu membawa Kesya kemakam istrinya setiap seminggu sekali. Bukan apa-apa, Ali hanya ingin Kesya tau jika dia juga mempunyai sosok seorang ibu seperti teman-teman lainnya, namun bedanya ibu Kesya tidak bisa selalu bersama Kesya, tidak bisa selalu menemani Kesya seperti anak-anak lainnya. Awalnya Kesya tidak mengerti dengan maksud Ali, namun semakin dewasa Kesya semakin paham walaupun sang ibu tidak akan selalu bersamanya namun sang ibu akan selalu menjaganya ditempat yang berbeda.
"Pah Kesya mau kasih bunga kuning ini ke mamah, apa mamah akan suka dengan bunga kuning Kesya?"tanya Kesya kepada papahnya yang sedang mencabuti rumput liar yang tumbuh disekitar makam sang istri,
"Tentu dong sayang, pasti mamah sangat suka sekali dengan bunga itu. Apalagi bunga itu Kesya yang beri. Papah juga mau kasih bunga mawar ini untuk mamah." Ali berucap sambil memperlihatkan buket bunga mawar putih yang dibawanya,
Kesya beranjak dan mendekat pada batu nisan itu, "Yasudah pah, Kesya mau taruh bunga ini disini." ucap Kesya sambil menyandarkan bunga mawar kuning pemberian Prilly dibatu nisan. Sedangkan Ali meletakkan buket bunganya disamping bunga Kesya.
"Sekarang kita pulang yuk, sudah sore. Minggu depan kita kesini lagi." ucap Ali kepada Kesya yang masih sibuk menatap bunga mawar kuning didepannya. Seperti ikhlas tak iklas Kesya meninggalkan bunga mawar itu.
"Sayang, kalau kamu mau bunganya ambil saja. Mamah pasti udah seneng kok Kesya dateng, lagian papah juga sudah kasih bunga mawar juga." Ali berucap sambil mengeluas rambut panjang anaknya,
"Gak apa-apa pah, Kesya mau kasih bunga ini kemamah aja. Kalau Kesya mau kan bisa beli, tapi kalau mamah gimana ? masa iya mamah beli sendiri. Kesya kasih kemamah aja kok." ucap Kesya membuat Ali mengeluarkan air mata, namun segera ditepis karena ia tak mau Kesya melihatnya menangis.
"Yasudah sebelum pulang, Kesya berdoa dulu untuk mamah," tanpa menunggu lama Kesya langsung mengadahkan tangannya dan berdoa untuk mamah tercintanya. Ali menatap sendu pada gadis kecil disampingnya, gadis kecil yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Ingin rasanya Ali mencari ibu baru untuk Kesya supaya Kesya bisa merasakan seperti apa rasanya kasih sayang seorang ibu. Namun sepertinya hati Ali masih tertutup rapat dan belum ada yang bisa membukanya kembali. Hatinya belum bisa menerima orang lain karena kini hatinya masih terisi oleh almahrum istrinya.
"Papah Kesya sudah berdoanya." ucap Kesya pada Ali, membuat Ali yang sedang melamun menjadi terlonjak kaget.
"Sudah ya sayang, yasudah sekarang kita pulang ya."
"Mamah, Kesya mau pulang dulu ya. Minggu depan Kesya kesini lagi jengukin mamah. Dadah mamah, Kesya sayang mamah." ucap Kesya lalu pergi meninggalkan makam mamahnya.
"Liatlah sayang, anak kita sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik dan menggemaskan." lirih Ali lalu menyusul Kesya yang sudah berjalan sedikit jauh darinya.
"Kita langsung pulang ya sayang."ucap Ali ketika mereka sudah berada didal am mobil. Seperti biasa Kesya hanya patuh kepada papahnya. Ali mulai melajukan mobil mewahnya menuju rumah. Ia tak berniat mengajak Kesya singgah ke tempat lain, karena hari sudah semakin seore.
Selama perjalanan pulang Kesya tak henti – hentinya berbicara, entah itu mengomentari tempat yang mereka lewati atau bahkan menceritakan betapa serunya saat ia bermain bersama neneknya tadi. Kesya memang tipe anak yang hiperaktif dan sedikit cerewet pastinya, bukannya kesal atau jengkel dengan sifat Kesya bahkan Ali sangat menyukainya, karna sifat Kesya menurun pada almahrumah istrinya. Jadi saat bersama Kesya Ali akan merasa almahrumah juga ada disisinya.
"Kesya nggak capek ? daritadi cerita terus."sela Ali saat Kesya mengambil nafas.
"Enggak kok pah, papah capek ya dengerin Kesya ngomong ?"ucap Kesya dengan tatapan sendu.
"Bukan sayang, papah cuma nanya aja. Papah suka kok kalau dengerin Kesya cerita, maksud papah Kesya nggak capek apa dari tadi ngomong terus dan nggak haus juga?"ucap Ali lalu menghetikan mobilnya karna lampu berwarna merah, menatap Kesya dengan senyuman yang sangat manis.
Kesya membalas senyum papahnya dengan senyuman yang tak kalah manis dari papahnya,"Oh...papah papah lihat itu..."Kesya berteriak kegirangan sambil menunjuk sesuatu diluar, Kesya sedikit berjongkok diatas jok mobil untuk mempermudah melihat sesuatu diluar.
__ADS_1
Ali memegangi Kesya yang hampir terjatuh dan berucap,"Hati-hati sayang, Kesya lihat apa sih ?"tanya Ali sambil mencari arah yang Kesya tunjuk.
"Itu pah, bunga itu kaya bunga yang kak Pirlly kasih ke Kesya, tapi warnanya kok merah ya."Ternyata Kesya menunjuk petugas toko bunga yang sedang berhenti disamping mobil milik Ali. Sepertinya orang itu bekerja di Fresh Flower karena seragam yang ia kenakan sama seperti yang Prilly kenakan tadi pagi.
Astaga ! kini Ali ingat sesuatu, ia sudah bilang jika dirinya akan datang ke toko dan membayar semua bunga pesanannya. Setelah lampu berubah menjadi warna hijau Ali tak membelokkan mobilnya kearah kanan melainkan tetap lurus. Ya, kini Ali akan pergi ke Fresh flowers untuk membayar bunga pesanannya terlebih dahulu.
"Kesya kita ke tempat kak Prilly kerja ya, papah lupa belum bayar bunga pesanan papah."ucap Ali kepada Kesya dengan tatapan yang tak lepas dengan jalanan didepannya.
"Asyik, Kesya mau lihat bunga- bunga kak Pirlly."teriak Kesya kegirangan.
Selang beberapa menit mobil Ali sudah berhenti di depan toko bunga itu, namun toko ini sudah tutup. Terlihat seorang perempuan sedang mengunci pintu toko itu. Ali segera keluar dari mobil meninggalkan Kesya didalamnya dan menghampiri perempuan itu.
"Permisi mbak, tokonya sudah tutup ya ?"
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?"ucap perempuan itu yang tak lain adalah Dilla.
"Saya mau bayar bunga pesanan saya tapi ternyata tokonya sudah tutup."
"Maaf sekali pak toko tutup lebih awal karena ada masalah kecil. Maaf sebelumya apakah bapak bernama Aliandra ?"tanya Dilla sedikit ragu.
"Iya benar itu saya, memangnya kenapa ya mbak ?"tanya Ali bingung, pasalnya Dilla mengenal Ali sedangkan Ali baru pertamakali melihatnya.
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih."ucap Ali lalu pergi meninggalkan Dilla dan masuk kembali kedalam mobil.
"Papah kok Kesya ditinggal ?"tanya Kesya dengan bibir manyunnya kepada Ali yang sedang memasang sabuk pengaman.
"Tokonya sudah tutup sayang, besok kita kesini lagi ya. Sekarang waktunya pulang."
"Baik pah."jawab Kesya. Lalu Ali melajukan mobilnya menuju ke rumah mewahnya.
***
Malam ini Prilly sedang tengkurap dengan laptop didepannya. Inilah kebiasaan Prilly, sehabis isya ia selalu menonton drama korea dari laptopnya. Goblin, drama korea itulah yang Prilly pilih untuk menemaninya malam ini. Entah apa alasannya sampai ia sangat suka dengan drama korea, berawal dari ajakan Dilla untuk menemaninya menonton drama korea, hingga kini ia berubah menjadi pecandu drama korea.
Tertawa, menangis, marah , kadang-kadang keluar dari diri Prilly secara spontan saat menyaksikan drama korea. Bahkan, pernah ia bolos kuliah karena matanya sembab akibat semalaman menangis hanya karna menonton drama korea.
The end , tulisan itu muncul dilayar laptop Prilly bersamaan dengan ponselnya yang berbunyi. Langsung saja Prilly meloncat dari atas ranjangnya dan menuju meja rias tempat ponsel itu ia letakkan.
+628123456789 calling...
__ADS_1
Sebuah nomor baru yang tertera dilayar ponselnya, dengan sekali sentuhan Prilly menggeser layar ponselnya kemudian mendekatkan ponsel ketelinganya.
"Hallo"
"Hallo, selamat malam."terdengar suara laki-laki dari seberang sana.
"Selamat malam, maaf ini siapa?"tanya Prilly pada laki-laki yang menelfonnya, pasalnya ia tak kenal dengan nomor itu serta juga tak tau siapa pemilik suara itu.
"Saya Aliandra, apa benar ini dengan Prilly?"ucap laki-laki itu, ternyata Ali lah yang menelfonnya. Aliandra yang memesan bunga tadi pagi.
"Iya saya sendiri. Ada apa ya pak menelfon saya ?"tanya Prilly bingung sambil merangkak kembali keatas ranjang empuknya.
"Tadi saya datang ke toko,niatnya mau bayar bunga tapi toko sudah tutup. Jadi saya disuruh menghubungimu."jelas Ali.
"Tadi ada sedikit masalah pada toko jadi saya memutuskan untuk menutup toko lebih awal."jelas Prilly.
"Boleh saya minta nomor rekeningnya, besok akan saya transfer."pinta Ali.
"Boleh, nanti akan saya sms in rincian serta nomor rekening saya."
"Baik Prill,"ucap Ali. Namun kini terdengar suara bising dari seberang sana, seperti suara anak kecil yang berteriak – teriak memanggil namanya. Sudah Prilly duga kalau itu adalah Kesya.
"Maaf Prill sebelumnya, Kesya dari tadi ingin bicara sama kamu apa kamu mau ?"tanya Ali dengan sedikit ragu-ragu.
"Tentu mau, siapa sih yang menolak untuk berbicara sama gadis kecil yang sangat lucu."ucap Prilly dengan sedikit tawa.
"Hallo kak Pirlly."ucap Kesya dari sana.
"Hallo sayang, kenapa kok mau ngomong sama kak Prilly?"
"Kesya mau bunga kuning lagi, besok kak Pirlly datangkan ke rumah Kesya bawa bunga untuk Kesya ?"
"Iya besok kak Prilly bawain bunga kuning untuk Kesya. Oiya ini sudah malam Kesya kenapa belum tidur ?"tanya Prilly karena jam sudah menunjukkan pukul 21.58 wib.
"Kesya tadi mau tidur, tapi Kesya tadi denger papah telpon kak Pirlly jadi Kesya samperin deh."
"Oh gitu, sekarang Kesya tidur ya besok pagi kak Prilly datang ke rumah Kesya bawa bunga."
"Siap kak Pirlly, selamat malam."
__ADS_1
"Malam juga sayang."ucap Prilly lalu menekan tombol merah dilayar ponselnya. Meletakkan ponsel canggihnya diatas meja yang terletak disampingnya dan mulai memajamkan mata untuk berpindah kea lam mimpi.