Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Bakso Cinta


__ADS_3

Mobil hitam itu mulai melaju membelah padatnya jalanan ibu kota, didalam mobil itu terdapat Ali yang sedang menyetir dan Prilly yang duduk disampingnya.


"Mau kemana kita ?" tanya Prilly,


"Sudah makan siang?" Ali bertanya balik kepada Prilly dengan tatapan terus kedepan.


"Belom, kamu ?"


"Berarti kita harus cari restoran dan aku harus makan dan kamu juga harus makan, ini sudah jam makan siang."ucap Ali yang mulai terkesan posesif.


"Mau makan apa ?"tanya Ali lagi,


Prilly terdiam, sedikit memikirkan makanan apa yang kira-kira enak untuk disantap siang-siang begini. "Jangan di restoran ya, pengen makan bakso aja boleh?" tanya Prilly sambil menunjukkan puppy eyesnya. Ali menoleh menatap wajah Prilly, seketika terpesona. Tatapannya menggemaskan, mirip seperti Kesya jika merengek meminta sesuatu.


Ali tersenyum, "Boleh dong, dimana ?"


"Hmm... di warung bakso mang Ujang gimana ? langganan aku sama ibu, enak banget kamu harus coba."


"Siap dong, dimana tempatnya kita kesana sekarang."


"Deket pasar krian."


"Okey kamu duduk manis sambil tunjukin jalannya aku yang nyetir."ucap Ali dan Prilly mengangguk.


Mobil itu melaju melewati berbagai jenis tempat, belok kanan, masuk gang, belok kiri, dan akhirnya sampai. Ali memarkirkan mobilnya dibawah pohon mangga yang sangat rimbun. Turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk Prilly,


"Silahkan tuan putri," ucap Ali sambil tersenyum. Prilly turun kemudian berjalan mendekati sebuah tenda yang tak begitu besar namun banyak sekali orang disana.


"Itu,"Prilly menunjuk kerumunan orang itu, Ali mengangguk kemudian tanpa izin langsung menggandeng tangan Prilly dan membawa Prilly mendekat ke tempat itu.


Benar sekali, tempat ini sangat ramai mungkin karna memang jam makan siang. Ali mengamati sekelilingnya mencari tempat yang kosong untuk dirinya dan Prilly, hingga akhirnya mata Ali tertuju pada bangku kosong yang ada di pojok tenda itu, tanpa lama-lama Ali dan Prilly mendekat kebangku itu.


"Disini aja ya, disini lumayan sejuk."Prilly mengangguk,


"Ini menunya kamu mau pesen apa?"Prilly memberikan selembar menu yang sudah tersedia ditiap meja,


"Bakso mercon apa Prill?"tanya Ali sambil membaca satu persatu daftar menu,


"Bakso mercon itu bakso yang dalamnya sambal, jadi pas bakso itu dibelah sambalnya bakal melumer keluar."


"Kalau bakso keju sama ?"tanya Ali dan Prilly mengangguk,


"Yang enak apa Prill, aku kan belum pernah kesini."Ali bingung harus memesan apa, pasalnya bakso itu ada berbagai jenis variannya,


Prilly mengamati menu itu, "Bakso seafood?"


"Gamau, aku alergi sama seafood, bisa-bisa semua badan aku bentol-bentol nanti."ucap Ali sedikit cemas. 1 fakta baru yang Prilly tau tentang Ali jika dirinya alergi dengan makanan laut.


"Bakso cinta aja ya , mau?"


Ali mengerutkan dahinya, "Bakso cinta ?" Prilly mengangguk.

__ADS_1


"Tanpa harus makan bakso aku juga sudah cinta kok sama kamu,"ucap Ali asal membuat Prilly tersipu malu.


"Ih apa sih Li, mau apa enggak ?"tanya Prilly malu-malu,


"Iya Prilly aku mau, minumnya aku air putih aja."


Prilly mengangguk kemudian menuliskan apa yang dipesan pada selembar kertas kecil kemudian memanggil pegawai mang Udi dan memberikan kertas itu padanya.


"Kamu makan siang nyamperin aku, terus makannya sampai sini emang kamu tidak dimarahi ? jam makan siang yang biasanya hanya 1-2 jam saja, dan ini sudah hampir lewat waktunya."tanya Prilly cemas.


"Kalau kamu enggak dimarahi?" bukannya menjawab Ali malah bertanya balik.


"Siapa yang marah ? itu toko aku jadi aku bebas mau pergi beberapa jam."


"Ya sama, itu kantor aku jadi tidak ada yang berhak memarahi aku karna jam makanku yang terlalu lama."jawab Ali sambil menaik-turunkan alisnya,


"Hmm... ponsel aku kan udah bener, jadi Kesya tak perlu membantu aku di toko."


"Benar tidaknya ponselmu Kesya harus tetap membantu kamu di toko,"


"Kenapa begitu ?"


"Kesya masih kecil dia masih harus banyak belajar, jadi jika dia salah dia harus berani bertanggung jawab. Jika besar nanti aku tidak mau dia menjadi gadis yang kurang tegas dan jauh dari kata tanggung jawab."


"Ayah yang tegas,"ucap Prilly sambil tersenyum bangga.


"Pasti dong."


Tak lama kemudian pesanan Ali dan Prilly sampai, setelah pegawai itu pergi Ali menatap bakso itu bingung.


"Cuma karna baksonya berbentuk cinta jadi bakso ini dinamai bakso cinta?"Ali menatap Prilly dan bakso itu bergantian.



"Bakso cinta ini memang salah satu baksonya berbentuk cinta, tapi jika bakso cinta itu dimakan rasanya sangat beda dengan bakso lainnya, bumbunya yang pas sangat enak apalagi ditambah kuah yang masih panas dengan campuran bumbu-bumbu membuat pembeli akan langsung jatuh cinta sama bakso ini. Pokoknya rasa bakso ini bikin jatuh cinta deh, susah jika harus menjelaskan secara detail. Pokoknya kamu harus cobain, ini enak." jelas Prilly,


"Kalau aku sih bukan dari bakso tapi dari bunga,"


"Maksudnya ?" Prilly mengerutkan dahinya,


"Dari bunga turun ke hati, dari bunga aku kenal kamu, dari bunga aku ada rasa sama kamu, dari bunga juga aku jatuh cinta sama kamu. Intinya dari bunga turun ke hati."ucap Ali dengan senyum jahilnya.


"Sumpah semakin hari kamu semakin bucin banget ya, aku kira seorang Ali itu orangnya tegas, coll, agak dingin soal cinta, tapi ternyata dugaanku salah, Ali bucin." ucap Prilly yang diakhiri dengan tawanya.


"Hahaha aku tak sebucin anak-anak SMA yang baru mengenal cinta ya,"


"Iya deh iya Ali bucin baru 10%, baru tahap awal."


"Udah ayok makan, cobain baksonya." ucap Prilly lagi.


Ali mulai mengambil sendok serta garpu, memotong bakso cinta itu menjadi dua bagian, "Yah cintanya hancur, hahaha... " ucap Ali lagi ketika bakso itu terbelah menjadi 2 bagian.

__ADS_1


"Ali makan jangan bucin terus." Ali mengangguk,


Ali mulai memotong kecil bakso cinta itu kemudian memakannya, disusul dengan sesendok kuah yang masih panas membuat Ali berhenti sejenak,


"Ini enak loh Prill, dari sekian banyak bakso yang pernah aku makan ini yang paling beda, pas dimulut rasanya tuh enak banget, pokoknya susah deh dijelasinnya. Hmmm yummy." Ali mulai terkesima dengan rasa bakso itu,


"Dibilangin gak percaya, dulu Alex yang kenalin tempat ini ke aku."


Dengan cepat Ali melirik Prilly, "Jangan bahas Alex saat bersama aku, apalagi tentang masalalu kalian." ucap Ali terkesan cemburu, Prilly hanya tersenyum.


"Iya, maaf Li. Ayo makan lagi," Prilly mulai menyendokan beberapa sendok kecil sambal dan menaruh kebaksonya.


"Eh stop," ucap Ali cepat.


"Kenapa ?" Prilly menatap ganti Ali,


"Kamu itu ada masalah sama perut kamu, jadi kamu harus jaga, kamu harus hati-hati. Sambal itu biasanya cepet banget ngerespon kalau soal masalah perut, eh kamu malah mancing-mancing gitu."Ali mulai marah,


"Bakso tanpa sambal itu hambar banget rasanya, enak tuh siang-siang makan bakso panas pedas uh enak banget."


"Tapi perut kamu juga harus dijaga, jangan mentang-mentang kamu suka, kamu doyan kamu jadi seenaknya."


"Iya Li maaf, kali ini aja ya. Boleh ?"Prilly memperlihatkan puppy eyesnya,


"Boleh asal sedikit aja, jangan sampai segitunya."


"Iya Li,"


Ali meraih botol kecap dan menuangkan sedikit pada mangkok Prilly dan mangkoknya, kemudian beralih kebotol saus dan melakukan hal yang sama. Ketika Ali ingin meraih sendok sambal dengan cepat Prilly menahannya,


"Kenapa ?"


"Aku aja yang kasih sambelnya," Ali mengangguk,


Prilly menyendokkan sambal dan menaruh ke mangkoknya, setelah mendapat instruksi dari Ali Prilly mulai menyendokkan sambal kemangkok Ali namun Ali menahannya,


"Aku gak suka sambal,"


"Hanya kecap dan saus ?"


"Begini saja nikmat," ucap Ali lalu menyendokkan kuah bakso dan memasukkan kedalam mulutnya.


"Yasudah mari makan,"


Ali dan Prilly mulai menyantap baksonya masing-masing. Menikmati sedapnya bakso sambil sesekali manatap orang yang disukainya, betapa nikmatnya.


Hingga bakso itu hampir habis mereka tak mengeluarkan suara, hanya suara sendok dan mangkuk yang saling beradu.


"Prilly," Prilly menengok ketika ada yang memanggilnya.


"Loh, kamu..." ucap Prilly,

__ADS_1


__ADS_2