
Pagi-pagi sekali terlihat banyak orang yang keluar masuk ke dalam Fresh Flowers dengan membawa buket bunga, toko yang biasanya buka jam 8 kini sudah terlihat banyak orang. Maklum saja, karena persediaan bunga di toko Prilly mulai menipis ditambah lagi adanya beberapa pesanan rangkaian bunga dari sebuah perusahaan.
"Mas mawar-mawarnya ditaruh di temoat biasa ya, terus bunga lilynya ditaruh disebelahnya aja gak apa-apa, nanti biar karyawan saya yang tata."perintah Prilly pada laki-laki paruh baya yang membawa keranjang besar berisi bunga. Tanpa menatap Prilly mengarahkan beberapa pegawai lainnya, tangganya sibuk menulis sesuatu di buku kecilnya.
"Kayaknya stok udah cukup deh, semua udah lengkap. Hmm..."Prilly menatap seisi tokonya sambil mengetuk-ngetuk bompoint di pelipisnya. "Bener udah lengkap, tinggal sortir yang buat pesanan dan ditata semuanya biar rapi dan gak berantakan gini."senyum Prilly terpancar.
Dengan semangat 45 Prilly meletakkan buku kecik dan ponselnya di laci kecil miliknya dan mulai melangkahkan kakinya menuju sudut toko.
"Dil, nanti bunga yang dikeranjang ini dipake buat karangan bunga ya. Hmm...Oiya aku minta tolong bilangin ke Asep suruh bawa gunting, sarung tangan sama ember ya Dil, aku mau bersihin duri-duri mawarnya dulu soalnya banyak yang belom hilang, kasian kalau kena pelanggan."ucapnya pada Dilla yang sedang menghitung mawar putih disebelanya.
"Siap laksanakan bu bos."
Tak lama setelah Dilla pergi akhirnya Asep datang membawa apa yang Prilly butuhkan,"Makasih Asep ganteng."
"Ah bu bos bisa aja deh, ya masa saya cantik. Ya gak mungkin lah."ucap Asep yang membuat tawa Prilly pecah.
"Dah sana pergi, lama-lama disini malah stand up comedy ntar jadinya."
"Gak apa-apalah bos, biar ada hiburan."
"Gak-gak, sana kerja. Gak aku kasih gaji lo, ntar gak bisa traktir mbak nya makan pecel lo , hahaha"tawa Prilly membuat Asep sedikit menggerutu.
"Suka amat ledekin saya sih bos, bete ah, marah ah, bay." Asep berucap sambil berlari meninggalkan Prilly.
Seperginya Asep , Prilly mulai mengambil gunting dan membersihkan duri-duri mawar. Satu persatu mawar tersusun rapi pada ember yang berisi sedikit air. Walaupun atasan, Prilly tak pernah malu untuk turun langsung. Karna bagi Prilly, kenyamanan, kebersihan, keselamatan lah yang paling utama. Prilly tak mau pelanggannya hilang karna ulahnya sendiri.
__ADS_1
"Dari dulu kayaknya toko gini-gini aja deh, kasih apa ya biar makin bagus, biar pelanggan betah dan nyaman kesini. Hm... Apa perlu direnovasi ya, itu dipindah kesana terus diganti itu, nanti ditambah rak lagi, terus itu... Ditukar posisi sama yang itu cocok gak ya, tambah stiker-stiker bunga dan lampu tumblr kayaknya bagus. Gitu aja kali ya ?"ucapnya pada diri sendiri.
"Harus siapin semuanya nih, semakin cepat semakin baik, aaahh gak sabar pengen renov...Aghhhh."belum selesai Prilly menyelesaikan perkataannya Prilly sudah terlebih dahulu menjerit, ternyata tangan Prilly terkena duri bunga yang lumayan besar. Saking asyik dengan pikirannya Prilly sampai lupa jika ditangannya ada gunting dan bunga berduri.
Darah segar menetes dari jari tengahnya, Seketika Prilly meringis kesakitan dan pergi ke toilet untuk membersihkan lukanya. Dilla yang melihat Prilly lari tergesa-gesa memasuki toiletpun membuntuti dari belakang.
"Bos kenapa bos ? Eh kenapa tanganya?"Dila tak kalah panik dari Prilly, dengan cekatan Dilla mengambil kotak P3K dan menarik Prilly. Dila mengambil tangan Prilly dan mulai membersihkan lukanya.
"Makanya kalau dibilangin tuh nurut, bos itu duduk santai aja dikasir. Gak usah sok-sok an kerja gitu, karyawan kan banyak tinggal suruh apa salahnya coba."
"Aghhh..."Prilly terpekik ketika Dilla memberi obat merah dilukanya.
"Diem dulu, besok-besok suruh karyawannya aja, suruh aku juga gak apa-apa. Lagian juga kenapa sih bisa kayak gini, pasti gak fokus ya, mikirin apa bos ?"tanya Dilla mengintimidasi.
"Aku tuu tadi lagi mikir, mau renovasi toko biar kelihatan lebih nyaman, lebih bagus. Bosen juga gini-gini terus. Nah itu yang bikin aku gak hati-hati pas motong, jadi ya kena deh. Lagian ini gak apa-apa kok, cuma luka dikit doang kok."Prilly tersenyum lebar pada Dilla, menunjukkan bahwa dia baik-baik saja.
"Gimana ?"
"Boleh juga Prill, biar lebih beda gitu. Biar pelanggan gak kabur ketoko sebelah."
"Iya Dill bener."
"Oiya bos, bos kan katanya mau ngitung total stok bunga nya, itu catatannya udah aku taruh dimeja, biar nanti bersihin mawarnya aku yang terusin."
"Makasih Dill, kamu hati-hatiya."ucap Prilly sambil menepuk pelan bahu Dilla.
__ADS_1
"Siap bos."
Prilly mulai melangkahkan kakinya menuju meja kecil dekat kasir, Prilly mulai duduk dan membuka-buka laporannya. Lembar perlembar Prilly buka sambil mengecek semuanya. Dengan cekatan Prilly mulai mencatat satu persatu stok sambil sesekali tangan mungilnya dengan lihai memainkan angka demi angka pada katkulator.
Mata cantik Prilly selalu fokus pada laporan didepannya, tak pernah menghiraukan orang-orang yang berlalu-lalang didepannya atau bahkan suara-suara gaduh disekitarnya. Hingga sebuah suara berhasil membuat konsentrasi Prilly buyar seketika, dan ternyata suara itu berasal dari perut Prilly. Pantas saja berbunyi, saking sibuknya Prilly sampai lupa dan melewatkan makan siangnya.
"Haduh laper banget ih, jam berapa sih." Prilly menggapai ponselnya dan membukanya, 15.10. pantas lah bunyi, ternyata sudah hampir sore.
Seketika mata Prilly tertuju pada tulisan dilayar pomselnya.
15 Panggilan tak terjawab
7 Pesan baru
Siapa ? Prilly penasaran.
"Astaga Kesya." Prilly terkejut melihat siapa pemilik nomor itu, ternyata adalah Ali. Pasti Kesya sudah menanti bunga dari Prilly. Itu pasti, karna ini sudah lewat dari jam biasanya Prilly mengantar bunga.
Sibuk Prill ? Kesya dari tadi nanya terus. Aku gak bisa antar Kesya ke toko soalnga aku ada kerjaan di kantor yang gak bisa di wakilkan. Kalau memang sibuk gak apa-apa kok Prill, biar nanti aku suruh sopir rumah ambil di toko. Maaf mengganggu ya Prill, selamat sore.
Tanpa niat membalasnya Prilly mulai bergegas menuju rak bunga, meminta tolong Dilla untuk menyiapkan bunga pesanan Kesya. Entah apa yang merasui Prilly, yang pasti Prilly sangat panik dan merasa bersalah karna telah lupa mengantar bunga pesanan Kesya. Dalam hati Prilly berkata.
Maaf sayang, maaf kak Pirlly lupa. Kakak harap Kesya gak marah sama kakak. Bentar lagi kak Pirlly datang. Sabar sayang.
"Dil cepetan dikit ya."perintah Prilly
__ADS_1