Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Sekolah Baru


__ADS_3

Seorang gadis kecil berseragam putih merah itu berjalan maju kedepan teman-temannya, dengan senyum yang sangat manis Kesya mulai memperkenalkan dirinya.


"Hallo, nama aku Kesya Calista. Kesya seneng bisa sekolah disini dan punya banyak teman-teman." ucap Kesya yang diakhiri riuh tepuk tangan oleh teman-teman barunya,


"Hallo juga Kesya, temen-temen pasti juga seneng punya temen baru yang cantik dan ceria seperti Kesya, sekarang Kesya duduk lagi ya sayang." guru dengan postur tubuh yang sedikit gemuk itu menyuruh Kesya duduk kembali kebangkunya.


Hari ini adalah hari pertama Kesya kembali sekolah setelah 1 bulan libur. Bukan Taman kanak-kanak lagi tempat Kesya bersekolah, melainkan Sekolah Dasar. SDN 1 Pancasila menjadi pilihan Ali untuk Kesya melanjutkan pendidikannya. Sekolahan ini termasuk salah satu sekolah yang sangat terkenal karena kepintaran siswa-siswinya.


Sekolah yang biasanya hanya terdapat murid-murid serta guru didalamnya, kini sedikit berbeda. Disepanjang koridor sekolah terdapat wali murid peserta baru yang menunggui anaknya, hal itupun yang dilakuakan Rosa sekarang. Menunggui cucu kesayangannya sampai bel pulang berbunyi. Duduk bersandar pada sebuah tembok sambil sesekali memainkan ponsel canggihnya.


Sebenarnya Ali lebih memilih sekolah private untuk Kesya, namun Rosa menolak keinginan Ali dengan alasan agar Kesya mempunyai banyak teman, Rosa ingin melihat cucu kesayangannya bahagia dengan teman-teman barunya.

__ADS_1


Walaupun sekolah ini terkenal karena kepintaran siswa-siswinya namun tak sulit untuk Kesya masuk ke sekolahan ini, karna kepintaran Kesya tak bisa diragukan lagi. Seminggu dua kali Ali selalu mendatangakan guru les private ke rumah untuk membantu Kesya belajar, jadi tak heran jika Kesya sangat pandai, walaupun kepandaiannya tak seperti teman lainnya.


Kringgg...


Bel sekolah berbunyi sekali, itu tandanya waktu istirahat telah tiba. Siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, namun ada juga yang berdiam diri di kelas. Dengan langkah kecil, Kesya menghampiri Rosa yang sedang tersenyum kearahnya.


"Nenek..." teriak Kesya dan berhampur kedalam pelukan sang nenek, dengan sigap Rosa menahan diri agar tak terjengkang ke belakang karna tubrukan Kesya.


Kesya menatap sang nenek dengan wajah sendunya. Sepertinya cara berucap Rosa salah,buktinya dalam sekejap ucapannya sudah membuat senyum Kesya memudar. Dengan sedikit tenaga Rosa mengangkat tubuh Kesya dan mendudukkannya disebelahnya."Maaf ya sayang, nenek nggak marah kok sama Kesya, nenek cuma kaget aja. "ucap Rosa dengan nada lembut.


Kesya sedikit mengangkat dagunya dan menatap tajam wajah Rosa. Masih terpancar aura kesedihan diwajah Kesya, namuh dengan sekejap juga wajah itu berubah menjadi ceria."Maafin Kesya ya nek."

__ADS_1


"Iya sayang, nenek tidak marah sama Kesya. Sekarang Kesya makan dulu ya, nanti keburu isirahatnya habis lagi." Rosa mengeluarkan bekal dari dalam tasnya. Dengan penuh kasih sayang Rosa menyuapkan nasi goreng sosis kesukaan Kesya pada Kesya. Kesya Nampak terlihat bahagia, satu hari bersekolah membuatnya semakin ceria. Rosa tak membayangkan jika Ali benar – benar akan memberikan sekolah private untuk Kesya, pasti cucunya itu akan semakin murung dibuatnya. Belajar sendiri, tak ada satupun teman yang bisa diajaknya berdiskusi ataupun bercanda.


Sifat protective seorang ayah untuk anaknya memang perlu, tapi jika terlalu over juga akan membuat sang anak semakin tertekan. Cobalah memberikan sedikit kebebasan kepada anak untuk dapat belajar dan mengenal indahnya dunia luar.


"Minum dulu sayang." Rosa menyodorkan botol bermotif doraemon kepada Kesya, tanpa menunggu perintah dua kali Kesya langsung meneguk minum dalam botol itu.


Selesai makan Kesya meminta izin kepada Rosa untuk menghampiri teman-temannya yang sedang bermain. Setelah Kesya mendapat izin Kesya mulai bermain dan bercerita dengan temen sebayanya. Dengan was-was Rosa mengikuti Kesya sambil berjaga-jaga agak tidak ada yang bertengkar. Mereka masih kecil Rosa takut jika ada yang salah akan ada yang terluka.


Betapa bahagiannya Rosa, melihat cucu kesayangannya bisa tertawa dan seceria ini, semoga ini menjadi awal yang baik untuk Kesya.


Akhirnya bel masuk kelas berbunyi, Kesya dan yang lainnya mulai meninggalkan taman dan mulai berhamburan masuk kelas untuk melanjutkan pelajaran. Sebelum masuk kelas Kesya menghampiri Rosa terlebih dahulu, dengan senyum cerianya Kesya mencium pipi kanan Rosa dan berjalan melenggang masuk ke dalam kelas lagi.

__ADS_1


__ADS_2