Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Maaf untuk Kesya


__ADS_3

"Kesya jangan lari-lari sayang, awas banyak duri."Prilly sejak tadi tak berhenti mewanti-wanti Kesya agak tetap hati-hati. Sejak datang Kesya berkeliling toko sambil berlari-lari kecil, Prilly takut jika Kesya tak hati-hati Kesya akan terluka karena duri dimana-mana.


"Iya kak Pirly Kesya hati-hati kok, Kesya mau lihat bunga kesukaan mamah kak."ucap Kesya langsung berlari menghampiri dimana mawar-mawar itu tertata rapi.


"Wah bunga Kesya cantik banget,"Kesya menyentuh buket besar mawar kuning, mendekatkan wajahnya dan menghirup wanginya bunga mawar itu. "Wah ada merah, putih, kuning, pink, sama ungu."Kesya terkagum-kagum melihat semua bunga mawar itu. Dengan telaten Kesya mendekatkan wajahnya dan mencium satu persatu bunga mawar itu.


Hatcing...


Kesya bersin ketika ada serangga yang keluat dari bunga yang dihirupnya. "Ih serangga nakal bikin Kesya bersin." Kesya menggosok ujung hidungnya sampai memerah, lalu pergi menghampiri Prilly.


"Kak Prily"Kesya memanggil Prilly yang sedang membungkus bunga, ketika Prilly menoleh dengan cepat Prilly menghampiri Kesya,"Kesya kenapa sayang?"Prilly mengelus lembut ujung kepala Kesya.


"Hidung Kesya gatel gara-gara serangga nakal, serangga itu keluat saat Kesya sedang mencium bunga."gerutu Kesya sambil memanyunkan bibirnya.


"Hahaha... "tawa Prilly pecah tak kuasa melihat ekspresi Kesya yang sangat menggemaskan itu. "Lucu banget sih anaknya papah Ali,"ucap Prilly sambil mencubit pelan ujung hidung Kesya.


Dari belakang Dilla dan Asep muncul membawa buket besar bunga mawar, "Bos ini dikirim sekarang apa nanti ?"tanya Asep sambil melirik jam tangannya.


Prilly mendekati Asep dan melihat nama pemesannya, "Kirim sekarang aja Sep tadi uangnya sudah ditransfer soalnya."


"Siap bos, eh Dill ambilin helm dong."suruh Asep kepada Dilla.


"Nih... "Dilla menyodorkan helm kuning bertuliskan Fresh Flowers.


"Berangkat dulu bu bos."pamit Asep yang dihadiahi senyuman manis oleh Prilly,


"Dill tolong terusin bunga itu ya,"Prilly menunjuk buket bunga yang belum sempat Prilly selesaikan tadi.


Dilla menatap bunga itu dan mengangguk lalu beralih menatap Kesya yang sejak tadi masih asyik menggosok ujung hidungnya, "Tuh Kesya kenapa hidungnya ?"

__ADS_1


"Tadi ada serangga pas dia cium mawar, digosok terus makanya merah gitu."


Dilla mengangguk paham,"Awas loh dimarahi papahnya gara-gara bos gak becus jagain anaknya."ucap Dilla menakuti Prilly, Prilly yang ditakuti langsung melototkan bola matanya kepada Dilla,"Bodo amat, wlekkk."ucap Prilly diakhiri dengan juluran lidah,


"Ikut kak Prilly yuk sayang,"Prrilly menuntun Kesya masuk kedalam ruang istirahat, disana Prilly mengajak Kesya kewastafel dan membersihkan wajah Kesya dengan air, tak lupa mengeringkan dengan tissue.


"Kesya duduk disini dulu ya sayang, bentar lagi papah kesini."Kesya menggangguk patuh.


"Kak Prilly mau bungkus bunga buat Kesya, Kesya tunggu disini sambil makan cemilan ini ya."Prilly menunjuk beberapa toples berisi cemilan yang berada diatas meja.


"Kak Pirly Kesya boleh nonton doraemon ?"ucap Kesya bosan.


Prilly sedikit bingung pasalnya dalam tokonya ini tidak ada televisi, ada komputer tapi itupun terpasang dimeja kasir. Dengan senyuman Prilly merogoh ponsel dalam kantongnya dan mengotak-atiknya sebentar. "Kesya nonton dari youtube aja ya sayang, Kesya bisa kan ? kak Prilly mau bungkus bunga buat Kesya dulu, nanti kalau Kesya ada apa-apa atau kak Prilly kelamaan Kesya panggil kak Prilly ya ? kak Prilly ada di depan."ucap Prilly sambil membenarkan posisi duduk Kesya,


"Iya kak Prilly."


"Aku mau makan ini ah."Kesya meraih toples kecil berisi kue kering, namun karna jarak meja dan kursi yang terlalu jauh membuat Kesya harus mencondongkan badannya lebih maju, saat tangan kanan Kesya dapat meraih toples itu sesuatu ditangan kiri Kesya terjatuh kelantai.


Prakkk....


Buru-buru Kesya memungut benda pipih yang terjatuh itu, saat diambil tak ada suara ataupun cahaya dari benda itu, mata Kesya berkaca-kaca menatap benda itu, "Mati... "


***


"Lain kali Kesya jangan ceroboh, papahkan pernah bilang kalau Kesya harus hati-hati dalam hal apapun itu. Kesya ingat kan pesan papah ? Kesya tau kan papah pernah bilang seperti ini dulu ?"Rahang Ali sedikit mengeras saat berbicara dengan Kesya, sedangkan Kesya sudah tak tahan lagi untuk mengeluarkan air matanya. Kesya terisak, pelan.


"Jangan marahi Kesya dia tidak tau apa-apa, ini salah aku."Prilly mengelus lembut punggung Ali, mencoba menenangkan amarah Ali. Kesya salah ? iya memang Kesya salah tapi tak sepenuhnya salah Kesya,tak sepantasnya Ali mamarahi Kesya seperti ini hanya karna hal sepele.


"Aku tidak memarahinya, aku hanya menegaskan agar dia bisa hati-hati. Dia harus bisa menjaga apa yang dia miliki, dia harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya."

__ADS_1


"Bertanggung jawab ? apa Kesya harua bekeeja agar bisa menggantikan ponselku yang pecah ? apa harua begitu?"kini Prilly mulai menahan amarah.


"Bukan begitu,"ucap Ali terbata,


"Lalu seperti apa ? Seharusnya kamu bisa berbicara dengan lembut, mencoba menjelaskan dengan lemah lembut bukan malah dengan amarah. Anak kecil tak sepatutnya diperlakukan seperti ini, aku yamg salah, tak seharusnya kamu memarahi Kesya. Ponselku tak sepenuhnya rusak, itu masih bisa dibenerin, aku tak keberatan jika ponselku rusak karna itu memang kecerobohanku. Aku yang tak mengawasi Kesya, aku yang harusnya nemenin Kesya bukan Kesya yang salah tapi aku."Prilly mulai tak bisa menahan amarahnya. Ali yang pertama kali melihat amarah Prilly dibuat ketakutan, pasalnya semenjak kenal Prilly selalu memperlihatkan sifatnya yang lemah lembut.


"Maaf aku salah, maaf tak seharusnya membuatmu jadi marah seperti ini."Aki menatap Prilly, lalu beralih menatap Kesya yang masih sedikit terisak.


"Kesya maafin papah ya sayang, papah enggak bermaksud marahin Kesya. Lain kali Kesya hati-hati ya sayang."Kesya mengangguk, Ali mengecuk kening Kesya.


"Kesya harus belajar bertanggung jawab, Kesya harus ganti ponsel kak Prilly yang rusak."


"Bagaimana caranya pah ?"


"Kesya kan punya doraemon ajaib, Kesya harus ambil isi doraemon ajaib itu untuk ganti ponsel kak Prilly, boleh ?"ucap Ali dengan maksud Kesya harus membuka celengan doraemonnya.


"Iya papah boleh."Kesya turun dari duduknya dan menghampiri Prilly yang masih berdiam menatap ayah dan anak itu. Kesya memeluk pinggang kiri Prilly, "Kak Pirly maafin Kesya, Kesya salah. Kesya enggak hati-hati, Kesya janji Kesya bakal ganti ponsel kak Pirly pake doraemon ajaib."


Prilly luluh dengan ucapan Kesya, melepas pelukan Kesya dan menyamakan tubuhnya dengan Kesya. "Kak Prilly yang minta maaf sama Kesya, Kak Prilly juga ceroboh. Kesya simpan doraemon Kesya, sebagai gantinya Kesya harus bantuin kak Prilly di toko mau?"ucap Prilly membelai pelan pipi Kesya.


Kesya menatap Ali meminta persetujuan, Ali tersenyum dan mengangguk.


"Boleh kak Prilly."Prilly tersenyum, mencium kening Kesya dan memeluk tubuh mungin Kesya.


"Maafin aku Prill, aku tidak bermaksud membuatmu marah."Ali mengelus ujung kepala Prilly, dengan posisi memeluk Kesya Prilly mendongak dan tersenyum pada Ali,


"Dasar duda galak, wlekkk... "ejek Prilly membuat Ali mengacak pelan rambut Prilly.


"Tolong jangan buat aku semakin nyaman sama kamu, tolong netralkan jantung ini ya Allah."hati Prilly berbicara.

__ADS_1


__ADS_2