
Hari ini Ali memutuskan untuk mengambil sendiri buket bunga pesanannya di fresh flowers. Kesya yang sejak tadi malam dibeeitahu sejak tadi sudah antusias sekali.
"Papah kita ke toko kak Pirly jam berapa ?"tanya Kesya kepada Ali yang sedang asyik menyantap brownis coklat kesukaannya. Ali melihat jam dipergelangan tangannya. "Jam 10 kita berangkat ke toko kak Pirly ya sayang."
"Asyik... kesya ketemu kak Pirlly, Kesya bisa liat bunga yang banyak." Teriak Kesya sambil melompat-lompat.
"Nanti Kesya boleh beli bunga buat mamah."
"Asyik asyik, terima kasih papah Ali."peluk Kesya menghampiri Ali. "Sama-sama sayang."Ali membalas pelukan Kesya dan mencium kening Kesya.
"Sekarang Kesya siap-siap dulu, ambil payung Kesya terus taruh di mobil, papah mau ganti baju terus siap-siap."
"Siap papah."
***
"Dill, siapin gunting ya aku mau bersihin bunga yang dateng kemarin."Printah Prilly pada Dilla yang sedang menyapu lantai."Biar Dilla aja bos, bos nyantai gitu, masak bos ikut kerja sih."ucap Dilla tak enak hati, pasalnya sekarang Prilly adalah atasannya jadi Dilla tak enak jika atasannya melakukan pekerjaan seperti dirinya yang notabenya sebagai karyawan.
"Udah biasa aja, masih pagi juga kok. Mumpung sepi. Oiya dimeja ada kue tuh Dill buatan ibu, bagi-bagi ke yang lain sana." Selain cantik Prilly juga termasuk perempuan yang ramah, baik hati dan murah senyum ,jadi tak salah jika banyak yang nyaman dengan Prilly salah satunya Alex. Walaupun mereka hanya masa lalu tapi mereka masih baik-baik saja, bahkan semakin akrab layaknya adik-kakak.
Kita kenal baik-baik, jadi kita sekarang juga harus baik-baik. Berakhirnya hubungan bukan berarti berakhirnya pertemanan bukan ? Dulu kita pacaran, sekarang kita sahabatan, tidak ada salahnya kan ?
"Nih bos, oiya jangab lupa buket bunga mawar putih dan 2 tangkai mawar kuningnya."Dilla mengingatkan Prilly. Selain tugas toko Dilla juga mendapat tugas dari Prilly. Menyiapkan buket bunga mawar putih setiap hari kamis dan 2 tangkai mawar kuning setiap hari. Semenjak Kesya marah kepada Prilly karena Prillt lupa mengantarkan bunga akhirnya Prilly menyuruh Dilla untuk selalu mengingatkannya.
"Terima kasih Dilla cantik sudah ngingetin."
Prilly bergegas menuju ketempat dimana bunga-bunga itu diletakkan, dengan bangku kecil sebagai tunpuan duduknya. Satu persatu bunga yabg awalnya masih berantakan dengan duri-duri tajam kini sudah rapi tanpa duri.
Hadirnya dirimu berikan suasana baru...
Kau mampu tenangkan aku, disaat risau dalam hatiku...
__ADS_1
Lembutnya sikapmu, meluluhkan hati ini..
Terbuai aku terlena oleh dirimu, oleh di...
"Dorr...."saat sedang asyik bersenangdung tiba-tiba Prilly dikejukan oleh kedatangan seseorang. Gadis cantik dengan rambut panjang tergerai berdiri dengan senyum jahilnya.
"Astaga Kesya..."Prillt dibuat kaget dengan kedatangan Kesya, bukan karna kedatangannya tapi karna Mengagetkannya. "Kesya kesini sama siapa?"Prillt masih duduk diam sambil menglus dadanya, mencoba menetralisir detak jantungnya yang berdetak tak karuan.
"Tuh..."Kesya menunjuk seseorang yang datang menghampiri Kesya dan dirinya.
"Selamat pagi Prill,"sapa Ali dengan senyum manisnya.
Prilly bingung lalu melihat jam tangan nya, "Apa jam ku salah ? Apa aku telat mengantarkan bunga?"tanya Prilly polos membuat Ali tertawa pelan.
"Bukan Pril, kita emang sengaja mau main kesini sekalian ambil bunga pesanannya."
"Huh...kirain aku lupa waktu lagi. Hehehe."
"Kak Pirly mana bunga Kesya ? Kesya mau lihat."tanya Kesya antusias. Dengan senyum manisnya Prilly beranjak dari duduknya dan menuntun Kesya dimana mawar-mawar itu diletakkan. Ali hanya diam mengikuti langkah dua gadis cantik itu.
"Boleh sayang, Kesya boleh pilih yabg mana saja."
"Asyik..."lompat Kesya kegirangan.
Prilly beejalan kesudut ruangan dan mengambil keranjanh bunga yang memang sudah disediakan untuk pembeli. "Kesya mau yang mana sayang?"Prilly kembali menghampiri Kesya dan Ali.
"Kesya mau mawar merah ini 2 kak Pirly."Kesya berjalan mengelilingi toko sambil memilih-milih layaknya pembeli."Ini 1 kak, sama ini yang juga 1"
Setelah beberapa menit beekeliling akhirnya keranjang ditangan Prilly penuh dengan bunga pilihan Ali dan Kesya.
2 mawar merah,
__ADS_1
2 mawar kuning,
3 sedap malam putih
1 sedap malam kuning
2 lilly
2 Anyelir ungu
3 aster merah dan putih
10 tangkai mawar putih
"Prill bunganya yabg mawar putih dijadiin saru buket, yang mawar kuning seperti biasa dan sisanya dijadiin satu buketnya."
"Jadinya 3 buket ya Li, silahkan ditunggu dulu ya."Prilly berjalan ke kasir tanpa ia tau bahwa Kesya membuntutinya dibelakang, sedangkan Ali lebih memilih duduk dikursi tunggu sambil memainkan ponselnya.
"Kak Pirly pake pita itu ya"tunjuk Kesya pada pita plastik berwarna merah muda. "Loh Kesya, papah mana ?"
"Itu..."tunjuk Kesya.
"Sini bantu kak Prilly kemas bunganya."ajak Prilly yang diangguki oleh Kesya. Sebenarnya bukan membantu melainkan Kesya hanya duduk memperhatikan Prilly sambil melontarkan beberapa pertanyaa.
***
"Mamah Kesya datang , kenalin ini kak Pirlly mah. Kak Pirly yang buatin bunga ini buat mamah, mamah suka kan ?"Kesya berbicara pada batu nisan didepannya, 3 buket bunga itu tertata rapi diatas gundukan tanah. Kesya yang sibuk bercerita dengan mamahnya, Ali yang sibuk membersihkan makam sang istri dari rumput-rumput liar, dan Prilly yang Diam tanpa kata sambil menahan tangis melihat gadis cantik itu.
Setelah 3 buket bunga itu selesai Prilly kerjakan seperti biasa Ali mengajak Kesya menemui mamahnya, Kesya mengiyakan dengan syarat Prilly harus ikut dengannya. Awalnya Ali membujuk Kesya karena Ali tak mau mengganggu pekerjaan Prilly namun bukannya Kesya mengerti Kesya malah terisak. Prilly yang tak tega melihat Kesya menangis akhirnya mengiyakan ajakan Kesya, toh itu tokonya sendiri tak ada yang melarang Prilly untuk pergi saat jam kerja.
"Ini makan istri saya Prill, dulu kami sangat senang sekali saat mengetahui bahwa istri saya mengandung Kesya. Setiap hari dia selalu manjaga pola makan, menyanyikan lagu-lagu klasik, pokoknya kami sangat antusias menunggu kehadiran Kesya. Saking tidak sabarnya setelah kandungannya menginjak 7 bulan istri saya hampir setiap minggu menamgajak ke Mall membeli banyak pakaian dan mainan bayi untuk Kesya. Bahkan seminggu sebelum lahiran dia masih sempat mendesain setengah kamar kami menjadi kamar bayi dengan nuansa pink. Kami sangat senang sekali, tapi semua itu berubah ketika istri saya mengalami kontraksi, saat itu saya sedang bekerja dan istri saya sedang berada di rumah bersama ibu saya. Istri saya kontraksi dan diterjauh, dia pendarahan hingga akhirnya dia terpaksa malakukan oprasi tapi na'as dia kehabisan banyak darah dan kehilangan nyawanya."Ali menceritakan dengan air mata yabg ditahannya.
__ADS_1
"Ini semua jalan Allah, Allah melakukan ini karna ini yang terbaik untuk dia untuk Kesya dan untuk semua. Ini sudah takdir Allah, kita harus iklas dan sabar."ucap Prilly dengan senyum manisnya. Kesya yang sejak tadi sibuk menata bunga akhirnya bersuara.
"Pah kak Pirlly boleh jadi mamah Kesya ?"ucap Kesya spontan membuat Ali dan Prilly saling bertatapan.