Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
16


__ADS_3

“Loh kamu…”Ali terkejut melihat siapa yang datang dan memanggilnya sayang.


“Eh pak Ali maaf, saya kira Kesya, soalnya biasanya Kesya yang selalu buka pintu saat saya datang.”ucap Prilly sedikit kaget sekaligus gugup, salah sapa dipagi hari yang cerah cukup membuatnya sedikit malu, apalagi didepan laki-laki tampan yang ia kagumi.


“Iya enggak apa-apa kok.”


Prilly celingak-celinguk melihat seisi rumah mencari keberadaan Kesya, “Kalau boleh tahu Kesya dimana ? tumben bukan dia yang buka pintu ?”


“Kesya ada kok, dia lagi enggak enak badan.”ucap Ali membuat Prilly mengerutkan daninya, ia teringat dengan ucapan Kevin tadi malam saat ia bertanya dimana keberadaan Ali, dan Kevin bilang,”Tadi dia dapat telfon dari seseorang eh habis itu dia pamit pulang dengan wajah panik-panik gimana gitu,” . Apa Ali panik karena Kesya ?


“Boleh saya ketemu Kesya, sebentar saja kok, saya enggak akan ganggu istirahatnya.”pinta Prilly sedikit memohon,


“Boleh banget.”jawab Ali cepat. Pastilah Ali mengizinkan karena Prilly akan menjadi obat penyembuh untuk Kesya.


Ali mempersilahkan Prilly masuk, berjalan berdua beriringan menuju kamar Kesya. Setelah melewati beberapa ruangan dan panjangnya tangga akhirnya mereka sampai disebuah ruangan dengan pintu bercat biru. Ali mendorong pelan pintu itu, manampakkan seorang gadis yang tidur dengan berlipat-lipat pakaian hangat serta selimut tebal.


“Astaga Kesya.”panik Prilly ketika melihat keadaan Kesya, tanpa mempedulikan keranjang bunganya Prilly berlari menghampiri Kesya. Tampak raut wajah panik Prilly, duduk berjongkok disisi ranjang.


“Astaga badannya panas sekali.”pekik Prilly ketika tangan mulusnya memegang keking Kesya.


“Kak Pirlly…”suara parau Kesya ketika membuka matanya.


“Iya sayang ini kak Prilly,”Prilly menatap iba Kesya, “Kenapa enggak bawa Kesya ke rumah sakit?”Prilly menengok kearah Ali dan menatapnya tajam.”Semalaman sudah aku bujuk Kesya, namun aku bisa apa kalau Kesya bilang tidak. Dia takut rumah sakit.”


“Astaga.”Prilly mendesah pelan. Kesya memang orang baru yang ada dihidupnya, namun melihatnya terbaring lemah membuatnya tak tega.


“Apa Kesya sudah makan ? minum obat ?”


“Kesya sudah minum obat dan dokter keluarga juga sudah memeriksanya, namun Kesya belum mau makan sedikitpun.”ucap Ali lagi-lagi membuat Prilly menghea nafas,”Sayang makan dulu ya kak Prilly suapin ya sayang.”Prilly mengusap pelan dahi Kesya, Kesya menggeleng pelan, matanya tertutup namun ia tak tertidur.


“Dikit aja ya sayang, biar cepet sembuh.”lagi-lagi Kesya menggeleng.


“Yaudah kalau Kesya enggak mau makan enggak apa-apa, biar Kesya sakit aja terus. Percuma kak Prilly datang dan jengukin Kesya kalau akhirnya Kesya enggak mau makan,”ucap Prilly dengan nada sedikit tinggi membuat Kesya membuka matanya bahkan Ali sampai terngangga.


“Mulai sekarang kak Prilly enggak mau nganterin bunga lagi ke Kesya.”Prilly beranjak dari duduknya dan mencoba pergi, namun sebuah tangan mungil menahan langkahnya,”Kesya mau makan.”ucap Kesya akhirnya membuat Prilly tersenyum bangga, ternyata hanya ancaman kecil membuat Kesya takut.


“Ternyata Prilly pintar juga membujuk Kesya, sungguh calon ibu idaman.”batin Ali sambil tersemyum.

__ADS_1


Prilly kembali duduk dipinggir ranjang dan membantu Kesya duduk, sedangkan Ali dengan sigap membantu Prilly dan mengambil semangkuk bubur untuk Kesya. Dengan penuh kasih sayang Prilly menyuapi Kesya bahkan sesekali mengelap makanan yang tercecer disekitar mulut Kesya, tak seperti dua insane yang baru kenal namun mereka layaknya ibu dan anak, ibu yang dengan penuh kasih sayang merawat anaknya yang sedang sakit.


Sungguh ibu idaman.


“Udah.”tolak Kesya saat Prilly kembali menyuapkan bubur pada Kesya.


“Kok sudah sih, masih dikit lo sayang, paling 3 atau 4 suapan lagi.”ucap Prirlly sambil mengira-ira bubur dimangkuknya. “Habisin lagi ya, Kesya kan anak pintar masa makan enggak dihabisin. Coba bayangin diluar sana itu masih banyak anak kecil kaya Kesya yang gak punya makan, yang makannya cuma beberapa hari sekali itupun dikasih orang sedangkan Kesya udah dibikinin bubur dengan susah payah tapi enggak dihabisin kan mubazir sayang.”


“Habisin ya.”pinta Prilly dan akhirnya Kesya pun mengangguk mengiyakan permintaan Prilly.


“Nah gitu dong sayang, nih akk lagi.”Prilly menyuapkan bubur pada Keysa sampai habis tak tersisa.


Ali yang beradaa disamping Prilly dan Kesya hanya diam dan sesekali tersenyum, ayahnya yang sejak dulu bersamanya, menemaninya namun tak bisa membujuk anaknya untuk sekedar makan, sedangkan Prilly ? orang baru yang datang dalam hidup Kesya namun sudah berhasil mencuri perhatian Kesya. Sungguh mengherankan, namaun tak apa, asal Kesya bahagia kenapa tidak ?


Ali berpindah dari posisinya, berjalan mendekat dan meraih segelas air putih yang ia sediakan untuk Kesya,”Makannya sudah habis, sekarang Kesya minum dulu terus obatnya diminum ya sayang biar cepet sembuh.”


Kesya meneguk segelas air putih yang dibawa Ali dan tak lupa obat yang diberi dr. Hendrick,”Makan sudah, minum obat juga sudah, sekarang waktunya tidur.”ucap Prilly mambantu Kesya kembali berbaring.


“Temenin Kesya,”pinta Kesya pada Prilly, Prilly mengangguk,”Iya sayang kak Prilly disini.”Prilly mengelus lembut kening Kesya, sesekali menepuk-nepuk pelan lengan Kesya membuat Kesya dengan cepat terlelap.


“Prilly ikut aku.”Ali meraih tangan Prilly membuat Prilly sedikit kaget, tanpa suara Ali menarik Prilly keluar kamar Kesya dan membawanya entah kemana. Prilly hanya menururt tanpa membantah ataupun bertanya.


“Kenapa ?”akhirnya Prilly membuka suara.


“Makasih kamu sudah mau rawat Kesya, entah sudah berapa kali aku sama ibu bujuk Kesya buat makan tapi hasilnya selalu sama dan entah kenapa hanya denganmu Kesya menurut.”


“Sama-sama, mungkin cuma kebetulan. Oiya Cuma mau kasih saran aja, diterima silahkan enggak juga enggak apa-apa kok, lain kali kalau mau bujuk Kesya bujuklah dengan sebuah kata-kata pembelajaran, kasih cerimanan orang diluar sana yang tak seberuntung Kesya contohnya seperti tadi. Sebenarnya kamu sudah benar namun cuma salah menggunakan kata-kata.”


“Sepertinya kamu sudah tau banyak tentang anak kecil.”ceplos Ali tanpa sadar. Pirlly tertawa mendengar ucapan Ali,”2 tahun lamanya om, tante, dan anaknya tinggal dirumah aku, 2 tahun juga aku tau bagaimana cara menghadapi anak yang enggak mau makan, yang susah tidur siang, yang bandel, pokoknya banyak deh. “


“Oh gitu.”Ali mengangguk paham.


“Oiya Kesya sudah tidur, kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu lagi.”


“Ngusir nih maksudnya,”


“Eh bukannya ngusir maksudnyaa, tapi takut aja kerjaan kamu jadi terbengkalai karena Kesya.”Ucap Ali tak bermaksud,”Enggak kok, kalau boleh dan enggak ngerepotin sih aku mau disini dulu nunggu Kesya bangun kan dia tadi bilang aku jangan pergi, takutnya dia nyariin.”

__ADS_1


“Enggak ngerepotin kok, aku malah seneng karena kamu dengan senang hati mau nemenin Kesya disaat dia sakit, sepertinya kamu menjadi orang special dihati Kesya.”


“Kesya memang orang baru yang hadir dalam kehidupan sehari-hariku, namun entah kenapa aku sangat sayang padanya, Kesya sudah aku anggap seperti adik sendiri.”ucap Prilly tersenyum.


Prilly berjalan menghampiri sebuah bangku kecil dibawah pohon mangga dan diikuti oleh Ali dibelakangnya, cuaca yang tak terlalu panas ditambah angin sepoi-sepoi membuat suasana semakin sejuk.


“Kalau nanti Kesya bangun dan tak ada perubahan pokoknya mau tak mau, bisa enggak bisa Kesya harus dibawa ke rumah sakit.”ucap Prilly tiba-tiba.


“Sudah kubujuk berkali-kali namun tetap saja dia menolak, tapi entah kalau kamu yang bujuk mungkin mau.”


“Kenapa dia enggak mau ?setakut apa dia sama rumah sakit.”Prilly dibuat penasaran.


“Dulu ada saudara yang cerita sama Kesya tentang mamahnya, dia bilang kalau mamahnya itu meninggal dirumah sakit sehabis melahirkan Kesya dan sejak itu Kesya selalu beranggapan kalau rumah sakit itu salah satu penyebab mamahnya meninggal padahal tak ada hububngannya.”


“Hal sesimple itu ?”Ali mengangguk.


“Oh iya gimana acara semalam ? makin rame pastinya.”ucap Ali mengubah topik pembicaraan.


“Enggak tau sih makin ramai atau enggak, soalnya tadi malam setelah dari toilet aku langsung pulang.”


“Oh kirain sampe selesai,”


“Enggak kok, lagian udah malam terus ibu juga udah nyuruh pulang.”


“Yang tadi malam pacarmu pasti, tampan, cocok sama kamu.”ucap Ali dengan senyum terpaksa, seolah tak kuat hati mengucapkan kalimat itu.


“Alex ?”


“Iyalah masa iya si Kevin, gak mungkin lah kamu sama si kunyuk itu.”


“Aku sama Alex itu…”ucap Prilly terpotong karena terdengar suara yang meneriakkan nama Ali, tak lama munculah Rosa dengan jaket ditangannya,”Li Kesya bangun, dia nyari kamu sama Prilly.”ucap Rosa dan pergi menghilang dibalik pintu. Dengan cepat Ali dan Prilly kembali ke Kamar Kesya untuk mengecek keadaan Kesya. Sepertinya baru saja ditinggal kenapa Kesya sudah terbangun.


Ali dan Prilly mempercepat langkahnya menuju kamar Kesya, dengan cepat Ali mendorong pintu kamar Kesya dan masuk kedalamnya, sungguh Ali dan Prilly ternganga melihat kondisi Kesya sekarang.


Kok bisa ? batin Ali maupun Prilly.


“Kesya”ucap Ali dan Prilly bersamaan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2