Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
Sayang :*


__ADS_3

Diruang kelurga Ali dan Rosa sedang bersantai sambil menikmati secangkir teh panasnya masing-masing. Sedangkan Kesya sudah tertidur selepas mahrib tadi.


"Kamu itu sudah berpengalaman, sudah lebih tahu tentang sebuah hubungan, kamu harus lebih dewasa dan bisa memberikan contoh yang baik buat Prilly."saran Rosa kepada Ali selepas Ali menceritakan kejadian siang tadi.


"Ali berfikir bahwa dengan cara seperti Ali bisa membuat Kesya belajar bu, eh tahunya malah Ali yang dimarahi."


"Ya ibu setuju sama Prilly, ibu juga akan marah jika tau kamu memarahi Kesya. Anak kecil tak sepantasnya diperlakukan seperti itu, Jika dia salah gunakan cara yang benar, jangan sampai cara mendidik kamu itu malah jadi ketakutan buat Kesya."Ali menatap kedua bola mata Rosa kemudian mengangguk pelan.


"Ali janji tidak akan mengulangi lagi bu, Ali akan lebih sabar dan telaten mendidik Kesya."


Rosa menepuk pelan bahu Ali, "Itu baru anak kebanggaan ibu, tetap jadi anak dan ayah yang selalu kami banggakan."ucap Rosa tersenyum,


"Baik bu, Bismillah Ali akan coba."


"Terus soal Prilly kapan Li?"tanya Rosa seraya meraih cangkir teh nya.


"Kapan apanya bu ?"Ali kebingungan,


Rosa menyeruput pelan teh itu kemudian meletakkan kembali cangkirnya keatas meja,"Kapan kamu akan bertemu orang tua Prilly ?"


"Itu belum Ali pikirkan bu, sekarang masih terlalu cepat untuk hal itu. Kami masih sama-sama mengenal satu sama lain bu. Sambil mengenal sambil menunggu ayah Prilly pulang, jika nanti kami sudah benar-benar mantap Ali akan bertemu dengan orang tua Prilly."


"Kemana ayah Prilly ?"tanya Rosa,

__ADS_1


"Ayah Prilly bekerja di Malaysia bu, mengurus perusahaannya disana. Kata Prilly setiap 4 bulan sekali Ayah Prilly pulang."Rosa mengangguk bersamaan dengan ponsel Ali yang berbunyi.


Ali merogoh ponsel dari kantung celananya, kemudian melihat layar ponsel. Senyum Ali terukir saat tau siapa yang menghubunginya.


"Bu Ali ke kamar dulu ya, good night bu."pamit Ali kemudian berlari menuju kamarnya, sesampai di kamar dengan cepat Ali menggeser layar berwarna hijau itu.


"Assalamulaikum"ucap Ali sambil naik atas ranjang.


"Waalaikumsalam Li,"jawab Prilly dari sebrang sana,


"Ada apa Prill?"


"Enggak ada apa-apa Li, cuma mau ngabarin kalau ponsel aku udah bener."


"Iya, tadi aku minta tolong temen aku buat benerin Li, katanya cuma ngeblank biasa dan mati total itu cuma lowbatt. Jadi sebelum jatuh kemungkinan ponsel aku udah mati duluan."jelas Prilly,


"Syukur Alhamdulillah kalau tidak ada apa-apa,"


"Iya Li, eh ngomong-ngomong Kesya dimana Li ? tumben gak kedengeran suaranya?"tanya Prilly,


Ali terkekeh pelan, "Dia sudah tidur sehabis mahrib tadi, mungkin dia kecapekan."


"Oh gitu,"

__ADS_1


"Udah jam segini kamu udah makan Prill ? makan dulu sana biar sakit kamu gak kambuh lagi."


"Habis selesai makan aku Li sama Ibu, tadi habis sholat aku makan sama ibu, sekarang lagi nyantai dikamar. Kamu udah sholat?"tanya Prilly membuat Ali tersenyum simpul, sepertinya tak salah jika Ali memilih Prilly. Selain muda, berbakat dia juga tak lupa dengan kewajibannya sebagai umat islam.


"Li... ?"


"Eh iya Prill udah kok, tadi udah sholat sebelum makan juga. Tadi habis nyantai sebentar sama ibu tapi ini udah dikamar."


"Oh gitu,"


"Udah malam Prill buruan tidur, jangan begadang. Sekarang banyak virus-virus, jaga kesehatan Prill."


"Iya Li kamu juga. Di perusahaan kan banyak tuh kerjaannya, kamu harus jaga kesehatan juga jangan suka begadang."


"Iya Prill pasti, kamu kalau nganter bunga pake motor juga pake jaket Prill. Kalau hujan pake mobil aja atau suruh karyawan kamu yang antar."


"Iya Li, udah malam nih tidur yuk."ucap Prilly diakhiri dengan kekehan kecil.


"Ayo Prill, good night Prilly."


"Good night too Ali, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam sayang."ucap Ali langsung mematikan telfonnya. Ali menepuk jidatnya pelan, begitu malunya mengucapkan kata sayang dengan Prilly seperti itu. Dasar Ali, memalukan sekali.

__ADS_1


"Sayang?"Ali tersenyum jahil, "Boleh juga."ucap Ali lalu tertawa pelan. Kemudian meletakkan ponselnya di atas meja dan menarik selimut untuk menutup tubuhnya. Hingga perlahan mata itu terpejam dan Ali masuk ke dalam alam mimpi.


__ADS_2