Dari Bunga Turun Ke Hati

Dari Bunga Turun Ke Hati
18


__ADS_3

Seperti janji Prilly pada Alex kemarin, hari ini mereka berdua memutuskan untuk pergi ke salah satu tempat setelah makan siang. Alex yang datang lebih awal terlebih dahulu menjemput Prilly di toko.


Dengan kacamata yang bertengger di hidung mancung nya Alex berjalan memasuki toko. Celana jeang warna hitam yang dipadukan dengan jaket berwarna biru navy membuatnya lebih tampan.


"Siang semua."sapa Alex setelah memasuki toko. Dila yang berada dimeja kasir dengan senyuman membalas sapa Alex.


"Oi mas tampan."balas Dilla yang selalu menyebut Alex dengan sebutan mas tampan.


"Dil mana Prilly ?"tanya Alex ketika tak menemui Prilly di toko sambil beralih duduk disebuah kursi bisa yang sudah disediakan.


"Baru nganter bunga ke pelanggan Setia nya. Entar lagi juga paling udah balik."


"Oh."


Untuk mengisi kebosanannya Alex mengeluarkan benda pipih dari saku jaketnya dan memainkan games yang ada. Sesekali terlihat raut wajah kesalnya ketika ia kalah saat bermain games.


1 games berlalu...


2 games juga berlalu, hingga games ke 3 yang Alex mainkan Prilly juga tak kunjung datang. Dilihatnya jam yang melingkar ditangannya. 12.24 , itu tandanya hampir 1 jam Alex menunggu, lama memang tapi Alex sabar menunggu, toh mereka janjian jam 13.00 jadi bukan salah Prilly juga, salah Alex yang datang terlalu awal.


To : Prilly Cby


Prill aku udah di toko nih, kamu sampai mana ?


Alex mengirim pesan kepada Prilly, tak sampai 1 menit sebuah balasan Alex terima.


From : Prilly Cby


Bentar ya, aku lagi sampai di lampu merah. Bentar lagi sampai, macet tadi.


Oh macet, pantes lah ini jam makan siang juga.


To : Prilly Cby


Ok Pri, hati-hati. Jangan ngebut.


Untuk menunggu Prilly, Alex melanjutkan kembali bermain games nya yang sempat ia pause.


"Mas tampan, makan-makan dulu sana, apa mau minum ?"tawar Dilla pada Alex.


"Iya Dil, ntar ambil sendiri. Santai aja Mba bro."


Satu persatu pelanggan mulai berdatangan, membuat toko kembali ramai. Dari salah satu rombongan yang datang, terselip Prilly ditengahnya. Tubuhnya yang mungil membuat Alex tak melihat kedatangan Prilly.


"Bentar ya Lex, mau ambil tas dulu."ucap Prilly membuat Alex sedikit terkejut. "Eh kapan dateng Prill ? Kaget tau."


"Barusan. Habis sibuk sama games sih."ucap Prilly dan berlalu meninggalkan Alex.


Tak lama Prilly datang kembali dengan tas kecil yang tercampur dipundaknya.


"Yuk"


******

__ADS_1


Disini mereka sekarang, disebuah taman yang dihiasi dengan berbagai jenis tanaman yang dibentuk dengan berbagai macam. Ditambah indahnya air mancur membuat pemandangan semakin cantik. Terdapat banyak perahu juga yang berlalu-lalang disekitar air terjun.


"Suka ?"


"Suka banget, bagus deh. Coba kalau malam pasti indah bangett."Prilly menatap kagum sekelilingnya.


"Next kita kesini pas malam"


"Ok"


Sambil menikmati semilir angin Prilly dan Alex berkeliling mengelilingi air terjun. Banyak sekali pengunjung taman ini, dari tua, muda, yang sendiri, yang berpacaran, yang berkeluarga ada disini, bahkan terlihat banyak sekali anak-anak yang berlarian kesana-kemari sambil tertawa bahagia.


Memang ini hanya sekedar taman, namun keindahannya tak kalah dengan tempat wisata yang lainnya. Selain gratis tempat ini juga ramai.


"Mau ice cream ?"tawar Alex yang pasti tau dengan jawaban Prilly. Secara mereka dulu sempat berpacaran, sehingga Alex tau kesukaan mantan pacarnya itu.


"Mau."jawabnya berbinar. Soal ice cream ? Prilly tak pernah menolak.


"Ice cream vanila dan coklat, pake meses sama susu coklat ?"


"Yaps, itu tau. Hha."


"Tunggu disana biar aku beli."tunjuk Alex pada sebuah kursi panjang yang terletak dibawah sebuah pohon yang rindang. Dan Prilly mengangguk.


Sambil nunggu Alex, Prilly membuka ponselnya. Berselfie adalah kebiasaan Prilly, tak bisa lihat tempat bagus dikit pasti langsung deh cekrek-cekrek. Tak lupa juga dia merekam indahnya taman dan mempostingnya distory wattsapp dengan caption.


Indahnya pemandangan, banyak bunga-bunga bertebaran 😂😂


"Kenapa sih ice cream selalu enak begini, kayaknya gak ada deh ice cream yang gak enak, semuanya enak."


"Alah makan ice cream senengnya minta ampun, ntar kalau pilek heboh sendiri."


"Biarin. Wlekk." Prilly menjulurkan lidahnya pada Alex.


"Dasar bocah."ejek Alex.


*****


"Papah..."


"Papah dimana, papah. Pah papah..."dengan boneka dipelukannya Kesya menuruni tangga sambil berteriak memanggil Ali, namun tak ada sahutan dari Ali.


"Papah..."semakin tak ada sahutan semakin keras pula Kesya berteriak.


"Aduh sayang kenapa sih teriak-teriak."Rosa yang datang dari arah dapur menghampiri Kesya.


"Kesya panggil-panggil papah tapi enggak dijawab Nek. Papah dimana ?"


"Astaga sayang, tuh papah lagi di teras bersihin mobil. Sana samperin , bonekanya ditaroh aja disofa biar enggak kotor ya sayang."perintah Rosa dan diangguki oleh Kesya.


Dengan centilnya Kesya berlari membuat rambut panjang nya bergerak bebas kesana-kemari.


"Papah..."Kesya menatap geram Ali yang sedang mengelap kaca mobil.

__ADS_1


"Eh sayang,"Ali meletakkan kanebo nya dan menghampiri Kesya, "Kenapa sayang ?"


"Dari tadi Kesya teriak-teriak panggil papah tau, tapi papah enggak jawab."


"Masak sih sayang, papah enggak denger sayang maaf ya."


"Iya deh Kesya maafin."


"Oiya pah kak Pirlly mana ?"tanya Kesya sambil celingak-celinguk melihat sekeliling kompleks.


"Kak Prilly Ya ditoko dong sayang, kerja. Emang kenapa ?"


"Bunga Kesya kapan diantarnya dong, Kesya mau nungguin kak Pirlly ah."ucap Kesya langsung bersandar di tembok dengan tangan yang terlipat di dada.


"Kak Prilly udahdl Dateng say..."


"Mana ?"langsung Kesya memotong ucapan Ali.


"Jadi tadi kak Prilly udah kesini sayang ngaterin bunga Kesya, terus kak Prillynya pergi lagi, tuh bunganya."tunjuk Ali pada beberapa tangkai bunga mawar di meja.


"Lah kenapa enggak panggil Kesya sih, papah jahat." Marah Kesya pada Ali.


"Bukannya papah enggak mau panggil Kesya, tapi kak Prilly nya buru-buru mau pergi sayang. Seharusnya Kesya ngerti dong sayang. Coba Kesya pikir, kak Prilly itu ada urusan tapi kak Prilly masih sempatkan nganter bunga ke Kesya."


"Tapi Kesya mau ketemu kak Pirlly pah."


Ali berlutut mensejajarkan tubuhnya pada tubuh Kesya, membelai lembut rambut Kesya, "Sayang, kak Prilly kan kemarin dari sini dan pasti besok kesini lagi. Kak Prilly juga ada urusan sayang, dan gak mungkin bisa setiap hari ketemu Kesya. Tunggu ya besok pasti ketemu kok."


"Iya pah."pasrah Kesya, terlihat raut wajah tak semangat dari Kesya, Ali tau jika Prilly adalah semangat Kesya saat ini, tapi Ali bisa apa ?


"Yaudah yuk masuk, itu bunganya diambil dulu."


Kesya mengangguk dan mengambil beberapa tangkai bunga itu. Saat diambil terdapat sebuah kertas yang terselip ditengahnya. Kesya mengambil dan memberikannya pada Ali. "Pah ini apa?"


Ali menerimanya dan membukanya , "Ini surat sayang, sini papah bacain."


Ali membuka surat itu dan membacakan isinya,


Dear Kesya cantik,


Haloo sayang Kesya udah terima bunganya kan ? Pasti udah kan. Maaf ya sayang kak Pirlly enggak bisa ketemu Kesya karena kak Pirlly ada urusan jadinya kak Pirlly harus segera pergi. Maaf ya sayang,


Salam sayang dari Kaka cantik


Pirlly


"Tuh sayang kak Prilly udah minta maaf, sekarang masuk yuk. Kita taruh bunganya divas biar makin cantik."


"Yuk."


Ali menuntun Kesya dan masuk ke dalam rumah.


.

__ADS_1


__ADS_2