DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
CARI WANITA ITU SAMPAI DAPAT!


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya, Daily Kemala binti Rahman dengan emas kawin 50 gram emas di bayar tunai!" suara lantang dan tegas itu terucap dari bibir Frans.


"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu.


"SAH!"


"Alhamdulillah.." suara lega itu terdengar dari semua orang kecuali Anton.


Pemuda itu tersenyum kecut di sudut ruangan rumah itu. Ingin ikhlas tapi nyatanya begitu sulit, hatinya begitu sakit tapi tidak berdarah. Dia terluka tapi tidak berbekas. Jika tidak malu, mungkin pemuda itu akan menangis meraung-maung untuk mengurangi rasa sedihnya.


"Sekarang indak ada yang bisa abang harapkan lagi, Ai. Raga dan hatimu rupanya sudah dimiliki oleh pria itu, pria yang kini telah menjadi suamimu dan juga ayah dari bayi yang kau kandung." batin Anton meratap. Pria itu bahagia melihat Daily bahagia, tapi tak dapat di pungkiri bahwa ia juga begitu sakit karena bukan dirinya yang bersanding dengan wanita itu. Bukan dia yang menyebut nama lengkap Daily Kemala yang jarang di sebutkan itu.


"Lily, ayo!" ajak Frans pada istrinya. Pemuda tidak waras itu membantu Daily bangkit dari tempat duduknya dengan perlahan.


"Mau kemana?" tanya Daily dengan pelan pada pria cabul yang kini sudah SAH menjadi suaminya.


"Kita pulang lah!" timbal Frans.


"Jangan macam-macam, Frans. Pakai otak mu!" cetus Pras pada adiknya.


"Ai indak mau ikut Tuan pulang," kata Daily pada suaminya.

__ADS_1


"Ai.." panggil Nek Lai dengan pelan.


"Ai takut, Nek," ucap Daily dengan kening berkerut.


"Lily tidak akan pulang hanya dengan Frans, tapi dengan ibu, Bang Pras dan juga Dinda," kata Bu Aida pada Daily. "Jika nanti Frans macam-macam sama Lily, maka kita akan mengeroyoknya bersama-sama." tambah Bu Aida sembari tersenyum manis pada Daily.


"Nenek.." Daily menatap wajah neneknya yang berada di samping Bu Aida.


"Ai tenang saja, lagi pula Ai ikut Bu Aida indak sekarang. Tapi nanti siang," kata Nek Lai. "Sekarang Ai bisa menghabiskan waktu dulu bersama nenek pagi ini."


"Apa Ai indak boleh di sini saja sama Nenek dan Kak Sy?" tanya Daily.


.


.


.


Di tempat lain, seseorang sedang mengumpat pada anak buahnya.


"Bodoh! Mencari wanita itu saja tidak becus!" maki bos dari para anak buah yang di perintahkan mencari seorang wanita itu.

__ADS_1


"Kami sudah berkeliling, Bos. Tapi wanita itu tidak dapat kami temukan," kata salah satu anal buah orang itu.


"Gawat! Kemana sebenarnya Daisy pergi? Sudah setengah tahun ini tidak ada kabar beritanya!" Jhon, kepala pemilik Club Malam di kota A tempat Daisy bekerja sebagai wanita liar.


"Apa mungkin dia kembali ke pabrik minyak itu, bos?" terka anak buah Jhony.


"Untuk apa dia kembali ke tempat itu? Herman sudah mati, tulang belulangnya saja sudah buruk di makan rayap," kesal Jhony. "Daisy bertahan di pabrik dulu karena Herman, setelah tidak ada Herman. Mana mungkin perempuan bodoh itu kembali ke sana!"


Setengah tahun tanpa Daisy, keadaan Club malam itu menjadi cukup sepi. Pendapatan Jhony menurun drastis, nyatanya yang membuat Club malam miliknya itu ramai dari para pria kaya dan juga pengusaha di dalam maupun luar kota berdatangan adalah Daisy, tanpa Daisy Club itu menjadi tidak menarik lagi.


"Nona Daisy ada?" tanya salah satu pelanggan Daisy.


Jhony yang pusing hanya mengangkat tangannya. Setelah mengetahui bahwa Daisy tidak ada, pelanggan itu pun berbalik dan meninggalkan Club itu.


"Akhhh.." Jhony membanting botol minuman yang ada di hadapannya ke lantai. "Jangan diam saja, usaha dong! Cari wanita itu sampai ketemu, sia-sia aku menyingkirkan Herman kalau akhirnya Daisy masih tetap pergi juga!"


Ternyata, kematian Herman telah di rencanakan oleh Jhony dan beberapa anak buahnya. Mereka menyusun rencana sebaik mungkin untuk menyingkirkan Herman dengan cara memberi Herman yang mamang pecandu obat-obatan terlarang itu dengan dosis yang tinggi, hingga membuat Herman merenggang nyawa dengan cara overdosis.


Jhony begitu tau bagaimana sifat Daisy, wanita itu adalah wanita yang rapuh dan mudah putus asa. Maka dari itu, ia melenyapkan Herman agar Daisy tetap menjadi miliknya dan juga ladang uangnya.


Bagaimana jika sampai Daisy tahu segala kenyataan itu? Bagaimana jika Daisy sampai mengetahui kebusukan Jhony? Mungkinkah sakit malang yang selamat ini di manfaatkan itu akan diam saja, atau ia akan membalaskan kesakitan Herman yang begitu ia cintainya dan penderitaannya selama ini?

__ADS_1


__ADS_2