
Berhari-hari Frans bertingkah seperti anak pada Daily, bahkan pria itu menjadi sangat aneh setelah putranya dilahirkan. Terkadang pun Daily akan menjadi seorang Ibu yang sibuk mengurus dua bayi, yaitu Baby Gino dan Baby Frans sekalian.
Tanpa terasa, waktu terus berlalu. Usia Baby Gino sudah memasuki usia dua bulan. Tentu hal itu adalah sesuatu yang begitu menggembirakan bagi Frans. Jika Bayi Gino sudah berusia lebih dari 40 hari, itu artinya ia dan Daily akan kembali di nikahkan dan ia bisa segera berbuka puasa.
Siang itu, Frans dan Daily baru saja selesai di nikahkan ulang.
"Sayang, boleh seperti itu enggak?" tunjuk Frans pada Baby Gino yang sedang menyusu. "Gantian dulu dong!" pinta Frans pada Bayi yang baru berusia 42 hari itu.
Daily hanya menggeleng pelan, terbuat dari apa sebenarnya suaminya itu. Sampai seperti pria idiot, masa iya merengek pada bayi merah.
"Sayang, ayolah!" Frans menarik dres yang di pakai oleh Daily.
"Nanti dulu, Bang. Tunggu Gino tidur," kata Daily dengan kesal. "Lagi pula ini siang loh, kayak gak ada hari malam aja!" cetus Daily yang kini jauh berbeda dengan Daily yang pertama kali di sentuh oleh Frans, Daily yang ringkih dan lemah kini menjadi Daily yang galak dan cerewet.
"Bobok lah sayang, bobok lah!" Frans mencubit pipi putranya dengan pelan hingga membuat mata bayi yang baru terpejam itu langsung terbuka lebar. "Yeah.. Malah melek matanya, gimana sih?" kembali uring-uringan hingga membuat Daily mengulum senyum.
"Jangan diganggu lagi biar gak bangun," ucap Daily.
"Tapi dia gak menyusu lagi kan, Nda?" tanya Frans dan di angguki kepala oleh Daily. "Kalau gitu sini Ayah yang gendong!" dengan semangat, Frans mengambil alih putranya dari dekapan Daily.
__ADS_1
"Mau di bawa kemana?" tanya Daily pada suaminya yang membawa Baby Gino keluar dari kamar.
"Di ungsikan dulu!" timbal Frans yang kini sudah di luar kamar.
Brak!
Pria itu mendorong pintu kamar Pras dengan kasar lalu masuk ke dalamnya.
"Ya Salam.. Bisa gak sih Frans jangan kenceng-kenceng kalau dorong pintu, bisa kaget itu anakmu!" tunjuk Pras pada Baby Gino yang berada di dalam gendongan Frans.
"Abang gak kemana-mana kan?" tanya Frans. "Kalau gitu titip Gino, dari tadi menyusu terus dia. Kalau nanti nangis berikan sama Ibu biar di buatkan susu formula!" tanpa mendengar jawaban ataupun persetujuan Pras, Frans langsung menidurkan putranya dan meninggalkannya di atas ranjang Pras.
"Ckk.. Sialan kau!" maki Pras dengan wajah kusutnya lantaran baru bangun tidur.
"Tetanggaku kebelet kawin," guman Pras sembari mengangkat Baby Gino dan menimang Baby itu. "Kaciannya punya Papa otaknya agak geser." Pras menciumi pipi merah keponakannya dengan mengumpati nama Frans.
Di dalam kamar, Frans dan Daily. Daily bertanya pada suaminya yang kembali ke kamar tanpa putranya.
"Mana Gino, Bang?" tanya Daily pada suaminya.
__ADS_1
"Di ambil sama Bang Pras, kata Bang Pras hari ini dia gak ada kerjaan. Jadi dia ingin mengasuh Gino," jawab Frans hingga membuat Daily yang mendengarnya langsung mencebikan bibir.
Mana mungkin Daily percaya pada suaminya yang memiliki otak mesum, pastilah suaminya itu menitipkan paksa Gino pada Pras. Begitu pikir Daily.
"Kalau gitu Ai mau tidur siang dulu sebentar, mumpung Gino ada yang jagain," ucap Daily sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Enak aja!" cetus Frans. "Gak ada tidur siang, yang ada gantian aku yang di urus!" tambah Frans dengan sewot.
"Urus bagaimana? Sudah tua kok minta di urus," kata Daily pada Frans.
Tanpa mendengarkan Daily, Frans mengunci pintu kamar itu dan melempar kuncinya pada sudut lemari pakaian. Bahkan pria itu naik ke atas ranjang dan langsung membuka kaos yang ia kenakan.
Melihat perlakuan dan cara suaminya yang begitu kasar, Daily malah mengingat kembali pelecehan yang terjadi hampir 11 tahun silam. Wanita itu malah beringsut dari posisinya dengan wajah memerah.
.
.
.
__ADS_1
Sembari nunggu up, mampir yuk ke karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!