DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
DAILY DI CULIK


__ADS_3

Frans terus mengikuti langkah istrinya keluar dari dalam Mall itu.


"Sayang, kamu enggak bangga jadi istriku?" tanya Frans dengan pelan pada istrinya.


"Enggak lah, bangganya dari mana? Dapat sisaan banyak orang," jawab Daily pada suaminya. Ketus sekali istrinya itu sekarang, ibarat kata berani senggol langsung bacok.


"Sayang, jangan seperti itu. Sisaan juga kan cuman bunda yang mengandung," kata Frans.


Pria itu terus merengek pada istrinya di sepanjang perjalanan, hingga membuat orang-orang yang melihat tingkah Frans hanya bisa mengulum senyum. Tampang OKE tetapi takut pada istri.


"Diobral diobral!" cibir Daily sembari melangkah menuju parkiran.


"Enggak murah lagi sekarang, Nda. Mahal harganya, buktinya Ayah betah puasa selama sembilan bulan," kata Frans. "Mungkin buka puasanya dua bulan lagi!" tambahnya.


"Ayo cepat, buka pintu mobilnya, Ayah!" kesal Daily pada suaminya yang malah berdiri di sampingnya tanpa berniat membukakan pintu mobil untuknya.


"Oh, Ayah lupa," kata Frans. Buru-buru pria itu membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Ya! Kini Daily dan suaminya sudah berada di parkiran. Lebih tepatnya lagi sudah berdiri di samping mobil Frans.


"Bos, itu Daisy!" tunjuk seseorang dari jarak yang cukup jauh. "Dia hamil besar!"


"Mana?" tanya seseorang yang di panggil Bos oleh anak buahnya. "Iya, dia Daisy. Cepat ikuti kemana mobil itu pergi!" perintah orang itu yang ternyata adalah Jhony- pemilik Klub malam tempat Daisy bekerja menjadi seorang pe lacur sebelumnya.


Mobil Frans yang melaju meninggalkan area Mall itu di ikuti oleh mobil Jhony dan anak buahnya. Tujuan mereka hanya satu, yaitu membawa Daisy kembali pada mereka. Tanpa mereka tahu, bahwa yang mereka lihat bukanlah Daisy melainkan Daily.


"Sayang, jangan terus-terusan marah. Nanti anak kita lahir menjadi anak yang pemarah, bagaimana?" Frans yang menyetir menoleh pada Daily yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Enggak marah sama Ayah, cuman kesal sama perempuan yang tadi. Kenapa dia bisa bangga begitu, padahal hanya di singgahi. Ai yang jadi istri saja enggak bangga," jawab Daily pada suaminya.


"Ayah juga enggak bangga sama mereka semua, Ayah cuman bangga karena bisa mendapatkan Bunda meskipun dengan cara yang salah," kata Frans dengan begitu serius. "Seandainya bisa memutar waktu, Ayah ingin kita di pertemukan dengan cara yang baik. Bukan dengan cara yang begitu buruk kayak gini." tambahnya.


"Semua bagian takdir," ucap Daily dengan pelan. Karena pelannya, ucapan Daily lebih tepat di sebut sebagai gumanan.


.


.


.


Saat ini, Frans dan Daily sudah berada di sebuah restoran. Tanpa di sadari oleh Frans dan Daily, bahwa mereka berdua telah di ikuti dan di intai oleh Jhony dan para anak buahnya.


"Mau makan apa, Sayang?" tanya Frans pada istrinya.


"Itu aja?" tanya Frans lagi dan di angguki kepala oleh Daily.


Itu lah Daily, hanya akan makan dengan satu sayur ataupun lauk dan pauk. Sejak kecil ia tidak pernah mencampur aduk kan makanan yang di beli olehnya.


Tak lama kemudian, pesanan Daily dan Frans datang. Dengan begitu telaten, Frans memisahkan tulang ikan dari dagingnya untuk Daily. Tahu sendiri kan, bahwa Ikan emas begitu banyak dirinya.


"Aaa.. Biar Ayah yang suapi," kata Frans, pria itu meminta istrinya membuka mulutnya.


Daily pun membuka mulutnya dan menerima suapan suaminya, wanita hamil itu tersenyum dan terus-terusan memandang wajah Frans yang tertunduk pada piring makannya.


"Semoga Ayah benar-benar berubah, menjadi Suami serta Ayah yang baik untuk Ai dan anak kita," batin Daily.

__ADS_1


"Ayo lagi!" Frans kembali menyuapkan makanan berkuah itu pada istrinya.


Baru separuh isi piring itu habis, seperti biasa Daily akan pamit pergi ke toilet.


"Ai mau ke toilet sebentar," ucap Daily.


"Ayo, Ayah temani," kata Frans.


"Ai bisa sendiri, lagian enggak lama. Cuman mau buang air kecil," ucap Daily pada suaminya.


Maka, seperti biasa Frans akan membiarkan istrinya menuju toilet sendirian. Karena memang bukan sekali dua kali lagi mereka datang ke restoran itu.


"Dia ke belakang, ikuti dan bawa dia!" perintah Jhony pada anak buahnya yang sejak awal sudah mengintai.


Daily yang sudah selesai buang air dan mencuci tengannya, keluar dari toilet dengan begitu berhati-hati. Tapi baru saja ia melangkah keluar, salah satu anak buah Jhony menarik tubuhnya dan membekap mulutnya dengan saput tangan yang sudah dibubuhi obat bius.


Tanpa perlawanan, Daily pun hilang kesadaran dan langsung di bawa oleh anak buah Jhony.


.


.


.


Sembari nunggu update, mampir yuk ke karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini.


__ADS_1


__ADS_2