DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
JANGAN TERSENYUM!


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, Daily terlihat begitu senang. Seumur hidup, ini adalah kali pertamanya wanita itu ikut berpergian jauh.


"Kenapa?" tanya Frans pada istrinya setelah sudah hampir setengah jam mobil yang di kendarai Jonathan melaju.


"Perut Ai rasanya mual sekali," jawab Daily. "Ai ingin muntah." tambahnya.


"Joe, tolong hentikan mobilnya. Istriku mual," Frans meminta Jonathan menghentikan laju mobil itu.


Jonathan pun menghentikan mobil yang ia kendarai di tepian jalan. "Sepertinya istrimu mabuk perjalanan," kata Jonathan pada Frans.


"Sepertinya iya, karena dia memang belum pernah berpergian jauh," ucap Frans sembari menuntun istrinya keluar dari dalam mobil. "Ayo minum dulu." Frans membuka tutup botol air mineral dan memberikannya pada istrinya.


"Apa masih jauh?" tanya Daily dengan wajah yang tampak begitu lesu.


"Belum ada separuhnya, untuk sampai masih butuh waktu satu setengah jam lagi," jawab Frans sembari mengusap kening istrinya.


Setelah berhenti hampir 10 menit lamanya, Daily pun mengajak suaminya untuk kembali melanjutkan perjalanan.


"Harusnya Ai percaya saja tadi, agar tidak merepotkan seperti ini. Kalau begini Ai harus tahan agar Tuan Frans dan Tuan Jonathan tidak repot gara-gara Ai." batin Daily.


Wanita hamil itu malah menjadi merasa bersalah sekarang, jika dirinya tidak memaksa untuk ikut. Pastilah suaminya itu tidak akan kerepotan seperti sekarang ini dan perjalannya menuju Kota C tidak akan terganggu.


"Ayo, Ai udah tidak mual," kata Daily pada suaminya.

__ADS_1


"Enggak pengen makan?" tanya Frans pada istrinya, Daily pun menggeleng pelan. "Joe, nanti berhenti lagi di Toko yang ada di perbatasan kota, ya?" pinta Frans pada Jonathan.


"Iya," jawab Jonathan yang sudah kembali melajukan mobil yang ia kendarai.


Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang, dan saat sudah sampai di Toko yang di sebutkan Frans. Jonathan benar-benar menghentikan laju mobil itu.


"Joe, kau belikan dulu makanan untuk Daily. Aku akan mengajaknya berbelanja dulu ke Toko ini," kata Frans. "Takutnya saat kita sampai di Apartemen kita tidak sempat berbelanja."


Jonathan mengangguk, pemuda itu segera pergi membeli makanan untuk Daily. Sedangkan Frans dan Daily langsung masuk ke dalam Toko yang menjual berbagai kebutuhan pokok dan juga makanan.


"Sayang, ambilah apa yang kamu dan bayi kita inginkan," kata Frans pada istrinya.


"Ai hanya ingin itu!" tunjuk Daily pada susunan snack yang terbuat dari olahan bihun.


"Carilah yang banyak, karena kita akan sampai di sore hari. Terlebih lagi sepertinya hari akan turun hujan," kata Frans.


Mendengar perkataan istrinya, Frans pun memilihkan banyak makanan untuk istrinya. Mulai dari macam-macam snack, susu, bahkan hingga ke biskuit. Sering Frans mampir ke Toko itu untuk berbelanja jika ingin pergi ke Kota C, hingga pemilik Toko sudah hapal dengan Frans.


"Hitung semuanya," kata Frans kepada kasir Toko itu.


"Tuan Frans sudah lama tidak terlihat," kata kasir toko itu pada Frans.


"Iya, karena istri saya sedang mengandung. Jadi tidak bisa saya tinggalkan," ucap Frans yang memang ramah pada orang lain. Itulah yang membuat dirinya mudah sekali mendapatkan perempuan cantik, bahkan para perempuan itu bisa dengan mudah memberikan tubuhnya secara gratis pada Frans hanya karena pesona yang dimiliki oleh pemuda tersebut.

__ADS_1


Tapi kini, pemilik kasir itu merasa heran dengan perubahan Frans yang sedikit kalem. Tidak seperti sebelumya, bahkan pemuda itu terkesan jauh berbeda.


"Apa lagi, sayang?" tanya Frans pada istrinya.


"Jangan tersenyum, Ai indak suka," jawab Daily pada suaminya dengan pelan. Hingga membuat Frans gemas lalu mengecup kening istrinya itu di depan banyak orang.


"Kata ibu, senyum itu adalah ibadah," Frans kembali mencium kening istrinya itu dengan lembut. "Bagaimana? Sudah?" tanya Frans kepada kasir Toko itu.


"Sudah, Tuan," jawab kasir itu sembari tersenyum pada Frans dan Daily. "Ini untuk Nona, semoga sehat sampai lahiran!" kasir itu memberikan sebatang coklat pada Daily yang selalu bersembunyi di punggung Frans atau pun di ketiak suaminya itu.


Dengan takut, Daily mengambil coklat dari tangan kasir Toko itu.


"Terimakasih, Bang," ucap Daily kepada kasir itu.


"Kembali kasih, Nona!"


Setelah membayar semua belanjaannya, Frans pun mengajak istrinya keluar dari dalam Toko dan kembali ke mobil mereka yang terparkir.


.


.


.

__ADS_1


Sembari nunggu update, mampir yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!



__ADS_2