DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
PAPA DAN MAMA ANAK KITA!


__ADS_3

Setelah mengisi perutnya dengan sepotong roti dan selai saus serta segelas air tawar, Frans bangkit dari duduknya. Pria itu kembali ke lantai atas, tampaknya ia kembali ke kamarnya untuk menemani istrinya.


"Sebentar lagi sarapannya siap loh, Bang!" ujar Dinda pada abangnya yang berlenggang pergi dari area dapur.


"Aku mau makan bareng Lily," kata Frans. "Kalau lapar sama-sama, kenyang juga sama-sama. Begitu suami istri yang sejalan, hehehe!" Frans terkekeh.


"Pergi sana, Frans. Kayak mau muntah lihat mukamu yang kayak cat tembok!" geli sendiri Pras dengan tingkah adiknya itu.


Jika di rumah, Frans selalu bersikap manis dan tengil. Itulah pula yang membuat Bu Aida tidak tahu kelakuan bejat dan buruk putranya itu. Jika saja Pras tidak mengadu waktu itu, mungkin sampai saat ini Bu Aida tidak akan tahu keburukan Frans yang kerap bermain gila di luaran sana.


Di depan pintu kamarnya, Frans mengintip lebih dulu sebelum masuk ke dalam kamar itu. Tampak olehnya, bahwa Daily sudah bangun dan hendak merapikan tempat tidur.


Melihat Daily yang kesulitan bergerak, Frans pun segera masuk dan membantu istrinya itu.


"Jangan seperti ini, bisa kan panggil aku?" Frans mengambil alih selimut tebal yang ada di tangan Daily. "Aku suamimu sekarang, bukan pria cabul lagi." tambah Frans pada istrinya.


"Ai bisa sendiri," kata Daily sembari beringsut sedikit dari posisinya. "Lagi pula Ai kuat." tambahnya dengan mulut menganga lebar.


Daily pun kembali merebahkan tubuhnya di samping Frans yang sedang melipat selimut dan bantal. Tak butuh waktu lama, wanita hamil itu kembali terlelap.


"Sayang.." panggil Frans pada istrinya. "Hmmm.. Rupanya tidur lagi, bangunnya tadi terpaksa kayaknya. Emuach.." Frans pun mencuri ciuman Daily yang terlelap.

__ADS_1


Frans membenarkan posisi tidur istrinya dan membuka kembali selimut yang telah ia lipat. Ia menyelimuti tubuh Daily dan ikut berbaring di sisi kiri istrinya.


Di usapnya perut Daily dengan lembut, pria itu tersenyum geli saat merasakan perut istrinya itu bergerak kesana kemari.


"Yang sehat anaknya ayah, ayah sayang sama kamu," ucap Frans sembari menempelkan wajahnya di perut Daily di dalam selimut itu. "Maafkan papa yang sudah mengabaikan kamu dan menyakiti mama mu." tambahnya.


"Papa janji, papa gak akan pernah mengabaikan kalian lagi," lagi-lagi Frans berucap begitu lirih.


Sepertinya Daily benar-benar tertidur pulas di pagi hari itu. Ternyata dirinya tadi memaksa bangun karena menyadari dia tidak tinggal di rumah neneknya, jadi ia memaksa bangun karena takut di marahi.


Dengan setia, Frans menemani istrinya itu tidur. Pada pukul 07:23 istrinya itu baru bangun.


"Tuan, kenapa indak bangunkan Ai?" tanya Daily dengan wajah takut. "Ai ketiduran lagi." tambahnya.


"Tapi bagaimana dengan Ibu?" Daily takut ibu mertuanya itu marah dan tidak suka padanya.


"Tenang aja, ibu suruh kamu istirahat kok. Katanya biar kamu dan kandungan kamu gak capek." Frans kembali mengusap perut istrinya. "Anak papa mau mandi dulu atau mau langsung mamam?" Frans berbicara pada perut istrinya. Sebenarnya bukan pada bayinya melainkan pada Daily.


"Mau mandi dulu, Ai semakin indak enak pada ibu. Udah bangun siang, keluar dari kamar belum mandi pula," Daily berusaha untuk bangkit dan turun dari atas ranjang. Wanita hamil itu menarik handuk yang tergantung di gantungan, tetapi handuk itu sepertinya tersangkut. "Tuan, tolong.." Daily menatap dengan tatapan memelas pada Frans.


"Hmm.. Biar papa ambilkan," kata Frans. Pria itu langsung bangkit dan mengambilkan handuk istrinya, lalu memberikan handuk itu.

__ADS_1


"Tuan, kenapa ucap papa?" tanya Daily.


"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya balik Frans pada istrinya.


"Kenapa rasanya lucu sekali? Kalau Tuan papa, lalu Ai?" Daily merasa geli mendengar sebutan papa yang keluar dari bibir suaminya.


"Kamu mamanya!" tunjuk Frans sembari mengulum senyum. "Papa dan mama anak kita." tambah Frans.


Mendengar kata papa dan mama, pipi Daily bersemu merah. Lantaran malu, wanita hamil itu pun segera berbalik dan pergi menuju kamar mandi.


"Aku akan mendapatkan kepercayaan dan cintamu, Ly. Aku akan pastikan itu, aku akan menembus segala kesalahanku padamu dan anak kita," guman Frans sembari menatap punggung Daily yang hilang di balik pintu kamar mandi.


BERSAMBUNG!


.


.


.


Sembari nunggu update, mampir yuk ke karya Mama Online Neng yang ada di bawah ini! Di jamin ceritanya keren banget!

__ADS_1



__ADS_2