DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
YANG KAMU KANDUNG BUKAN ANAK FRANS!?


__ADS_3

"Jam segini bangun, mau apa?" tanya Frans pada istrinya.


"Perut Ai lapar," jawab Daily. "Coba rasakan, dari tadi tidak bisa diam." Daily meminta suaminya itu untuk mengusap perutnya.


Alasan saja, kenapa tidak bilang langsung kalau dirinya ingin di belai dan di manjakan oleh Frans. Malah mengatakan bayinya terus bergerak karena lapar. Ada-ada saja.


"Kalau gitu, mau ayah ambilkan makan atau ikut keluar?" tanya Frans pada janin yang ada di dalam perut istrinya.


"Mau ikut," jawab Daily dengan cepat. Hingga Frans terkekeh kecil di buatnya.


"Hehee! Ayo gendong kalau begitu," Frans mengangkat tubuh Daily dan membawa istrinya itu keluar kamar.


Kini Daily sudah tidak seperti sebelumnya, wanita hamil itu sudah semakin berani. Jika dulu ia takut pada Frans, sekarang pastinya sudah tidak lagi.


Di meja makan area dapur Apartemen itu, Daily hanya menatap makanannya yang di siapkan Frans dengan matanya yang mengantuk.


"Makanlah, apa dengan di tatap makanan ini akan berpindah ke dalam perut?" tanya Frans.


"Ai gak mau makan sayur ayam ini, Ai mau makan dengan gula merah saja," sedari tadi Frans menunggui istrinya itu, kenapa baru sekarang bilang kalau ingin makan dengan gula merah?


Astaga! Frans bisa darah tinggi di buat Daily. Tetapi apakah salah Daily? Bukanlah Frans sendiri tahu bahwa istrinya itu kebiasaan makan dengan kaldu bubuk ataupun gula. Kenapa Frans tidak bertanya lebih dulu sebelum memberi Daily makan.


"Kenapa gak bilang dari tadi?" tanya Frans sembari menggaruk alisnya.


"Suaminya Ai tidak bertanya!" timbal Daily.


"Aih.." tangan Frans beralih menggaruk lehernya sendiri. "Joe, belikan gula merah di Toko yang ada di ujung jalan sana!" teriak Frans pada Jonathan yang berada di dalam kamarnya.


"Iya, Tuan.." Jonathan keluar dari dalam kamarnya dengan wajahnya yang begitu sebal. Sepertinya pemuda itu baru saja akan tidur, tetapi Frans malah memanggilnya. "Gula merah sama apa?" tanya Jonathan pada Frans kemudian.

__ADS_1


"Macam-macam belanjaan dapur dan juga makanan, aku takut Daily menginginkan sesuatu di tengah malam!" terang Frans, maka Jonathan pun segera pergi dari apartemen itu menuju ke Toko yang tidak jauh dari apartemen itu.


"Sudah malam, baru nyuruh orang belanja," gerutu Jonathan. "Yang menghamili siapa? Yang repot siapa? Lucnut sekali Frans!" sepanjang perjalanan, Jonathan terus-terusan menggerutu.


.


.


.


Hari-hari di lalui, tak terasa Frans Daily dan Jonathan sudah seminggu berada di Kota C. Kemana pun Frans pergi maka Daily akan di bawa oleh pria itu.


"Sayang, Ayah ada Meeting sebentar lagi. Bunda tunggu di sini saja dulu," kata Frans pada istrinya. "Ini yang terakhir, semua pekerjaan akan tuntas hari ini juga." Frans mencium kening Daily dengan lembut.


"Iya, tapi jangan lama-lama. Ai enggak ada teman di sini," kata Daily pada suaminya.


"Iya sayang.."


"Jangan biarkan siapa pun mengusik istriku!" Frans berbicara kepada karyawan Perusahaannya.


"Iya, Tuan!"


Kini, tidak ada lagi senyuman menawan yang di tunjukan Frans kepada orang lain kecuali orang-orang terdekatnya. Bahkan pada seluruh karyawan perusahaan itu.


Karyawan wanita perusahaan NC GRUP kini merasa kehilangan sosok tampan Frans yang biasanya begitu ramah kepada mereka, hingga mereka semua menjadi tidak suka pada Daily yang setiap hari selalu di bawa Frans ke perusahaan.


Setelah melihat Frans keluar dari dalam ruangan kerjanya dengan tumpukan berkas-berkas penting di tangannya, seorang karyawan wanita hendak masuk ke dalam ruangan kerja Frans untuk mengusik Daily.


"Tidak boleh masuk, tadi Tuan Frans sudah berpesan untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam ruangan kerjanya dan menganggu istrinya yang sedang beristirahat," kata karyawan wanita yang memakai hijab sebagai penutup kepalanya, wanita itu adalah karyawan tempat Frans berpesan dan menitipkan Daily.

__ADS_1


"Cuman sebentar, lagi pula aku cuman bicara sebentar sama istrinya Tuan Frans," kata karyawan yang hendak masuk ke dalam ruangan kerja Frans. Wanita yang berpenampilan sedikit mencolok itu mencebikan bibirnya dan melangkah masuk ke dalam ruangan pemimpin perusahaan itu.


Melihat wanita itu masuk, Karyawan berhijab yang bernama Santi itu segera menghubungi Jonathan.


Sedangkan di dalam ruangan itu, Daily yang sedang makan tiba-tiba saja di siram dengan segelas air oleh karyawan wanita yang masuk.


"Aaahh.." Daily menjatuhkan kotak bekal yang ada di tangannya.


"Dasar perempuan murahan!" maki karyawan wanita itu pada Daily.


"Mu-mu-murahan.. Apa maksud kamu?" tanya Daily sembari mengusap wajahnya.


"Kamu istrinya Frans? Yakin anak yang ada di perut kamu anaknya Frans?" tunjuk wanita itu. "Jangan-jangan kamu cuman ngaku-ngaku doang biar bisa jadi istrinya Frans."


"Kenapa Mbak menuduh seperti itu? Pantas kah seorang perempuan menghina perempuan lain?" Daily menatap wajah karyawan wanita yang tiba-tiba datang dan marah serta menuduhnya yang tidak-tidak.


"Saya bukannya menuduh, tapi selama ini Frans itu suka ganti perempuan dan gak ada tuh yang bisa hamil anaknya. Termasuk saya!" dengan tidak tahu malunya karyawan wanita itu menyebutkan bahwa dirinya adalah bekas salah satu wanita penghibur Frans.


Setelah mendengar kata ganti-ganti perempuan, Air mata Daily lolos begitu saja. Ia paham betul selama ini, tetapi tetap saja hatinya terasa sakit saat kata itu kembali ia dengar dari bibir wanita lain. Ingin mencoba menerima dan mengikhlaskan masa lalu suaminya, nyatanya begitu sulit.


"Lebih baik sekarang kamu ngaku, kalau anak yang kamu kandung itu bukan anaknya Frans. Dan tinggalkan Frans secepatnya!" tunjuk wanita itu pada Daily.


"Berani sekali kamu mengusik Istriku!" suara Frans begitu mengejutkan karyawan wanita yang sudah membuat Daily menangis.


.


.


.

__ADS_1


Sembari nunggu up, mampir yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!



__ADS_2