DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
HAHAHA! SAYA MENYUKAI KAMU?


__ADS_3

"Berani sekali kamu mengusik Istriku!" suara Frans begitu mengejutkan karyawan wanita yang sudah membuat Daily menangis.


"Tuan Frans, aku hanya ingin menekan dia agar mau mengaku bahwa Bayi yang ada di dalam kandungannya pasti bukanlah Bayi Tuan," kata Karyawan wanita itu Sebut saja dengan panggilan Bella.


"Tau apa kamu dengan kehidupan Saya dan istri saya?!" suara bernada tinggi itu sungguh membuat seluruh karyawan yang ada di lantai dua perusahaan itu terkesiap dan terkejut. "Karena disini, saya sendiri lah yang begitu yakin bahwa anak yang berada di dalam kandungan istri saya adalah anak saya! Karena istri saya bukan wanita murahan seperti kamu!" tunjuk Frans.


Tidak perduli bahwa wanita itu pernah naik ke atas ranjangnya. Karena bagi Frans, satu wanita hanya akan satu kali naik ke atas ranjangnya dan tidak akan terulang untuk yang kedua kali.


"Tu-tu-tuan.. Kenapa sekarang seperti ini? Kenapa Tuan kasar sekali? Bukan kah dulu Tuan begitu menyukai saya?" Wanita itu masih saja begitu percaya bahwa Frans menyukainya. Padahal sikap manis yang di tunjukan Frans selama ini adalah sebuah cara untuk memikat wanita yang ia temui.


"Hahaha! Menyukai kamu? Apa tidak salah? Kenapa kamu percaya diri sekali?" Frans tertawa sumbang, pria itu memejamkan matanya dan sesaat kemudian ia berbicara pada Jonathan. "Joe, berikan surat pemecatan pada perempuan ini. Dan pastikan ia tidak akan mendapatkan pekerjaan di manapun!"


"Baik, Tuan!" patuh Jonathan pada Frans.


"Jangan seperti ini, Tuan. Tolong maafkan saya," kata wanita yang bernama Bella itu. Setelah melihat perubahan Frans yang kasar, wanita itu menjadi ketakutan.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah memberi maaf pada orang yang telah berani mengusik dan menghina anak serta istriku!" tegas Frans. "Panggilkan security, seret wanita itu keluar!" perintah Frans pada karyawan yang melihat keributan itu.


"Semenjak ada istrinya, Tuan Frans benar-benar berubah. Dia menjadi pria yang tegas dan juga setia," bisik karyawan lain pada karyawan yang bernama Santi.


"Alhamdulillaah kalau begitu, semoga kehadiran istri dari Tuan Frans dapat merubah Tuan Frans sendiri menjadi pribadi yang lebih baik lagi," kata Santi. Karyawan berhijab yang begitu ramah dan selalu bersikap baik.


"Bubar! Apa yang kalian lihat?" bentak Frans kepada seluruh karyawannya yang berdesakan di depan pintu ruangan kerjanya itu.


Setelah mendengar bentakan Frans, seluruh karyawan itu ketakutan dan segera membubarkan diri dari ruangan kerja Bos mereka.


"Tuan, tolong maafkan saya. Saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi, saya tidak akan mengusik kehidupan Tuan dan Istri Tuan. Tapi tolong jangan pecat saya," kata Bella, karyawan yang telah berani mengusik Daily.


"Mati saja sana!" pekik Daily pada suaminya. "Benci sekali Ai pada pria seperti Tuan!" wanita hamil itu mengamuk dan menangis dengan keras.


"Sayang, jangan seperti ini. Kamu tahu sendiri kan? Kalau mereka semua adalah masa lalu dan tidak pernah lebih dari sekali Ayah sentuh," kata Frans sembari menyentuh paksa tubuh istrinya.

__ADS_1


"Jangan sentuh! Jijik kali Ai di sentuh dengan Tuan," kata Daily dengan kesal. "Di mana-mana selalu ada wanita yang mengaku wanita Tuan. Kekasih Tuan, bahkan tadi dia mengatakan bahwa Ai adalah wanita murahan!" pekik Daily sembari melemparkan pajangan keramik yang ada di atas meja kerja Frans ke lantai.


"Ayah mengaku salah, Ayah memang salah. Bunda boleh hukum Ayah tapi tolong jangan seperti ini, kasihan pada bayi kita," ucap Frans sambil menahan tangan Daily yang terus bergerak.


"Yang murahan itu bukan Ai. Bukan Ai, tetapi Tuan dan perempuan-perempuan itu!" teriakan itu semakin keras, hingga terdengar sampai keluar ruangan itu. Sayang sekali ruangan itu tidak kedap, hingga terdengar sampai ke penjuru lantai dua perusahaan.


"Iya, Ayah tau.. Ayah minta maaf," ucap Frans dengan wajah memelas. "Selama ini Ayah sudah berusaha untuk berubah, demi Bunda dan anak kita. Ayah mohon tolong berikan maaf itu, Ayah mohon!" Frans berlutut di hadapan istrinya bahkan pria itu tidak perduli lagi dengan harga dirinya. Yang terpenting bagi pria itu adalah maaf dari Daily.


Melihat suaminya yang bersimpuh, tangisan Daily meredam. Sungguh hatinya begitu sakit, ia benar-benar tidak ingin berbagi dan tidak terima jika ada wanita lain yang mengaku sebagai wanita dari suaminya.


.


.


.

__ADS_1


Sembari nunggu update, mampir Yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!



__ADS_2