
Semakin lama, suara tangisan Gino semakin keras begitu pula suara Pras yang mendiamkannya.
"Ly, Abang gak bisa diemin. Ibu gak ada lagi ke Supermarket sama Dinda," kata Pras. Bujang lapuk itu mondar mandir di depan pintu kamar Frans dan Daily dengan Baby Gino yang terus-terusan menangis di gendongannya.
"Ayah, anakmu menangis," ucap Daily pada suaminya. Tapi tidak di dengarkan oleh Frans, hingga membuat Daily menjadi kesal. "Gak denger loh, nanti suara Gino habis!" pekik Daily sembari mendorong tubuh suaminya dengan kasar.
Wanita itu tidak ingin menolak suaminya, tapi ia juga tidak bisa membiarkan putranya menangis terus-terusan.
"Sayang, ini gimana?" kesal Frans yang sudah polos dan siap bertempur.
"Gak tau, Ai mau ambil Gino," jawab Daily. Buru-buru wanita itu mengancingkan kancing pakaiannya dan pergi menuju pintu.
Frans yang kesal, berakhir membanting ponselnya ke lantai dengan kasar. Pria itu menarik handuk dan pergi menuju kamar mandi.
"Susahnya mau kawin dengan cara halal," guman Frans. "Kenapa yang gak halal mudah?" pertanyaan yang kerap di lontarkan banyak orang itu akhirnya terlontar juga dari bibir Frans. Pria itu begitu heran dengan kehidupan, yang baik dipersulit dan yang buruk selalu dipermudah.
Daily yang membuka pintu kamar, langsung mengambil putranya dari gendongan Pras.
"Maaf, Bang. Ai ketiduran," ucap Daily yang sudah pasti berdusta.
__ADS_1
"Enggak apa," kata Pras. "Aku bingung, kalau ada Ibu aku gak akan manggilin kalian. Tapi masalahnya Ibu lagi belanja sama Dinda ke Supermarket." tambah Pras.
"Iya, Bang. Sekali lagi Ai minta maaf," ucap Daily. "Bang Frans memang kadang suka aneh sekali." Daily mengecilkan volume suaranya.
"Jangan heran, Frans dari dulu memang selalu aneh," kata Pras. "Emang Frans mana?" tanya Pras yang pura-pura tidak tahu kelakuan absurd adiknya.
"Ada, mandi kayaknya tadi," jawab Daily pada Abang iparnya.
Pras mengulum senyum, pastilah Frans akan menghampirinya dan marah-marah setelah ini. Sial sekali Frans, tapi Pras bukannya sengaja untuk menganggu kegiatan Frans bersama Daily. Ia memang benar-benar tidak bisa mendiamkan Gino, di tambah Ibu Aida memang tidak ada di rumah.
"Ya sudah, kalau gitu Abang keluar dulu. Nanti kalau Gino sudah kenyang, bisa kasih ke Abang lagi," kata Pras sembari tersenyum tipis pada Adik iparnya.
"Makasih ya, Bang. Udah di gangguin sama Gino," ucap Daily.
"Iya, gak apa-apa,"
Frans keluar dari dalam kamar mandi dengan bibir cemberut, pria itu benar-benar sebal pada Pras yang tidak bisa di ajak kompromi. Di suruh jaga bayi saja tidak bisa, begitu pikir Frans.
"Ayah kenapa?" tanya Daily pada suaminya. Bukannya menjawab, Frans malah menatap horor pada istrinya. "Kenapa lah Ayah ini, kok liat kayak gitu?"
__ADS_1
"Kelaparan burungku, udah 10 bulan gak di kasih makan. Udah kurus tapi untung belum mati, baru sekarat aja dia," jawab Frans dengan jengkel pada Daily, hingga membuat istrinya dari Frans itu tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha! Kasian sekali burungnya, kayaknya perlu di belikan vitamin biar sehat," ejek Daily.
"Iya, nanti beli vitamin di hotel bintang lima!" cetus Frans hingga membuat Daily langsung melotot tajam padanya. "Hehee! Bercanda, Nda. Enggak berani serius kok." Frans langsung menciut setelah menyadari perubahan wajah istrinya.
"Ini vitamin hotel bintang lima!" Daily langsung melayangkan botol bedak yang ada di sampingnya. "Dasar sialan!"
"Ampun, Nda. Ayah kan gak serius," ucap Frans dengan pelan. "Cuman bercanda doang!
Buru-buru pria itu menuju lemari, memakai baju kaos dan celana boxer. Setelah selesai, ia segera naik ke atas ranjang dan meringkuk di samping istrinya.
"Hehehee! Ayah enggak akan keluar rumah, Ayah bobok di sini aja temenin Bunda jaga Gino," Frans terkekeh dengan wajah takutnya. "Jangan marah lagi, Ayah enggak bohong. Mana berani beli vitamin di luar, kan cintanya cuman sama Bunda."
Pria itu menarik selimut dan memaksa untuk memejamkan matanya. Melihat Daily marah dan menangis, sungguh membuat Frans merasa takut. Lucu memang, seorang mantan Casanova dan juga ketua Mafia takut dengan istrinya yang kecil, ringkih dan juga tidak berdaya seperti Daily.
Sembari nungu up, mampir yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!
__ADS_1