
Pada pukul 01:13 dini hari, Frans terbangun lantaran mendengar suara ketukan pintu.
"Ckkk ... siapa sih? menyebalkan sekali." Frans menggerutu. Dengan kesal, ia memakai celana boxernya dan turun dari atas ranjang kamar itu.
"Mau apa sih?" kesal Frans sembari membuka pintu kamar itu.
"Apa kau lupa dengan putramu, Frans?" Bu Aida yang berdiri di depan pintu dengan baby Gino di dalam dekapannya itu menatap horor pada Frans.
Apa lagi, putranya itu berdiri dengan wajah bantal nya tanpa mengenakan baju.
"Ibu, Frans gak lupa," jawab Frans. "Frans sengaja membiarkan Gino pada Neneknya, agar dia senang dan tidur dengan nyenyak." Frans berkelakar.
Sungguh, sebenarnya mata Frans masih begitu mengantuk. Apa lagi setelah bertempur dengan Daily selama 2 jam.
"Sekarang ambil putramu, dia lapar dan haus. pinta Lily untuk menyusuinya, tadi Ibu sudah memberinya susu formula tapi dia gak mau." Bu Aida memberikan Baby Gino pada Frans dan meminta Frans memberikannya pada Daily yang masih terlelap.
Setelah memberikan Baby Gino pada Frans, Bu Aida pun berbalik dan kembali ke kamarnya.
"Oek ... oek ...."
Baru saja beberapa detik berada di dalam dekapan Frans, putra kecil dari Frans dan Daily itu sudah menangis dengan kencang. Hingga membuat Daily yang terlelap terperanjat kaget, bahkan wanita itu langsung bangkit dari posisinya yang meringkuk di dalam selimut tebal.
Lupa jika tubuhnya polos, Daily langsung turun dari atas ranjang dan menghampiri suaminya yang sedang mengasuh putranya.
"Sini, biar Ai yang gendong." Daily meminta putranya dari gendongan suaminya.
__ADS_1
"Sayang, apa kau ingin menggoda Ayah lagi?" tanya Frans dengan mata melotot.
Kemana arah pandangan mata Frans kalau bukan ke area bukit istrinya yang bulat dan besar.
"Apa yang Ayah lihat? Kenapa bicara macam itu?" tanya balik Daily tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
"Ini!" Frans menyentuh salah satu bukit istrinya hingga membuat mata Daily mendelik lebar karenanya.
"Mesum sekali!" kesal Daily pada suaminya.
Buru-buru Daily kembali ke atas ranjang dengan membawa baby Gino, wanita itu menidurkan putranya dan menyusui putranya itu.
"Uhh ... anaknya bunda lapar," ucap Daily.
"Sayang, Ayah juga lapar," kata Frans dengan manja.
Daily menampar wajah suaminya yang mendesal-desal pada tubuh bagian depannya.
"Kenapa di tampar?" Frans menatap wajah istrinya itu dengan bibir merenggut. Tangan pria itu sibuk mengusap-usap wajahnya yang terasa panas.
"Gak usah mesum terus, jangan ganggu Gino yang sedang menyusu." Daily menatap sebal pada suaminya yang memang begitu mesum.
Karena tidak berhasil menggoda istrinya, Frans pun merebahkan tubuhnya itu dan memejamkan matanya. Dia membiarkan istrinya itu menyusui dan menidurkan putranya dengan tenang.
***
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian, kehidupan Frans dan keluarga kecilnya tampak begitu bahagia. Setelah mengenal Daily, kehidupan Frans yang buruk benar-benar berubah total. Kini pria itu menjadi pria yang bertanggungjawab, tidak pernah keluar rumah lagi tanpa istri dan putranya kecuali bekerja.
Kabar baik pun hadir dari Pras, Kakak dari Frans. Pria yang berprofesi sebagai seorang Dokter itu telah memantapkan hatinya untuk meminang Daisy - Kakak kembar dari adik iparnya.
Pria itu tidak mempersalahkan sama sekali status Daisy yang mantan PSK, dengan keyakinan dan kelapangan hatinya. Dia melamar Daisy dihadapan keluarganya dan juga Nek Lai, Nenek dari Daisy dan Daily sendiri.
"Daisy, aku Prasetyo ingin meminang kamu menjadi istriku. Bersungguh-sungguh dari hatiku yang terdalam," ucap Pras. "Maukah kamu menerima pinangan ini?"
Daisy menganggukkan kepalanya dengan deraian air mata yang membasahi pipinya. Perempuan yang selama ini begitu malang, kini ingin dinikahi pria yang begitu baik seperti Pras.
"Ya, bersedia," ucap Daisy. "Aku bersedia, Pras."
Pras tersenyum, lalu pria itu meraih jemari Daisy. Dia memasangkan cincin indah itu di jari manis Daisy.
Semua orang bertepuk tangan, mereka semua ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Pras dan Daisy.
Prok ... prok, prok!
"Besok Dinda dan Bang Anton nyusul ya, Bu." Dinda, adik dari Pras dan Frans itu sudah semakin lengket saja dengan Anton, pria yang dulunya begitu menyukai Daily.
"Selesaikan dulu kuliah kamu!" seru Pras dan Frans bersamaan.
Bibir Dinda langsung mengerucut, hingga membuat semua orang menjadi tergelak karenanya.
"Hahaha!"
__ADS_1
* TAMAT *
Tidak ada manusia yang sempurna, karena semua kesempurnaan hanya milik Tuhan.