DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
TIDAK BOLEH, FRANS!


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Jonathan kembali melaju, memasuki jalanan lintas kawasan hutan lindung antara perbatasan Kota yang mereka tinggali dan Kota tujuan mereka.


"Auh.." Daily merintih saat mobil yang di kendarai Jonathan sedikit oleng di jalanan berbatu kawasan itu.


"Lambat kan lajunya, Joe. Kasihan pada istriku dan kandungannya," kata Frans pada Jonathan.


Jonathan hanya diam saja, tetapi pemuda itu langsung melambatkan laju mobil yang ia kendarai.


"Sakit, sayang?" Frans terlihat begitu panik. Pemuda itu memegangi bagian bawah perut istrinya dengan begitu erat.


Jika di lihat sekarang, Frans benar-benar mencintai Daily dan takut kehilangan wanita itu. Buktinya saja, ia begitu panik setelah melihat keadaan Daily yang meringis dengan dahi berkerut.


"Ai indak apa-apa," jawab Daily. "Ai boleh tidur di sini indak?" tanya Daily kemudian pada Frans.


"Boleh," jawab Frans.


Setelah mendengar jawaban Frans, Daily pun langsung memeluk erat pinggang suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada pria itu.


"Tidurlah yang nyenyak, nanti setelah sampai ayah akan bangunkan," ucap Frans dengan lirih.


Semakin jauh, hawa di jalan lintas Kota itu semakin dingin. Bagaimana tidak? Jalanan itu di kelilingi oleh bukit yang di tumbuhi pohon-pohon besar, di tambah lagi keadaan tempat itu memang sedang di landa musim hujan.


Karena merasa tubuhnya semakin dingin, Daily semakin mengeratkan pelukannya. Hingga membuat Frans merasa tersiksa dengan perlakuan manis dan manja Daily di saat tidur seperti itu.


"Aih.. Bagaimana ini, Joe?" wajah Frans terlihat begitu gusar dan cemas. Bukan cemas apa-apa, tetapi pemuda itu mengingat perkataan Ibu dan Abangnya yang mengatakan tidak boleh menyetubuhi Daily sebelum wanita itu melahirkan.


"Hitung-hitung melatih mengendalikan hawa nafsu, hehee!" Jonathan terkekeh.

__ADS_1


"Dia istriku kan, Joe? Jadi tidak masalah, sekarang percepat laju mobil ini," pinta Frans pada Jonathan.


"Kau tidak mau lagi berzina, kan?" tanya Jonathan pada Frans.


"Iya, aku ingin berubah menjadi pria yang lebih baik. Untuk istri dan anakku, aku akan setia padanya," jawab Frans dengan begitu yakin.


"Kalau begitu, kau tidak boleh menyetubuhi Daily," kata Jonathan. "Saat ini Daily mengandung dan anak itu hadir di luar pernikahan, jadi jika kau melakukan hubungan itu sama saja kau melakukan zina!" jelas Jonathan. Hingga Frans di buat semakin lemas dengan penjelasannya.


"Enak aku ber zina saja terus," guman Frans. "Zina pada istri sendiri."


"Jangan macam-macam, atau aku akan melaporkan kau pada Ibu!" ancam Jonathan yang kini berada di pihak Pras dan Bu Aida.


"Sial!" umpat Frans. "Yang memberi dirimu gaji itu aku kan? Bukan ibu ataupun Bang Pras!" Frans berbicara pada Jonathan tetapi tangannya sudah berada di balik pakaian Daily. Pria tidak waras itu sudah menempelkan tangannya yang hangat pada punggung Daily.


"Memang, tapi jika kau tidak senang. Aku siap mengundurkan diri dari Perusahaan," ancam Jonathan. Siapa yang mengajari pemuda itu melawan pada Frans? Siapa lagi lah kalau bukan Pras si bujang lapuk.


"Tidak, tapi memang begitu konsepnya sekarang," jawab Jonathan dengan santai. "Jika kau tidak senang dengan perkataanku, maka pecat saja aku atau aku sendiri yang akan mengundurkan diri!"


.


.


.


Kini, mobil yang di kendarai Jonathan sudah tiba di Kota C. Mobil itu berhenti di sebuah Apartemen yang cukup besar.


Frans pun segera menggendong tubuh Daily dengan begitu hati-hati. Ia membawa Daily turun dari dalam mobil dan membawanya menuju apartemen.

__ADS_1


"Cepat sedikit, Joe!" pinta Frans pada Jonathan.


"Iya, selalu saja tidak sabaran," kata Jonathan sembari membuka pintu Apartemen itu dengan cepat.


"Kau bawa semua barang-barang itu masuk!" tunjuk Frans pada Barang-barangnya dan Daily yang ada di dalam mobil.


"Iya, Tuan!" Jonathan mencebikan bibirnya dan kembali berjalan menuju mobil. Pemuda yang usianya di bawah Frans itu segera mengeluarkan semua barang belanjaan yang di beli oleh Frans dan juga Daily serta koper pakaian mereka.


Sedangkan Frans, kini sudah berada di dalam kamarnya. Ia membaringkan istrinya di atas ranjang dengan begitu perlahan.


"Aku mencintaimu, Daily.." lirih Frans di telinga istrinya. Dengan pelan, pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Daily. Di ciumnya pipi istrinya itu dengan lembut.


"Eumm.. Dingin sekali, Yah." guman Daily hingga membuat Frans menjauhkan wajahnya.


"Tidur, sayang. Biar ayah temani," ucap Frans sembari menarik selimut dan menyelimuti tubuh istrinya.


Setelah merasakan istrinya hangat, Frans segera keluar. Pria itu menghampiri Jonathan yang sibuk mengurus barang-barangnya dan Daily.


.


.


.


Sembari nunggu up, mampir yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!


__ADS_1


__ADS_2