
Frans kembali memasukan ponselnya ke dalam saku span-nya. Ia pun kembali membujuk istrinya yang terus-terusan menangis.
"Sayang, jangan nangis terus dong," ucap Frans. "Nanti anak kita lahirnya jadi cengeng, emang mau?"
"Ai ingin ikut, atau ayah indak usah pergi saja ke tempat itu," kata Daily. Wanita itu tidak memberi suaminya pilihan yang baik.
Bukannya Frans tidak ingin mengajak istrinya. Tapi kini kandungan Daily sudah memasuki usia 7 bulan, Frans tindak ingin mengambil resiko jika terjadi sesuatu yang buruk pada anak dan istrinya di jalanan. Apa lagi, jalanan yang akan di lalui Frans dan Jonathan adalah kawasan hutan lindung. Dan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di Kota C tempat anak cabang perusahaan NC GRUP berada.
"Frans, bagaimana?" Bu Aida mendatangi Frans dan Daily.
Mendengar suara ibu mertuanya, buru-buru Daily mengusap air matanya.
"Lily tidak mengizinkan Frans pergi, Bu. Dia ingin ikut," jawab Frans. "Ibu kan tahu sendiri apa alasannya dan kenapa Frans tidak mau mengajaknya ke Kota C."
"Bilang saja kalau ingin mencari perempuan yang macam di restoran dan Mall waktu itu!' tunjuk Daily.
Benar saja, kini kesabaran Frans di uji melalui istrinya. Dapatkah pemuda Casanova itu menahan emosinya dan tetap berada pada jalan yang sudah ia pilih beberapa waktu lalu untuk meninggalkan perbuatan buruknya?
"Sayang, aku enggak punya pikiran kesana lagi, percayalah. Aku gak mau ajak kamu ke Kota C, karena jalan ke tempat itu masih sangat jelek. Bahkan melalui hutan kawasan yang rawan longsor!" jelas Frans
"Ai indak percaya!" pekik Daily.
"Akkhhh!" geram Frans hingga membuat Daily terkesiap.
__ADS_1
Dengan dada bergemuruh, Frans meninggalkan kamarnya dan Daily. Pemuda itu pergi menuju ruangan kerjanya dan mengamuk di sana.
"Sial! Kenapa sulit sekali membuatnya percaya!" Frans membanting semua barang-barang yang ada di dalam ruangan kerjanya itu.
"Harus aku apakan dia agar mau percaya?!"
Saat Frans ingin melayangkan bogeman pada cermin yang ada di hadapannya. Pras datang dan menghentikan kegilaan adiknya.
"Jangan seperti ini, Frans," ucap Pras dengan pelan.
"Aku harus bagaimana, Bang? Selalu saja salah," kata Frans.
"Tuhan sedang menguji kesabaran dan keteguhan hatimu. DIA ingin tahu, bagaimana kesetian mu pada-NYA melalui istri dan anakmu sendiri," ucap Pras. "Sekarang kembali, kemasi pakaiannya dan ajak pergi bersamamu jika memang pekerjaanmu tidak dapat di tinggalkan ataupun di wakilkan."
"Percayalah, Tuhan akan melindungi," Pras tersenyum pada adiknya.
Maka Frans pun kembali ke kamarnya dengan dahi yang berkerut. Tampaknya pemuda itu memiliki sifat dan sikap yang mudah pusing dan juga gusar.
Saat sampai di dalam kamar, ia kembali mendekati Daily yang masih menangis di tepian ranjang dan di temani oleh Bu Aida.
"Jangan menangis lagi, Ly. Gak baik buat bayi yang ada di dalam kandungan kamu," ucap Bu Aida dengan lembut sembari mengusap punggung anak menantunya itu.
"Ai ingin ikut, nanti Tuan Frans bohongi Ai dan mencari perempuan lain lagi di luaran sana," kata Daily dengan sesenggukan.
__ADS_1
"Ayo kalau mau ikut," ucap Frans. "Nanti kita minta jemput dengan Joe." tambah pria itu.
"Ai di ajak?" Daily mendongakkan wajahnya.
"Iya, biar ayah kemasi dulu pakaiannya," jawab Frans sembari membuka kembali koper pakaiannya. Ia memasukan beberapa stel pakaian istrinya ke dalam koper pakaian itu. "Ayo pakai jaketnya, nanti demam. Keadaan di kawasan nanti akan terasa sangat dingin." Frans membantu istrinya memakaikan jaket bulu yang tebal.
"Tuan indak marah kan pada Ai?" tanya Daily pada suaminya itu.
"Tidak, kenapa mesti marah? Ayah tidak mengajak karena tidak mau bunda lelah dan membahayakan bayi yang ada dalam kandungan bunda." jelas Frans. "Tapi karena tidak mau di tinggal dan pekerjaan di Kota C memang sedang tidak baik, jadi ayo ikut saja tidak apa."
"Hatinya sudah milikmu, Frans," bisik Bu Aida pada putranya. Setelah itu, Bu Aida segera keluar dari kamar Frans dan Daily.
Wanita separuh baya itu begitu senang melihat perubahan Frans dan juga Daily. Semoga Daily bisa benar-benar mencintai dan menerima Frans sebagai suami. Dan semoga Frans bisa benar-benar berubah menjadi pria yang lebih baik.
.
.
.
Sembari nunggu update, mampir yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!
__ADS_1