DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
DAILY TIDAK TERIMA


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa? Apa kamu mau melahirkan? Kita ke rumah sakit sekarang!" panik Frans, bahkan pemuda itu mendorong seorang wanita Ja lang yang ada di sampingnya hingga terjungkal.


"Sakit, Yah.. Perutnya keram," ucap Daily dengan pelan. Hingga membuat Frans semakin panik.


"Tolong, tolong bawakan barang-barang istri saya ke mobil. Sepertinya istri saya mau melahirkan," kata Frans.


Ia meminta pelayan restoran itu membawakan barang-barang Daily menuju mobil, sedangkan dia sendiri segera menggendong istrinya dan berjalan dengan langkah yang lebar.


Dengan begitu pelan, Frans mendudukkan istrinya di kursi mobil samping kemudi.


"Sabar sayang, kita ke rumah sakit sekarang," kata Frans dengan wajahnya yang sudah berubah merah. "Terimakasih!" Frans beralih pada pelayan restoran yang sudah membantunya.


Pelayan restoran itu tersenyum lalu pergi meninggalkan Frans dan Daily di dalam mobil itu.


Melihat suaminya panik, ada segelintir rasa bahagia di hati Daily. Tetapi mengingat wanita-wanita bekas suaminya, hati Daily terasa begitu sakit. Apakah dirinya cemburu pada Frans? Jika cemburu berarti ia sudah mulai menyukai Frans bahkan mungkin mencintai.


Setelah Frans menutup pintu mobil dan menaikan kaca mobil itu, Frans di buat terkejut dengan aksi brutal Daily.


Buk.. Buk.. Buk..!

__ADS_1


Daily memukuli dada pria cabul yang kini telah menjadi suaminya itu dengan brutal dan membabi buta.


"Auhh.. Sayang, kamu kenapa? Apa semakin sakit?" tanya Frans. Ia pikir istrinya itu melampiaskan rasa mulasnya pada dirinya.


"Banyak sekali perempuan-perempuan berbaju kurang bahan itu! Apakah anak yang ada di dalam perut Ai ini adalah benih-benih sisa?!" teriak Daily dengan kencang. Wanita hamil itu masih terus menyerang Frans dengan kasar. "Ai juga bisa berbaju kurang bahan macam itu!" teriakan nernada kesal itu sungguh membuat Frans terperanjat kaget.


"Sayang, kamu marah?" tanya Frans. "Kamu cemburu?"


"Iya, macam mana indak marah dan cemburu. Setengah jam saja sudah ada dua perempuan yang berpakaian kurang bahan dan mengatakan tukang service," kata Daily. "Kalau sekali pakai seperti Ai semua, sudah berapa lusin anak yang keluar?!" Air mata Daily tiba-tiba menetes, tiba-tiba dadanya begitu terasa sesak.


"Sayang, maafkan aku. Aku berjanji gak akan mengulangi lagi," ucap Frans sambil memeluk paksa tubuh istrinya yang bergetar. "Bukan kah semua orang memiliki masa lalu dan berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, seperti Daisy contohnya, bukan kah dia seorang PE LACUR? Ahh.. Maksudku kupu-kupu malam."


"Tolong maafkan aku, kita tata masa depan yang tapi bersama-sama. Sekarang hanya ada kamu, kamu dan anak kita dan gak akan ada tempat untuk orang lain lagi," ucap Frans dengan lirih. Rasa penyesalan kembali merayap di hati Frans. Tangisan istrinya sungguh membuat dirinya merasa tersiksa.


Cukup lama, Frans mencoba untuk menenangkan istrinya. Akhirnya wanita hamil itu diam.


"Kita ke rumah sakit sekarang, kita periksa perutnya yang sakit ya!" bujuk Frans.


"Indak, indak mau. Ai indak sakit perut," kata Daily. "Ai tadi hanya bohong saja karena indak suka sama perempuan yang berbaju kurang bahan tadi." jelasnya.

__ADS_1


"Jadi sekarang mau kemana? Kita cari restoran lain aja, ya. Abis makan kita pulang," Frans kembali membujuk istrinya.


"Ai mau makan di rumah saja, nanti makan di restoran malah ketemu lagi dengan perempuan yang macam di dalam tadi," kata Daily dengan kesal. "Jijik kali Ai lihatnya, perempuan sampah bikin malu seluruh kaum perempuan yang baik-baik saja!" cetus Daily dengan tidak suka.


Perempuan pendiam, tidak banyak bicara. Nyatanya jika sudah emosi begitu mengerikan. Perkataannya begitu menusuk hati. Frans pun sampai tidak mampu berkata-kata kecuali menuruti keinginan istrinya untuk pulang.


"Ya udah, ayo kita pulang. Kita makan di rumah aja," ucap Frans dengan begitu pelan. Pria itu mencium kening istrinya dan melajukan mobil yang ia kendarai dengan kecepatan sedang.


Di sepanjang perjalanan, Daily hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun pada suaminya. Dirinya sendiri pun merasa bingung dengan perasaannya, bukan kah dirinya membenci Frans dan takut dengan pria itu. Tapi kenapa dia marah saat mengetahui suaminya itu sering melakukan hal tidak senonoh kepada banyak wanita.


.


.


.


Sembari nunggu update, mampir yuk di karya Kakak online Neng yang ada di bawah ini!


__ADS_1


__ADS_2