
Jonathan dan kelompoknya langsung bergerak menuju Klub Butterfly setelah mendapatkan kabar dari Frans bahwa ada kemungkinan Daily di bawa ke tempat itu.
"Kepung tempat ini, jangan biarkan seorangpun lolos!" perintah Jonathan pada kelompoknya. "Cari Nona Daily dan pelaku penculikan itu sampai dapat!"
"Menyebar!" suara lantang wakil kelompok itu menggema di luar arena Klub.
Hari memang sudah mulai gelap, Frans yang baru saja datang langsung marah-marah dan masuk ke dalam Klub.
"Hancurkan tempat ini!" perintah Frans dengan sorot matanya yang tajam. "Cari istriku sampai ketemu!"
"Frans, niatmu untuk mencari Daily. Bukan untuk membunuh!" Pras mengingatkan Adiknya untuk tidak membunuh orang yang tidak bersangkutan.
"Aku tidak butuh saran dari siapapun, jika sampai terjadi sesuatu pada istriku. Maka aku akan melenyapkan siapapun yang berada di dalam Klub ini!"
Melihat perubahan Adiknya, Pras hanya bisa memejamkan mata. Jika sudah seperti ini, tidak ada yang bisa menghentikan kegilaan Frans.
Keluar dari dunia hitam dan kriminal serta meninggalkan organisasinya beberapa waktu lalu, akhirnya kini ia memanggil kembali seluruh mantan anak buahnya hanya untuk mencari keberadaan istrinya. Hanya untuk Daily dan anaknya yang sedang di kandung wanita itu.
"Frans, sepertinya Daily ada di bagian belakang Klub ini. Karena di bagian dalam saja tidak ada, kami sudah mencarinya," lapor Jonathan pada Frans.
"Mobil Daisy juga ada di luar kan? Itu berarti mereka benar-benar di tempat ini!" Pras menyahuti perkataan Jonathan. "Bersabarlah, jangan begitu terburu-buru. Jernih kan pikiranmu, Frans."
"Tangkap orang itu!" tunjuk Frans pada seorang pria yang mencoba untuk kabur dari kerumunan orang-orang yang ada di dalam Klub. "Seret ke hadapanku!"
Orang-orang Frans segera bergerak dan menangkap orang yang di tunjuk oleh Frans.
"Mau kemana kau?" tanya Frans pada orang yang berniat untuk kabur. "Ingin memberi tahu Bos-mu bahwa ada kami di tempat ini?"
"Tidak, Tuan," jawab orang itu.
__ADS_1
"Katakan di mana istriku berada!" ancam Frans pada orang itu.
"Saya tidak tau, Tuan!" timbal orang itu.
"Joe!" panggil Frans pada Jonathan.
Maka, Jonathan maju dan mengarahkan senjata apinya pada orang yang berada di hadapan Frans.
"Sampaikan salamku pada malaikat penjaga pintu Neraka!"
"Jangan-jangan, Bos Jhony membawa Nona Daisy ke ruangan peristirahatannya yang ada di bagian belakang Klub ini!"
Dor..!
Setelah mendapatkan jawaban, Jonathan melepaskan satu timah panasnya pada kepala anak buah Jhony.
"Jangan membunuh!" pekik Pras yang melihat kekejian Jonathan.
"Singkirkan mayat itu!" tunjuk Jonathan pada orang-orangnya. "Tuan Frans mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk kalian."
Di satu sisi, Jonathan dan beberapa orangnya sedang membersihkan bekas pelenyapan yang di lalukannya. Di sisi lain, Frans sudah pergi dan berlari menyusuri area belakang Klub. Di belakang Frans ada Pras yang menyusul, setelah Pras meneriaki Jonathan, pria yang berstatus sebagai Dokter itu segera mengejar langkah adiknya.
"Di mana istriku?" guman Frans sembari mengusap wajahnya dengan satu tangan.
"Bang, di sana!" tunjuk salah satu mantan anak buah Frans. "Lihatlah, ruangan itu di jaga oleh beberapa orang!"
"Buat mereka tidak berdaya!" perintah Frans, hingga Pras menyunggingkan sedikit senyumannya. Meskipun adiknya bicara kasar, setidaknya masih mendengar perkataannya.
"Kakak, jangan lakukan itu. Ai mohon," ucap Daily dengan lirih pada Daisy yang berada di dalam ruangan peristirahatan Jhony.
__ADS_1
Duk! Duk! Brak!
"Daily.." panggil Frans pada istrinya yang menangis di sofa ruangan itu.
"Daisy.." teriak Pras. Pria itu begitu syok bercampur geram saat melihat perbuatan bejat Jhony pada Daisy yang menangis di bawah kungkungan tubuh pria itu. "Sialan!" maki Pras sembari menarik tubuh Jhony hingga terjadi perkelahian di antara keduanya.
"Bereskan mereka dan tunggu sampai polisi mengamankan mereka," kata Frans. "Akan aku pastikan, bahwa tidak ada satupun dari mereka yang bisa bebas dari balik jeruji besi!"
Setelah Jhony dan para anak buahnya di lumpuhkan, Frans membawa istrinya keluar dari Klub.
"Sayang, kita ke rumah sakit sekarang," ucap Frans dengan begitu lirih pada istrinya. Bahkan pria itu menciumi wajah istrinya dengan begitu bertubi-tubi.
"Hiks.. Perut Ai mulas sekali, Ayah," lirih Daily dengan air mata yang terus menetes. "Kakak Sy.." panggil Daily pada saudara kembarnya.
"Kita ke rumah sakit sekarang, Yank." ajak Frans. Pria itu segera membopong tubuh istrinya keluar dari Klub, meninggalkan Pras dan Daisy di dalam ruangan itu.
Sepeninggalan Frans yang membawa Daily, Pras mendekati Daisy dan memanggil wanita itu.
"Daisy.." panggil Pras pada Daisy yang menangis dengan tubuh meringkuk di atas ranjang Jhony. Pria itu naik ke atas ranjang dan mencoba untuk mengangkat tubuh Daisy dan membenarkan pakaian wanita itu. "Ayo kita pulang." ajak Pras.
"Tuan Pras.." Daisy mendekap erat tubuh Pras dan menangis di dalam pelukan pria itu.
"Jangan menangis, ada aku di sini. Tidak akan ada seorang pun yang akan menganggu kamu dan Daily lagi," ucap Pras sembari mengusap punggung Daisy yang terus-terusan bergetar.
.
.
.
__ADS_1
Sembari nunggu up, mampir yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!