DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
KEMBALI KE KOTA A


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Jonathan dan Frans sudah selesai berkemas. Kedua pria itu sudah menyusun semua barang-barang mereka ke dalam mobil.


"Kau urus sisanya, aku mau ke dalam dulu untuk liat Daily udah bangun atau belum," kata Frans pada Jonathan.


"Oke!" Jonathan mengacungkan jempolnya pada Frans.


Frans melangkah memasuki Apartemen, meninggalkan Jonathan yang sedang memeriksa keamanan mobilnya. Frans segera menuju kamar, melihat keadaan istrinya yang sampai saat itu juga belum bangun.


"Sayang, ayo bangun. Kita bakalan pulang ke Kota A pagi ini," ucap Frans dengan pelan kepada istrinya. "Ayo bangun, mandi abis itu sarapan."


Daily yang di bangunkan menggeliat kecil. Tampaknya, wanita hamil itu begitu nyaman bergelut dengan selimut tebalnya.


"Sayang.. Ayolah," ucap Frans. Pria itu menempelkan kening Daily pada keningnya. "Mau bangun atau Ayah paksa?" Frans mengancam, pria itu menarik selimut tebal yang menutup tubuh Daily hingga kaki sampai ke leher dan hanya menampakan kepalanya saja.


"Aih.. Jahil sekali," gerutu Daily. "Ai kan masih ngantuk lagian masih pagi kan?" tanya Daily dengan mata yang sudah terbuka.


"Iya, emang masih pagi. Tapi kita mau pulang ke Kota A pagi ini, kalau nunggu siang takutnya nanti malah hujan." jelas Frans kepada istrinya.


Dengan malas, Daily beringsut dan duduk di hadapan suaminya. Tampak, matanya masih sangat mengantuk.


"Hoam.. Kurang tidur kalau gini caranya," kata Daily kepada suaminya.


"Nanti tidur lagi di mobil, Ayah akan jaga dan temani," ucap Frans. "Mandi sekarang ya, Ayah siapkan air dan pakaian gantinya."


Daily mengangguk, setelah Daily mau mandi. Frans langsung menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. Frans sengaja mengambil alih pekerjaan Daily, pria itu tidak ingin istrinya tergelincir di kamar mandi ataupun terjadi sesuatu yang buruk di tempat yang lainnya karena beraktivitas.


Kini, Frans, Daily dan Jonathan yang menjadi supir sudah bergerak kembali ke Kota A. Perusahaan kembali di pimpin oleh salah satu anak buah Frans sendiri. Akan tetapi, Frans dan Jonathan akan terus memantau dari jauh.

__ADS_1


"Pelan-pelan aja, Joe. Yang penting kita sampai," kata Frans pada Jonathan. "Lagi pula hari masih pagi dan cuaca juga lumayan bagus." tambahnya.


"Alangkah baiknya kita cepat keluar dari kawasan ini dan bersantai saat sudah sampai di keramaian," kata Jonathan membalas perkataan Frans.


"Ya sudah, terserah aja," Frans beralih pada istrinya yang bersandar pada lengannya. "Kenapa?" tanya Frans.


"Boleh enggak kalau kira pergi ke rumah Nenek, semalam ini aja," pinta Daily pada suaminya.


"Boleh," kata Frans. Hingga Daily tersenyum cerah di buatnya. "Dengar, Joe. Kita tidak pulang ke rumah Ibu tapi ke rumah Nenek!"


"Siap, Bos!"


Mobil terus melaju, tak terasa mobil itu sudah keluar dari area kawasan. Jika sudah sampai di jalan Kota, tidak ada yang perlu di khawatirkan oleh Frans dan Jonathan.


"Kita mampir cari tempat makan dulu ya," ajak Frans pada istrinya. Daily yang memang lapar langsung menganggukkan kepalanya.


"Cari yang sepi aja, Ai mau makan di rumah makan yang lesehan dan terbuka," ucap Daily pada suaminya.


Bukannya tanpa sengaja Daily meminta seperti itu. Wanita hamil itu tidak mau makan di Restoran lantaran tidak ingin bertemu dengan wanita yang katanya adalah wanita suaminya lagi. Sepertinya Daily benar-benar tidak suka mendengar pengakuan wanita-wanita Ja lang di luaran sana.


"Iya, sayang. Apapun akan Ayah turuti," kata Frans sambil menciumi pucuk kepala istrinya.


.


.


.

__ADS_1


Sore harinya, Frans dan Daily tiba di rumah Nek Lai yang berada di Kompleks Cisalak. Daily begitu gembira sekali.


"Kakak!" panggil Daily pada Daisy, Kakak kembarnya.


"Ai, bagaimana keadaanmu? Sehat kan?" Daisy segera keluar dari warungnya dan memeluk tubuh adiknya dengan erat.


"Stop!" Frans meminta kedua wanita kembar itu menghentikan pelukan mereka.


"Kenapa, Sayang?" tanya Daily yang langsung mengedurkan pelukannya.


"Nanti anak kita terjepit," jawab Frans. Mendengar jawaban Frans, Daily hanya bisa cemberut bebek.


"Ada-ada saja! Dasar aneh," kata Daisy kepada adik iparnya.


Mana ada berpelukan membuat bayi yang berada di dalam kandungan terjepit. Memangnya yang berpelukan perut Daily dan Daisy? Perkatan Frans memang kerap tidak masuk akal.


.


.


.


Sembari nunggu update, mampir Yuk di karya Kakak Online Neng Yang ada di bawah ini!



.

__ADS_1


__ADS_2