DENDAM CINTA SANG CASANOVA

DENDAM CINTA SANG CASANOVA
SAYA YANG MENGANDUNG ANAKNYA AJA GAK BANGGA!


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, tak terasa kini kandungan Daily sudah memasuki usia sembilan bulan. Frans sudah benar-benar, pria itu tidak pernah lagi keluar rumah selain pergi ke Kantor ataupun keluar rumah bersama dengan Daily.


Untuk Daily sendiri pun sudah jarang marah-marah, ia sudah bisa tenang jika ada wanita lain yang mengaku adalah bekas wanita suaminya. Seperti pada hari itu, Daily sedang pergi ke Mall untuk berbelanja perlengkapan bayi.


"Warna biru!" Daily yang sedang memilih kain bedong untuk calon anaknya keukeh ingin bedong yang berwarna biru.


"Yang hijau juga, Ayah suka warna hijau ini," kata Frans.


"Biru, biru aja. Kan anaknya cowok," kata Daily dengan mata melotot.


"Warna hijau juga buat cowok, Yank. Yang pink baru aneh," ucap Frans dengan dahi berkerut. "Pilih satu yang hijau ya, Ayah pengen banget.." Frans merengek pada istrinya, entah kenapa rasa ingin Frans membeli kain bedong berwarna hijau itu besar sekali.


Membahas soal jenis kelamin anak, Frans dan Daily sudah dua kali melakukan USG dan hasil USG menunjukan bahwa bayi yang ada di dalam kandungan Daily berjenis kelamin laki-laki.


Frans sangat senang kala melihat jenis kelamin anaknya untuk pertama kali melalui layar monitor. Bahkan pria itu sampai tertawa-tawa karena begitu bahagia.


"Pilihlah lah sendiri semua," kata Daily. "Ai enggak jadi ikut milih." tambahnya dengan sebal.


"Bunda marah?" tanya Frans. "Ayah gak jadi juga pilih yang hijau, biar bunda pilih sendiri," kata Frans dengan pelan. Kalau sampai istrinya itu merajuk lagi, bisa bahaya posisi Frans.

__ADS_1


Jika Daily merajuk, caranya begitu mengerikan karena wanita itu akan melakukan KDRT pada Frans. Seperti kejadian yang sudah-sudah, Daily akan memukuli tubuh Frans dengan begitu brutal tanpa ampun.


"Ai gak jadi beli, Ai mau makan," kata Daily hingga Frans menjadi melongo dibuatnya. "Ayo, kita cari makan!" ajak Daily pada suaminya, wanita yang kehamilannya sudah memasuki usia sembilan bulan itu bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Toko perlengkapan bayi lebih dulu.


"Tolong bungkus semua yang di sentuh istri saya tadi, dan selipkan satu yang berwarna hijau. Nanti akan saya suruh Asisten saya yang mengambilnya!" pinta Frans kepada pelayan Toko perlengkapan bayi itu.


"Baik, Tuan," pelayan Toko itu tersenyum dan mengangguk pada Frans.


Frans segera mengejar langkah istrinya. Tapi belum sampai ia pada posisi istrinya, seorang wanita sudah menghentikan langkah Frans.


"Hay, Tuan Nico!" sapa seorang wanita yang berpenampilan begitu seksi dengan bibirnya yang begitu merah.


"Tuan Nico lupa? Kita pernah bermain di Apartemen Tuan waktu itu," kata Wanita yang berada di hadapan Frans, wanita itu mencoba untuk menggoda Frans yang begitu dekat dengannya.


Daily yang melihat suaminya sedang bersama wanita lain itu segera berbalik arah dan mendekati suaminya.


"Auhh.. Ampun, Nda!" pekik Frans yang telinganya tiba-tiba di tarik oleh Daily. "Ampun.. Dia yang datang, bukan ayah yang menggoda." tunjuk Frans pada wanita yang ada di hadapannya.


"Saya hanya menyapa, barangkali Tuan Nico masih butuh servise saya," kata wanita itu pada Frans dan Daily.

__ADS_1


"Masih ada berapa perempuan lagi, Yah?" tanya Daily dengan jengkel.


"Gak tau, Ayah aja gak ingat. Bisa jadi dia pura-pura kenal sama Ayah karena Ayah tampan," jawab Frans pada istrinya.


"Saya gak bohong, kita memang pernah bermain di Apartemen Tuan," kata wanita itu dengan tidak tahu malunya.


"Terus kamu bangga? Saya yang mengandung anaknya aja enggak bangga," kata Daily. "Kenapa kamu yang hanya di singgahi begitu bangga dan percaya diri sekali?" tanya Daily dengan sinis.


Daily mempermalukan wanita ja lang yang pernah di beli suaminya itu di hadapan banyak orang. Hingga membuat wanita ja lang itu malu dan pergi dari Mall itu dengan wajahnya yang memerah.


Frans yang mendengar kata tidak bangga yang keluar dari mulut istrinya itu hanya bisa melongo. Tega sekali istrinya itu berbicara pedas, sungguh mulut istrinya itu sudah seperti petasan yang sering di hidupkan saat malam takbir hari raya menjelang. Membuat penderita sakit jantung langsung sesak napas dan sakit dada serta membuat sakit telinga pendengarnya, begitulah perkataan Daily sekarang.


.


.


.


Sembari nunggu update, mampir yuk di karya Kakak Online Neng yang ada di bawah ini!

__ADS_1



__ADS_2