
Rantih yang terbiasa hidup serba kekurangan semasa bersama putri bungsunya, sekarang hidup bergelimang harta berkat modal seorang anak laki-laki yang mereka angkat sebagai anak kandung menggantikan posisi Karina
Lidia melirik kedua putra dan putrinya yang sedang berbisik-bisik dalam suatu tatanan ruangan meja makan yang mewah
"Hayo! ngapain sih gosib mama ya." Seru Lidia
"Kepedean kali mama, Aku hanya berbicara pada anak buangan kesayangan mami ini." Ucap Vincent
"Hus kamu ini ya! jangan sebut adik kamu itu anak buangan terus ya! karena dia itu sudah resmi menjadi anak mami
"Iya-iya deh, terserah mami. Tapi Vincent mau kasih tahu sesuatu ke mami mengenai anak kesayangan mami ini
"Apa?!"
"Jangan, Kak. Tadi kan kita sudah sepakati." Bisik Karina
"Udah kamu tenang ajah, Aku nggak kasih tahu kesepakatan kita kok."Bisik balik Vincent
"Bicara apa sih kalian? kok bisik-bisik sekali?" tanya Lidia
"Hmmm, jadi seperti ini. Aku akan pindah ke apartemen untuk bisa mandiri tapi aku juga akan tetap mengantar jemput anak kesayangan mami ini. Itu ajah yang Vincent ingin bicarakan ke mami
__ADS_1
"Kapan kamu pindah?" tanya Lidia
"Lusa, Vincent sudah pindah ke apartemen." Ucap Vincent
"Mami bantu untuk pindahan ke sana ya?" tanya Lidia
"No! Vincent bisa sendiri kok" Tolak Vincent
"Ayolah, Mami bantu untuk kamu mengemasi baju-baju dan barang-barang kamu dari sini." Pinta Lidia
"Oke, Vincent setuju deh karena mami maksa melulu." Ucap Vincent
"Nah, gitu dong! nurut sama mami." Ucap Lidia
"Negatif kamu mah sama mami sendiri, lagi pula kamu lebih baik cari calon istri supaya mami bisa dapat cucu." Ucap Lidia
"Ih, Mami kenapa jadi tiba-tiba sekali bahas cucu segala?" tanya
"Ini memang sudah waktunya kamu menikah dan mempunyai anak.
"Vincent kan masih kuliah."Cicit Vincent
__ADS_1
"Itu hanya alasan kamu saja agar tidak menikah. Bagaimana kalau mami kenalin sama anak temen mami." Ucap Lidia
"Nggak mau akh, Vincent sudah punya kekasih kok."Tolak Vincent
"Hah?! kamu sudah punya kekasih hati? kok kamu nggak pernah kasih tahu mami mengenai hal ini? harusnya kamu kenalin sama mami dan papi mengenai hal sepenting ini." Ucap Lidia
"Iya, nanti aku kenalin ke smua anggota keluarga deh, makanya aku males untuk anter jemput anak kesayangan mami ini."Ungkap Vincent
"Hmmm, kalau kamu sudah punya pacar kamu tidak perlu kok anter-jemput adik kamu lagi." Ucap Lidia
"Hah? beneran, Mih?? Vincent boleh untuk nggak anter-jemput lagi Karina?" tanya Vincent dengan sumringah.
"Iya, tentu saja." Ucap Lidia
"Baiklah, kalau begitu weekend ini setelah pindahan aku bawa dia untuk di perkenalkan sama kalian semua ya." Ucap Vincent
"Oke, Mami tunggu calon pendamping masa depan kamu itu di perkenalkan
"Duh, bagaimana caranya agar aku bisa dapat pacar palsu dalam waktu sesingkat ini ya?! untuk di perkenalkan kepada mami, papi, dan Karina ya? Aku harus cari bantuan."Gumam Vincent di lubuk hatinya yang masih binggung.
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...