
Flashback on
Saat semua orang duduk di suatu ruangan meja makan yang tertata rapi dengan lauk pauk yang menghias meja tersebut dan semua anggota keluarga berkumpul untuk makan bersama-sama. Namun berbeda dengan apa yang di rasakan oleh gadis gigi kelinci saat berusia lima tahun. Ia ingin sekali merasakan duduk di bangku ruang makan tersebut dengan menyantap lauk pauk bersama-sama, tapi kenyataanya Karina tidak pernah duduk bersama dengan keluarganya.
Karina tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya yang selalu saja pilih kasih termasuk ruangan makan yang selalu ingin Karina rasakan bersama kehangatan keluarganya.
"Makan di dapur! jangan di sini! mengerti!" Bentak Rantih
"I-iya, Ma," ucap Karina berlari menuju dapur.
"Ma, Kasian Karina dong! masa kita semua makan di meja makan secara bersama-sama, tapi Karina seorang diri di dapur." Ucap Zakia
"Kamu jangan bantah ucapan mama, Adik kamu itu nakal di sekolah. Jadi ini bentuk hukuman dari mama agar Karina tidak mengulangi kesalahannya lagi."Kilah Rantih
"Hukuman sih hukuman, Ma! tapi jangan biarkan Karina makan seorang diri setiap hari seperti ini. Kasian dia." Ucap Zakia
"Sudahlah kamu jangan ikut campur urusan hukuman ini Lebih baik kamu fokus saja dengan kesehatan kamu sendiri." Ucap Rantih
Zakia tidak mengetahui bahwa sang ibu membohonginya setiap hari. Berbagai alasan di sajikan agar Zakia percaya bahwa adiknya pantas menerima hukuman setimpal atas apa yang di lakukan di sekolah sebagai hukuman.
__ADS_1
"Hari ini Zakia mau menemani Karina makan di dapur." Seru Zakia
"Untuk apa sih, Kamu begitu peduli sama adik kamu yang hanya bawa sial di keluarga kita." Ucap Rantih
"Zakia nggak percaya sama ramalan itu, izinkan Zakia untuk menemani makan di dapur." Pinta Zakia
"Terserah!!! dasar anak bandel!" Bentak Rantih
Zakia pun berjalan menuju dapur
"De, Aku temenin kamu makan di sini ya." Ucap Zakia
"Nggak perlu, Kak! nanti Kakak di marahin oleh mama dan papa karena Kakak makan di dapur besama dengan aku." Lirih Karina
"Hmm, kok bisa di kasih izin? pasti mereka akan marah kepada Kakak meskipun di berikan izin untuk menemani aku di sini." Ucap Karina
"Itu sudah hal biasa. Kamu nggak usah pikirin nasib orang lain dulu yang terpenting sekarang kebersamaan kita makan." Ucap Zakia
"Aku merasa sangat bersalah, Jika Kakak di marahin oleh mama dan papa hanya karena ingin makan bersama dengan aku di sini." Ucap Karina
__ADS_1
"Kakak tadi kan sudah bilang sama kamu. Jangan pikirkan itu semua." Ucap Zakia
"Baiklah, Ayo kita makan" Ajak Karina
"Oke, Aku ambilkan nasinya ya." Ucap Zakia
"Iya, Kak. Makasih." Ucap Karina
Karina dan Zakia pun mulai menyantap lauk pauk sederhana itu dengan lahap dan sukacita.
"Kamu nambah lagi ya, De. Aku ambilkan telur dan ikannya." Ucap Zakia
"Nggak usah,Kak. Aku sudah kenyang." Tolak Ka
"Baru kali ini aku merasakan sedikit kebahagiaan karena Kak Zakia bisa menemani aku makan di dapur ini" Gumam Karina
Flashback off
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....