Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
41. Zakia mengelabui petugas


__ADS_3

Zakia mulai mengeluarkan jurus pamungkas untuk melihat CCTV di bagian ruangan rahasia rumah sakit, Ia sengaja membeli roti dan kopi hitam berisi obat tidur untuk para penjaga itu terlelap dalam alam mimpi.


"Akhirnya aku berhasil juga untuk membuat mereka semua tidur. Aku harus liat siapa yang ada dalam ruangan tersebut." Gumam Zakia


Dengan berhati-hati, Zakia mulai mencari data mengenai ruangan si pendonor dalam layar besar di monitor. Lirikan mata ke kiri dan ke kanan tak membuat Zakia menyerah karena Ia belum juga menemukan data yang ia mau. Hingga pada akhirnya mata berbinar Zakia mulai memancarkan sinar kebahagian begitu ia melihat sesosok wanita dengan rambut panjang.


"Ini kan pacarnya Raka! kenapa dia mau mendonorkan sum-sum tulang belakang kepada aku? apa karena aku ini calon kakak iparnya, jadi dia mau berkorban seperti ini.". Gumam Zakia


Sementara itu sang kekasih Rinto mencari keberadaan Zakia yang tak terlihat batang hidungnya.


"Suster." Panggil Rinto


"Iya, Mas? ada yang bisa saya bantu?" tanya


"Pasien yang di ruangan ini kemana ya?" tanya Rinto


"Saya cek dulu ya, Mas!" Ucap Suster

__ADS_1


"Oke, Suster. Makasih banyak." Ucap Rinto


"Sama-sama, Mas! ini memang sudah kewajiban saya sebagai tenaga medis di sini yaitu untuk membantu pasien." Ucap Suster


Suster pun langsung mengecek dalam kamar inap, lalu ke dalam kamar mandi. Namun tak ada hasilnya karena pasien yang mereka sedang cari kini tengah sibuk untuk mencari tahu mengenai sang pendonor. Meskipun Rinto sudah berjanji akan segera untuk memberitahukan siapa pendonor setelah Zakia sembuh total. Namun rasa keras kepala yang berkecamuk dalam dadanya membuat penasaran Zakia, bahkan Zakia berbuat nekat karena Ia ingin sekali mengucapkan beribu terima kasih kepada sang pendonor yang telah rela berkorban nyawanya tanpa sebuah pamrih.


"Bagaimana, Suster?? Apa pacar saya ada?" tanya Rinto


"Saya sudah mengecek dalam kamar mandi juga, tapi pasien tidak di temukan. Mungkin saja pasien berada di luar ruangan ini, Mas." Ucap Suster


"Kalau begitu tolong suster bantu saya ya untuk menemukan pacar saya karena saya khawatir dia belum sepenuhnya pulih


"Cctv?! Aku boleh ikut, Suster?!" tanya Rinto


"Mari, ikuti saya." Ucap Suster


Dengan langkah gontai, Rinto mengikuti arahan suster menuju ruang Cctv yang berada di ujung ruang dokter

__ADS_1


Ceklek..


Pintu terbuka


Dengan mata terbelalak, Rinto tak bisa berucap. Dia mematung melihat Zakia yang sedang sibuk mengotak-atik layar besar dengan kedua petugas yang terbaring di lantai.


"Apa yang kamu lakukan di sini?!" Kaget Rinto


"Aku mencari tahu orang yang telah mendonor sum-sum tulang belakang aku ini." Ucap Zakia


"Kamu tidak perlu sampai berbuat nekat seperti ini sampai para petugas kamu buat tak berdaya seperti ini! Aku kan sudah bilang akan memberitahukan kamu setelah kamu pulih, tali kenapa kamu tidak menuruti perkataan aku?" tanya Rinto


"Menunggu adalah hal yang paling aku benci di dunia ini, tapi kamu selalu memaksakan kehendak kamu sendiri."Ucap Zakia


"Maaf...." Lirih Rinto


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian...


__ADS_2