
Kegalauan Karina terjadi dalam lubuk hatinya, entah kenapa rasa bersalahnya makin menjadi ketika Karina menolehkan kedua bola matanya menuju spion kaca depan untuk melihat pantulan raga yang terkulai tak berdaya dengan cucuran darah di pelipisnya.
"Astaga, Ada apa denganku?! kenapa aku merasa begitu sesak melihat Raka terkulai seperti itu. Apa aku sudah gila?! masa ia aku simpatik sama orang yang sudah jelas menghancurkan hidup aku sendiri. Aku nggak boleh terbuai akan perasaan aku sendiri! Tujuan aku adalah balas dendam bukan main hati seperti ini."Gumam Karina
Keheningan pun tercipta di antara kedua belah pihak, tak ada lontaran kata yang tercipta yang ada hanya acara beralih pandang pada hiruk pikuk dunia jalanan.
Entah berapa kali Vincent menghela nafasnya secara kasar, Ia sesekali melihat sorot mata Karina tertuju pada spion yang menghempaskan bayangannya kepada Raka.
Beberapa kali juga Vincent mengelus dadanya yang terasa sesak melihat tingkah laku sang kekasih yang selalu melirik ke arah spion.
Seketika laju kendaraan mobil besar nan kokoh itu terhenti mendadak, membuat tubuh mereka bergetar hebat setelah mengalami goncangan dari rem yang secara dadakan berhenti.
"Lebih baik sekarang kamu pindah saja kebelakang biar kamu bisa memandangnya secara bebas." Ucap Vincent.
"Kamu jangan cemburu di saat kondisi seperti ini." Ucap Karina
"Aku nggak cemburu kok, Aku ikhlas jika kamu memilih bersama Raka di bandingkan aku yang nggak bisa nolong kamu saat kamu lagi dalam bahaya." Ucap Vincent
__ADS_1
"Benarkah, Kamu bisa ikhlas bersanding dengan Raka?" tanya Karina
"Tentu saja aku ikhlas melihat wanita yang aku cintai bahagia, meskipun bukan bersama aku."Ucap Vincent
"Mana mungkin aku melepas Kak Vincent yang begitu tulus! Aku nggak cinta sama Raka, jadi aku mohon jangan cemburu seperti ini. Aku hanya merasa bersalah karena dia menolong aku." Ucap Karina
"Hmm, Baiklah. Aku mengerti, tapi aku mohon kamu jangan main hati. Apa kamu tidak ingat dengan rencana dendam kamu itu." Ucap Vincent
"Aku ingat kok, Kak! Tapi aku hanya manusiawi saja kok bukan main hati."Elak Karina
"Terserah!" Geram Vincent
"Tinggal operasi kalau ganteng hilang, tapi kalau cinta yang hilang mana bisa di operasi."Ucap Vincent
"Cinta aku hanya untuk Kak Vincent kok, Aku janji nggak akan berpaling pada hati siapa pun," ucap Karina dengan memegang erat tangan sang kekasih.
"Aku pegang janji kamu, Sayang! jadi apa kamu pindah ke belakang menemani kekasih palsu kamu?" tanya Vincent
__ADS_1
"Nggak akh! aku lebih suka mendampingi kekasih asli aku yang sedang terbakar dengan api cemburu." Ledek Karina
"Cemburu artinya aku sangat mencintai kamu, Karina." Ucap Vincent
"Aku nggak nyangka Kakak setulus ini sama aku. Bukankah dulu Kak Vincent sangat membenci aku?" tanya Karina
"Yang berlalu biarlah berlalu. Jangan ungkit lagi ke belakang." Ucap Vincent
"Yasudah, sekarang Kakak gas full ya. Aku nggak mau berhutang nyawa." Ucap Karina
"As u wish, Honey!" Said Vincent
"Thank you, Baby" Ucap Karina
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...