Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
18. Curi Pandang


__ADS_3

Mansion Adinata


Dalam ruang makan, Lidia sedang menanti anak kesayangannya untuk segera makan siang bersama. Meskipun sang suami Adi Adinata sedang tidak bisa hadir di tengah keluarga mereka karena sedang mengurus perusahaan cabangnya di luar negeri.


"Hei, Anak mami sudah pulang." Seru Lidia


"Iah, Mih. Maaf telat dan membuat mami menunggu kami."Ucap Karina


"Oh, nggak apa-apa, Sayang asal kamu selamat sampai sini. Mami sudah senang kok." Ucap Lidia


"Ada apa mami sampai undang Raka makan siang di sini?" tanya Karina


"Mami mau mengenalkan kalian sama pacar Vincent, Kakak kamu yang super jutek ini." Ucap Lidia


"Idih, Mami nggak perlulah sampai bilang aku jutek segala macem di hadapan semua orang! bikin malu aku saja." Ucap Vincent


"Maaf dong! Mami hanya bergurau saja, begitu saja sudah cemberut." Ucap Lidia.


"Ha-ha-ha, Iya deh Aku nggak cemberut lagi. Itu hanya gurauan saja." Ucap Vincent


"CK! Sekarang mami mau kenalin Zoya sama Raka, ini Raka calon mantu mami juga loh." Ucap Lidia


"Raka," ucap Raka sambil mengulurkan tangannya

__ADS_1


"Zoya," ucap Zoya sambil berjabatan tangan seolah-olah tak saling mengenal.


Mereka pun saling curi pandang satu sama lain seolah mereka larut dalam perasaan masing-masing di meja panjang berwarna cokelat dengan berbagai hidangan yang di sajikan.


"Aneh rasanya berkenalan dengan mantan pacar yang dulu pernah berkhianat di belakang punggung aku sendiri. Apa sekarang dia akan melakukan hal yang sama kepada Kak Vincent?! Apa aku harus beritahukan yang sebenarnya kepada Kak Vincent mengenai masa lalu aku dengan Zoya? Akh sudahlah ngapain juga aku pikirin percintaan Zoya dengan Kak Vincent lebih baik aku fokus pada Karina yang paling aku cintai."Gumam Raka


"Aku harus berbicara langsung kepada Raka mengenai masa lalu kita. Jangan sampai dia bocorkan kepada siapa pun." Gumam Zoya.


*******


Setelah selesai menyantap berbagai menu makan siang yang tersedia di atas meja besar, Mereka pun satu persatu meninggalkan bangkunya dan berpamitan kepada Tante Lidia untuk


"Tante, Aku pamit dulu." Ucap Raka


"Kok kalian calon-calon menanti Tante pada mau pergi begitu saja, nggak betah ya di sini." Ucap Lidia


"Bukan gitu, Tante. Raka ada urusan lain saja." Ucap Raka


"Aku juga begitu, Tante" Timpal Zoya


"Yasudah, Tante hanya becanda saja. Kalian hati-hati di jalan ya." Ucap Lidia


"Iya, Tante makasih banyak."

__ADS_1


Setelah berpamitan, Kedua insan itu saling tatap satu sama lain dengan memutar bola matanya yang rasanya tidak ingin lagi bertatap muka seperti saat keluar bersama.


"Raka." Panggil Zoya


"Ada apa?" tanya Raka dengan nada datar.


"Kamu jangan pernah bocorkan mengenai kita saling mengenal bahkan pernah pacaran. Apa kamu mengerti?!" Ancam Zoya


"Aku juga nggak pernah Sudi untuk mengakui kalau kamu itu mantan kekasih yang pintar sekali mengkhianati aku." Ucap Raka


"Itu kan hanya masa lalu saja, Kamu jangan pernah ungkit lagi tentang hubungan kita yang sudah berakhir lama." Ucap Zoya


"Aku juga malas ungkit masa lalu, jadi kamu tidak perlu khawatir mengenai hubungan masa lalu kita. Aku tidak akan menceritakan kepada siapa pun. Bagiku itu hanya aib saja."Ketus Raka


"****! jaga mulut pedas kamu ya! Aku nggak peduli kamu mau bilang apa pun tentang hubungan kita terdahulu. Bagi aku juga semua hanya masa lalu!!" Umpat Zoya


"Sudahlah, Aku malas juga berlama-lama untuk mengobrol sama kamu. Dan satu lagi selamat ya kamu sudah jadian sama." Ucap Raka


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2