
Dengan kecepatan sedang mobil ambulance itu bisa melaju di iringi oleh mobil polisi untuk mempermudah laju perjalanan menuju rumah sakit Cipta Medical Center
Setibanya di Cipta Medical Center
Tim media berlari kecil untuk menyambut kedatangan mobil ambulance menggunakan brankar besar yang sudah menjadi ciri khas semua rumah sakit untuk membantu pasien yang terluka parah memasuki IGD
Para petugas medis bergegas untuk mendorong laju brankar tersebut dengan tergesa-gesa memasuki ruangan IGD yang di dalam ruangan tersebut sudah di sambut oleh para dokter jaga.
Ukuran dan luas IGD itu sangat luas untuk melakukan pertolongan pertama pada pasien yang sedang bertarung nyawa.
"Siapkan peralatannya." Ucap Dokter jaga
Tim medis berupaya melakukan berbagai macam cara agar pasien terselamatkan untuk pertolongan pertama.
Sementara media sedang sibuk dengan segala macam peralatannya, Karina dan Vincent sudah tiba dengan menunggu Raka di tempat yang sudah di sediakan oleh rumah sakit tersebut.
Vincent melirik gerak-gerik Karina yang selalu mondar-mandir dalam menunggu Raka dalam ruang IGD
"Kenapa kamu panik, Karina?! apa kamu sebenarnya mempunyai perasan yang lebih untuk Raka?" tanya Vincent.
"Kakak!! Karina kan sudah bilang kalau Karina hanya mencintai Kak Vincent! kenapa Kakak tidak percaya."Bentak Karina
"Hei,Kalian jangan berisik ya di sini atau kami usir!" Ucap penjaga yang kebetulan sedang patroli
__ADS_1
"Maafkan kami ya, Pak! Kami sudah kelewat batas." Ucap Vincent
"Kakak sih yang bikin aku kesel, jadi aku harus berulah agar Kakak bisa mengerti! kalau aku panik itu hal manusiawi! karena aku penyebab Raka seperti ini
"Bukankah kamu ingin membalas dendam kepada kedua orang tua kamu melalui, Raka? Apa ini rencana ini salah satunya?? yaitu membuat Raka berkorban dan hutang nyawa kepada kamu?" tanya Vincent
"Tentu saja Tidak! ini bukan rencana aku! ini semua karena takdir ilahi dan murni kecelakaan! meskipun aku berniat balas dendam, tapi aku tidak pernah berniat untuk mengambil nyawa orang lain. Aku hanya ingin mematahkan hatinya." Ucap Karina
"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuat Raka sakit hati
" Maksud Kakak??" tanya Karina
"Kita pergi saja dari sini dan tingglkan Raka seorang diri di IGD."Ucap Vincent
"Baiklah, Aku akan bersabar menunggu rencana kamu."Ucap Vincent.
"Makasih, Sayang."Ucap Karina
"Apa aku ini hanya alat yang di pakai untuk membalas dendam keluarga kamu. Apakah Karina benar-benar mencintai aku?"Batin Vincent bertanya-tanya
Keadaan pasien sudah di perbolehkan untuk memasuki ruang rawat karena kondisi Raka ternyata baik-baik saja. Raka hanya mengalami pendarahan di bagian pelipis yang sudah di atasi oleh tim Medis.
Beberapa jam kemudian,
__ADS_1
Entah perasaan apa yang bergejolak dalam dada Raka, ketika membuka matanya melihat ke arah samping, ada tangan lembut sang kekasih yang memegang erat pergelangan tangan kanan
"Mungkin kemarin aku sedang bermimpi kalau Karina dan Kak Vincent selingkuh! mana mungkin mereka selingkuh, mereka kan bersaudara. Apa lagi sekarang Karina ada di samping aku." Gumam Raka dalam lubuk hatinya
"Raka, Kamu sudah sadar?" tanya Karina
"Iya, kamu baik-baik saja kan?" tanya balik Raka
"Harusnya aku yang nanya kayak gitu!" Geram Karina
"Aku baik-baik saja kok! yang aku khawatirkan itu kamu karena aku sempat mendorong kamu. Apa kaki kamu baik-baik saja." Ucap Raka
"Kaki aku baik-baik saja kok, tadi sudah di perban oleh suster." Ucap Karina
"Oh, syukurlah kamu baik-baik saja. Aku mencemaskan kamu" Ucap Raka
"Yang harus cemas itu aku bukan kamu." Ucap Karina
"Makasih ya, Sayang. Kamu sudah mencemaskan dan menjaga aku di sini." Ucap Raka
Bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...